Pages

12 June, 2018

Resep - Sambal goreng printil/kreni

SAMBAL GORENG PRINTIL/KRENI

Bahan:
Daging giling 1 kg
Bawang merah 15 siung
Bawang putih 6 siung
Cabe merah keriting sesuai selera
Cabe merah besar 8 buah
Jahe seruas jari
Lengkoas 3 ruas jari
Santan 1/4 liter
Kemiri 2 butir
Gula merah 1 bulat
Royco sapi, gula pasir, dan garam secukupnya
Air Asam jawa secukupnya
Kentang/telor puyuh goreng untuk teman lauk

Cara:
1. Ulek jahe dan bawang putih 2 butir sampai halus lalu campurkan ke daging giling. Tambahkan sedikit royco dan gula pasir. Lalu bentuk bulat-bulat seperti bakso kecil.
2. Blender cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan kemiri.
3. Iris gula merah, lengkoas, dan cabe merah besar.
4. Goreng kentang/telor puyuh, lalu goreng bola daging (printil).
5. Tumis bumbu blender, lalu masukkan irisan lengkoas, gula merah, cabe merah besar, santan, dan air asam. Tambahkan gula pasir, garam, dan royco secukupnya.
6. Masak hingga asat dan matang. Sambal goreng printil siap disajikan. Kalau yang kurang suka manis, tambahkan sambal terasi atau goreng. Resepnya? Ya elah, bikin sambal aja pakai resep. Kapan-kapan dah ya share resep sambal. Wakakakak

Ini Resep rumahan teman.

Praktikkan kalau lagi iseng. Yang lama itu di persiapan dan nunggu matangnya. Hoho.

Silahturrahim berfaedah. Dapat updatean kabar dan resep masak dari calon pengusaha catering. Nyummy...
.
Meta morfillah

Resep - Mochi

[Percakapan selama bantu bikin mochi]
.
"Tahu, gak, kenapa Mama gampang adoninnya, sedang meta susah? Soalnya mama pakai sendok sambal yang terbuat dari plastik. Sementara meta pakai sendok besi. Kohesi dan adhesinya beda. Lihat aja kalau buat kue, loyangnya harus dikasih mentega/margarin kan biar gak lengket. Itu adalah sifat fisika."
.
"Lagi masak aja pakai ilmu fisika ya, Met. Itulah gunanya kita belajar semua ilmu. Gak ada yang sia-sia. Makanya kamu harus pintar."
.
*****
.
RESEP MOCHI

Bahan adonan:
Tepung beras ketan 2 gelas (ukuran aqua gelas)
Tepung beras 1 gelas
Terigu 2 sdm
Gula pasir secukupnya
Garam
Vanili 2 bungkus
Air 3 gelas

Lalu diaduk sampai rata, baru dimasak.

Sudah matang (saat adonan tidak nempel di panci) lalu adonan dibulatkan dan diisi kacang.

Isian mochi:
Kacang tanah disangrai, lalu dikupas.
Diblender dan diberi gula halus.

Saat membulatkan pakai minyak goreng agar tidak lengket. Boleh pakai daun atau plastik.

Lalu dikukus sekitar 10 menit.
Lalu sangrai sagu (seperempat) 10 menit.

Adonan yang sudah dikukus, dimasukkan ke dalam sagu yang sudah disangrai.

Taraaa... jadilah mochi ala mama.

Resep - Tom yam seafood

TOM YAM SEAFOOD

Bahan A:
3 bawang putih
2 sereh ukuran besar digeprek
Lengkuas digeprek
Cabe rawit sepuasnya
2 Daun jeruk
1 daun salam
Air 1 liter

Isi:
Udang (kepalanya jangan dibuang, dibuat kaldu. Caranya rebus kepala udang dengan air, lalu saat mendidih, buang kepala udangnya. Airnya dipakai buat masak tomyam)
Crab stick iris sesuka hati
Bakso ikan diiris 4
Pakcoy (sengaja lebar, lebih asyik)
Jamur kuping hitam diiris sedang

Bumbu tabur:
Lada bubuk
Cuka/jeruk nipis
Garam
Royco ayam (kalau kurang pakai kaldu udangnya)
Cabe bubuk (kalau mau warnanya merah dan pedas lebih nampol)

Cara buat:
1. Didihkan air.
2. Masukkan bahan A.
3. Masukkan udang, bakso ikan, dan crab stick.
4. Masukkan pakcoy dan jamur
5. Masukkan bumbu tabur.
6. Rasakan... Dan siap sajikan selagi hangat. Asam pedas menyegarkan

This is it, resep tomyam modifikasi ala chef meta suka-suka. Sila dicoba!

