Judul: Dora Bruder
Penulis: Patrick Modiano
Penerbit: GPU
Dimensi: 132 hal, cetakan pertama 2020
ISBN: 9786020384832
Dari rasa ingin tahu ketika melihat koran tua "Paris Soir" terbitan Desember 1941 mengenai laporan orang hilang bernama Dora Bruder, di tahun 1988 penulis memulai penyelidikan historisnya. Bertahun-tahun menelusuri jejak literatur, mencari orang yang mungkin bersinggungan dengan Dora, serta membayangkan suasana Paris masa pendudukan, hingga tahun 1996, penulis memulai membuat buku ini untuk dedikasi pada orang-orang hilang yang anonim di tragedi holocaust, dengan perwakilan Dora Bruder.
Mengambil sudut pandang sebagai narator, tidak banyak memang data pendukung, namun penulis menjahit penemuannya dengan pengalaman pribadi masa kecilnya di lokasi tempat tinggal Dora. Lalu menceritakan beberapa tokoh dan nasibnya di masa pendudukan Nazi di Paris. Hingga gambaran bagaimana upaya genosida terhadap kaum Yahudi (tidak peduli ia warga Prancis, Polandia, dll) dengan kewajiban memakai bintang kuning bertuliskan Juif (Yahudi) agar mudah dikenali dan diciduk tanpa alasan di tempat umum. Bahkan pemisahan keluarga hingga para ibu dan anak kehilangan identitas mereka, dikirim ke kamp berbeda dan hilang tanpa kejelasan.
Menarik. Hingga saya memahami mengapa novel ini mendapat penghargaan nobel sastra. Namun, this is not my cup of tea. Saya berjuang untuk menyelesaikannya meski buku ini tipis. Gaya bahasa yang kelam membuat saya tidak semangat membaca, ditambah literatur dan perbandingan kurun waktu di tempat yang belum pernah saya jejaki, membuat rumit dan makin tidak paham. Kayaknya sih, baca buku tipe ini harus saya jejak dulu tempat aslinya. Ke Paris dulu kita haha! Juga jangan harapkan ada twist atau klimaks, sebab datar saja seperti kajian literatur dari perpustakaan.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi pemenang nobel sastra, tragedi holocaust, dan gaya dark/sad.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku
No comments:
Post a Comment