Meta morfillah

Resep - Salad buah

Good morning, good people!
FYI aja, aku tuh dari dulu gak suka salad. Kecuali salad sayur hokb*n. Tapi semenjak kenal ka fifi, aku terhipnotis dengan salad buahnya. Sukaaa bangeet.

Nah, efek suka itu menggerakkan hatiku untuk bisa buat. That's why when i'm cooking, it means i'm in love with that food or the person who love that food #tsaah

Jadilah aku ke pasar inpres beli melon merah 1,5 kg seharga 12 rb, apel 3 buah seharga 15 rb, keju cheddar seharha 20 rb, mayonaise mc lewis untuk buah seharga 16 rb (kalau ka fifi pakainya maestro), dan susu kental manis.

Caranya:
1. Cuci buah, lalu potong dadu atau sesuai selera.
2. Tuang mayonaise dikira-kira saja, lalu susu kental manis sedikit kurang dari mayo, parut keju (tak usah banyak-banyak, apalagi yang kurang suka keju kayak aku).
3. Aduk-aduk deh. Tadaaa .... Siap dimakan. Dingin lebih enak loh!

Sekian resep baru ala #chef meta.

See you again!

Meta morfillah

17 May, 2018

[Review buku] Third girl - gadis ketiga

Judul: Third girl - gadis ketiga
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 360 hlm, 18 cm, cetakan kesepuluh november 2013
ISBN: 978 979 222 8694

Seorang gadis kaya mengaku mungkin telah melakukan pembunuhan pada Hercule Poirot. Namun setelah berkata begitu, dia menghilang bahkan tanpa sempat mengatakan namanya. Poirot dan Mrs. Olliver, kawan penulisnya berusaha mencari gadis tersebut. Hingga tanpa sadar bahaya mengintai mereka. Tapi, pembunuhan siapa? Kapan? Pertanyaan menggantung itu menuntut jawaban secepatnya sebelum jatuh korban berikutnya.

Alur progresif dengan konflik dasar terkait uang, serta beberapa kali pengulangan penjelasan membuat petunjuk mengenai pelakunya begitu terbaca bagi saya. Entah karena ada tokoh tambahan Mrs. Olliver yang menyebabkan Poirot kurang memegang kasus ini seperti biasanya atau karena pengulangan teka-teki sehingga bagi saya kurang menarik dan agak membosankan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Tetapi orang tidak bisa beristirahat terus, orang harus melangkah ke pekerjaan berikutnya. Kerjakanlah satu hal dengan baik, lalu tinggalkanlah." (H.9)

"Tapi masa lalu tidak selamanya selesai hanya karena sudah lama berlalu." (H.224)

Meta morfillah

15 May, 2018

[Review buku] The mirror crack'd from side to side - dan cermin pun retak

Judul: The mirror crack'd from side to side - Dan cermin pun retak
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 384 hlm, 18 cm, cetakan keempat Februari 2013
ISBN: 978 979 229 1544

Meski sudah senja, Mrs. Marple tetap waspada dan cermat terhadap psikologi manusia sehingga ia sering dimintai pendapat mengenai kasus pembunuhan. Tak disangka, pembunuhan kali ini berada dekat dengan rumahnya. Melibatkan artis papan atas, Marina Gregg, serta Mrs. Badcock yang pernah menolongnya saat terjatuh.

Sejarah kehidupan serta orang yang terlibat menarik perhatian Mrs. Marple. Hanya karena satu ekspresi yang memicu, Mrs. Marple berhasil memecahkan pembunuhan sederhana namun menimbulkan 4 korban.

Alur cerita yang progresif meski seringkali bercerita masa lalu dalam dialog, membuat kisah ini mudah dicerna. Hanya saja, terlalu lama mengulur dan (mungkin karena terjemahan) kebanyakan pemikiran Mrs. Marple disamarkan. Mungkin ingin membuat twist, tapi bagi saya hal itu cukup membingungkan. Sebab kurun waktu sebenarnya novel ini ditulis cukup berpengaruh relevansinya. Seperti akibat campak bagi ibu hamil di masa itu. Endingnya pun masih kurang jelas bagi saya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

14 May, 2018

Perpanjang paspor (Jakarta) di Bogor

PERPANJANG PASPOR (JAKARTA) DI BOGOR

Ternyata, baiknya perpanjang paspor itu 6 bulan sebelum masa berlaku habis.

Caranya:
1. Daftar nomor antrean via WA (nomornya beda per kota, bisa dicek di www.imigrasi.go.id). Nanti dapat nomor booking code dan jamnya. Datanglah 30 menit lebih awal karena harus isi formulir dulu.

Tips: Siapkan segala dokumen asli dan fotocopynya dalam kertas A4 masing-masing 1 buah (KTP, paspor lama bagian depan - kalau perpanjang. Kalau buat baru ditambah KK dan Akte). Juga bawa pulpen hitam dan materai 6000. Kalau ga ada, nanti beli/fotocopy di sana tapi antre lumayan.

2. Ambil formulir di loket permohonan paspor dan isi (gambar 2 dan 3).

3. Antre begitu loket dibuka pukul 08.00 kasih lihat kode booking. Nanti nama kita dicheck seperti di layar dan diberi kertas nomor antrean dalam (gambar 4).

4. Antre untuk foto dan sidik jari. Setelah selesai antre lagi untuk wawancara singkat (ditanya mau ke mana? Kapan? Kenapa perpanjang gak di Jakarta?) dan setelahnya diberi kertas untuk dibayarkan ke Bank BNI atau kantor pos seharga Rp 355.000.

5. Bayar ke bank/kantor pos lalu selesai. Bukti bayarnya disimpan dan dibawa saat ambil paspor. Tunggu 4 hari kerja (kalau buatnya Senin, ambilnya Jumat), untuk kembali ambil paspor yang telah jadi. Yey!

Agak sebal di awal, ikuti gmaps cari kantor imigrasinya diarahkan ke perkampungan belakang pasar warung jambu. Akhirnya nekat ke Taman Heulang soalnya alamatnya di sana. Modal GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), nanya-nanya. Ternyata benar, dekat SMKN 1 BOGOR.

Alhamdulillah, administrasi imigrasi selalu ramah dan user friendly. Sampai tukang fotocopynya juga paham dan helpful. Gak kayak waktu buat SIM #curcol

Jadi, yuk kapan kita ke mana? Umrah? Aussie? Bangkok?

Meta morfillah

13 May, 2018

[Review buku] Deadline

Judul: Deadline
Penulis: Sandra brown
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 536 hlm, 20 cm, cetakan pertama 2015
ISBN: 978 602 031 4808

Sekembalinya dari meliput di Afghanistan, Dawson mengalami pasca trauma perang. Hal itu membuatnya sulit tidur dan tidak bergairah menulis berita apa pun. Ditambah pergantian bos yang kurang disukainya. Namun, saat Headly meneleponnya untuk menulis berita yang terkait kasus yang belum terpecahkan selama 40 tahun oleh FBI, ia tertarik.

Tanpa disangka, kasus itu membawanya pada Amelia Nelson yang membuatnya jatuh hati sekaligus membahayakan nyawanya. Sempat menjadi tersangka atas pembunuhan babysitter anak-anak Amelia, ia pun akhirnya berhadapan dengan teka-teki masa lalunya yang menemukan jawaban.

Alur cerita yang maju-mundur dengan twist di tiap akhir bab yang cukup menarik. Tentu saja yang tak pernah disangka dan mengejutkan adalah twist terakhir yang mengungkap fakta jati diri Dawson sebenarnya.

Namun di beberapa part ada yang terasa membosankan dan terlalu mengulur hingga membuat saya mengabaikan detail narasi dan hanya fokus pada dialog antar tokoh.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

10 May, 2018

[Review buku] Pulang

Judul: Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: KPG
Dimensi: viii + 464 hlm, 13.5 x 20 cm, cetakan pertama Desember 2012
ISBN: 978 979 910 5158

Lintang tak pernah paham apa yang membuat ayahnya tak bisa pulang ke negara asalnya, Indonesia. Negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, Prancis. Tapi ia pun tak pernah berani bertanya atau mengusik tentang Indonesia dan masa lalu ayahnya, sebab itu adalah teritori pribadi seorang Dimas Suryo. Bahkan tidak pula bagi mantan istrinya, Vivienne.

Hingga dosen pembimbing skripsinya di Universitas Sorbonne menyuruh ia menggali tentang sejarah kelam Indonesia di tahun 1965, di mana cerita ayahnya selalu terhenti di waktu itu. Ia pun harus datang ke tanah kelahiran ayahnya dan bertemu Segara Alam, yang mengubah takdir hidupnya. Berkelindan kisah hidup mereka dari zaman orangtua hingga kembali ke masa kini, jauh namun bertautan dekat. Sebagian dirinya adalah Paris, sebagian lagi Jakarta. Manakah yang akan ia pilih?

Novel yang menggali isu sejarah berlatar belakang tahun 1965 di Indonesia dan Prancis ini seperti buku sejarah yang tidak membosankan. Dibalut dalam drama keluarga, persahabatan, cinta, hingga dua generasi sungguh membuka wawasan saya tentang gambaran perasaan anak cucu eks tapol (tahanan politik) yang bahkan tidak diberi kesempatan disidang/diadili dengan layak. Bahkan banyak yang hanya salah tempat, salah waktu, bahkan tak bersalah tetap kecipratan dosanya PKI.

Mencoba melihat dari segala sisi, itu yang saya rasakan. Penulis melalui tokoh Dimas Suryo yang netral seperti Swiss, berada di tengah, tidak condong pada golongan Karl Max yang komunis atau M. Natsir yang Masyumi (melalui karyanya Capita Selecta). Ada banyak nilai dan prinsip yang bisa diambil dari novel ini. Seperti toleransi, nasionalisme, daya ketahanmalangan, dll. Tentu saja yang paling menyentuh adalah keinginan terakhir Dimas Suryo yang tergenapi: dikubur di tanah Karet. Sentimentil melankolik, namun saya paham karena pernah berpikir seperti itu.

Alur cerita yang maju mundur dengan tahun-tahun yang berbeda, meski kadang membuat saya lost in time, tapi tidak terlalu bingung. Diambil dari banyak point of view sehingga membuatnya lebih dalam. Sungguh jurnalisme penulis begitu terasa indah dipadupadan dengan diksi yang romantis!

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Mungkin menertawakan diri sendiri adalah cara kami bertahan." (H.17)

"Bagiku karya sastra pada akhirnya adalah persoalan cahaya dari hati. Cahaya karya itu tidak datang dari tema atau kisah penderitaan buruh atau petani. Cahaya itu datang dari kemampuan karya itu untuk menyentuh batin pembacanya." (H.40)

"Dengan menggunakan hati, kita bisa melihat sesuatu dengan jernih. Sesuatu yang begitu penting justru tak terlihat kasat mata." (H.253)

"Meski tak punya apa-apa selain kebaikan, kami akan tetap bertahan dalam hidup." (H.292)

"Sejarah telah membuat dan membentuk aku jadi seperti ini. Sejarah juga yang menentukan perbuatan dan tindakanku di masa yang akan datang." (H.298)

"Seorang anak jauh lebih tersinggung jika ada yang menghina orangtuanya di depan publik." (H.361)

"Kau tak boleh menyeret-nyeret nasib dan perasaan orang hingga hati orang itu tercecer ke mana-mana. Kau harus berani memilih dengan segala risikonya. Tidak memilih juga berarti memilih. Memilih untuk sendiri dan sunyi." (H.448)

"Can death is sleep, when life is but a dream." (H.459)

Meta morfillah

08 May, 2018

[Review buku] Corat-coret di Toilet

Judul: Corat-coret di Toilet
Penulis: Eka kurniawan
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 140 hlm, April 2014
ISBN: 978 602 030 3864

Berisi 12 cerpen yang menurut saya banyak sekali sindiran pada negeri ini terkait reformasi dan penjajahan.

1. Peter pan
Menceritakan satu tokoh reformasi yang hilang hingga zaman bergulir dan kediktatoran seorang penguasa.

2. Dongeng sebelum bercinta
Seorang wanita yang berusaha melawan tirani ayahnya yang menjodohkan dirinya, dengan dongeng.

3. Corat-coret di Toilet
Tentang vandalisme yang tak pernah berakhir di sebuah toilet umum.

4. Teman kencan
Seorang pria yang berusaha memiliki teman kencan hingga kembali ke masa lalunya.

5. Rayuan dusta untuk Marietje
Alasan di balik penjajahan sebuah negeri hanya untuk merayu seorang gadis bule yang tidak cantik.

6. Hikayat si Orang Gila
Tentang penjajahan suatu negeri yang membuat rakyatnya tak ada beda dengan nasib orang gila.

7. Si Cantik yang tak boleh keluar malam
Aturan orangtua yang justru membinasakan kebahagiaan anaknya.

8. Siapa kirim aku bunga?
Petinggi Belanda yang tak punya hati, jatuh hati pada gadis pribumi.

9. Tertangkapnya si bandit kecil pencuri roti
Kisah mahsyur si bandit kecil yang dikalahkan oleh sentimentil keinginan hadirnya orangtua.

10. Kisah dari seorang kawan
Empat sekawan yang idealis dan hebat dalam rencana subversif namun hidup dalam realita kekurangan.

11. Dewi Amor
Kekuatan cinta yang mampu merendahkan logika seorang laki-laki.

12. Kandang babi
Kisah nomaden bernama Edi Idiot yang berkutat pada masa lalu hingga akhirnya tergilas zaman.

Dari kedua belas cerita itu, saya paling suka cerita 1 dan 5 yang begitu satir dan ironia terhadap kenyataan negeri ini.

Gaya bahasa penulis pun satir dan cukup vulgar terhadap revolusi. Isu yang diangkat cukup berat.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tunggulah: suatu penantian yang entah berapa lama yang si Cantik sendiri tidak dapat memperkirakannya. Kenyataan itu menjadi beban sendiri." (H.62)

Meta morfillah

Text Widget