Pages

29 May, 2020

[Review buku] Muhammad: Generasi penggema hujan

Judul: Muhammad: Generasi penggema hujan
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang
Dimensi: viii + 620 hlm, 23.5 cm, cetakan kedua Juni 2016
ISBN: 9786022911272
.
"Ada hal-hal yang hanya bisa engkau pahami ketika engkau mengalaminya. Siapa pun yang memilih jalan agama ini, lalu mengkaji ajaran Nabi, #kerinduan itu seperti sebuah #kekuatan yang menguasai pikiran dan hatimu.
Ajarannya seperti #hujan yang membasahi tanah-tanah retak." (H.320)

Meski ini adalah novel biografi, membaca kisah yang bertautan dengan Rasulullah selalu menggerimiskan hati. Ya, saya lama menandaskan buku ini bukan karena tebalnya, tapi karena sesenggukannya.

Membayangkan betapa pedih hari-hari ketika umat mulai terpecah. Betapa berat menjadi khalifah saat dunia (harta dan jabatan terutama) mulai menggoda umat: sebagaimana Ali. Lalu membandingkan diri ini yang tidak ada apa-apanya dibandingkan para sahabat. Namun masih berharap ridhaNya dan surga.

Melalui #novel ini, saya lebih memahami emosi dan alasan berbagai kejadian dengan lebih empati. Tidak seperti sirah yang umumnya hanya berupa pengisahan rentetan kejadian tanpa dijiwai. Membuat saya tak paham, apa sih yang bikin marah/sedih/kecewa?

Kadang, mempelajari hal yang serius jauh lebih mudah melalui kisah fiksi bagi saya. Banyak pembelajaran yang saya ambil, antara lain jangan merasa paling benar, suci, dan sombong. Bahkan sahabat yang termasuk 10 orang dijamin masuk surga bisa menyesal karena dunia berhasil mengubah niatnya. Wallahu'alam, meski dijamin masuk surga, tapi saat hisab akan bagaimana? Kita yang gak dijamin surga, lebih-lebih sombongnya? Lucu, bukan!

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang, meski menjelang ending, ada beberapa typo.

Meta morfillah

#reviewbuku

[Review buku] I Know You School

Judul: I Know You - School
Penulis: @misshiday 
Penerbit: STIFIn Institute
Dimensi: xx + 343 hlm, cetakan pertama Januari 2020
ISBN: 9786237612292

#reviewbuku ini mungkin agak sedikit subjektif sebab saya merupakan salah satu kontributor menulis di dalamnya, juga ini tentang profesi dan sekolah tempat saya mengajar, dan ada pengalaman serta karya (RPP dan rapor) saya di dalamnya.

Bagi saya: mengajarkan adab pada mereka yang mengira mampu membeli dunia dengan hartanya jauh lebih sulit dibandingkan pada kaum marjinal.

Ya, sejak masuk @sekolah_islam_ibnu_hajar saya merasakan bagai mengajar di langit/komunitas borjuis dan bumi jika dibandingkan aktivitas saya mengajar di @rumahlebahnusantara dengan kawan komunitas @pecintaanakyatim Jakarta.

Ditambah memakai metode #STIFIn makin mumet rasanya di awal. Tapi saat saya aplikasikan #STIFInTeaching dan #STIFInLearning (terutama di jenjang SMP), segalanya terasa lebih mudah.

Saya merasa jauh lebih legowo menerima karakter siswa, partner, wali murid, dan semua orang. Ada ruang husnudzan yang bertumbuh untuk kegagalan idealisme saya. Itu baik. Membuat saya lebih realistis dan ikhlas.

Beragam suka duka dalam mengajar di SIIHA tergambarkan dalam buku ini. Hingga contoh teknis seperti RPP dan rapor STIFIn.

Padahal, saya termasuk yang resisten terhadap STIFIn di awal, sebab sudah banyak metode psikologi yang saya pelajari sebagai R&D di kantor konsultan saya dulu. Makin meremehkan sebab penemunya orang Indonesia. Paradigma saya dulu, semua ilmu kece itu harus berbasis Barat dan bermodul english. Astaghfirullah.

Alhamdulillah Allah pertemukan saya dengan Miss Hiday yang membuat pemahaman saya tentang STIFIn jadi lebih mudah dan aplikatif. Sampai saya bisa inisiatif membreakdown indikator penilaian di halaman 295-303 agar memudahkan partner saya yang #Sensing dalam menilai anak. #Feeling terpanggil memimpin hehe.

Kebahagiaan tersendiri ketika berhasil 'mengkader' orang dengan sebuah ilmu hingga berkarya bersama.

Meski ada beberapa typo, tapi bahasa yang simpel dan aplikatif membuat buku ini tetap sempurna bagi saya.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.


Meta morfillah

[Review buku] Sycamore row

Judul: Sycamore row
Penulis: John Grisham
Penerbit: GPU
Dimensi; 640 hlm, 20 cm, cetakan ketiga Februari 2018
ISBN; 9786020319438

Seth Hubbard, pria kulit putih kaya sekarat yang menderita kanker paru-paru membuat heboh Ford County dengan surat wasiat keduanya yang ditulis tangan sebelum gantung diri.

Dengan menunjuk Jake Brigance sebagai pengacara warisannya, ia menyeret keluarganya serta pembantu berkulit hitamnya dalam drama berkepanjangan. Sebab di dalam surat wasiat itu, Seth meninggalkan 90% hartanya untuk pembantunya.

Dugaan demi dugaan negatif mengarah pada Lettie Lang, pembantunya. Hingga rasisme pun terbangun. Pada dasarnya ini bagaikan pertarungan kulit putih dan kulit hitam.

Apa sebenarnya motif Seth dalam membuat surat wasiat kedua itu, tanpa diketahui siapa pun? Mengapa Jake Brigance, pengacara kulit putih yang ia pilih?

Awal membaca buku tebal ini, jujur saja agak membosankan. Alurnya maju mundur, melibatkan banyak pihak sehingga terasa lambat. Tapi semakin ke tengah, makin bisa dipahami pembangunan karakter tiap tokoh. Isu utama yang menjadi konflik pun baru terbuka menjelang ending. Sungguh twist yang tragis dan keren menurut saya. Baru bisa dipahami apa maksud judul buku ini dengan keterkaitan alur.

Saya jadi sedikit memahami budaya, hukum, dan profesi pengacara sebab buku ini. Kalau dibuat film, mungkin mirip dokumenter. Sebab konfliknya tidak begitu tajam, tapi selalu hangat. Persis kejadian viral hari ini tentang orang kulit hitam yang mati saat ditangkap polisi kulit putih. Sejarah rasisme ternyata masih berkelanjutan hingga saat ini.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#reviewbuku 

14 May, 2019

[Mentoring] BIT TONAH FID DAKWAH (LAPISAN DAKWAH)

Mereka yang berada dan menentukan di belakang dakwah. Meski tidak tampak, tapi sangat menentukan saat penguasa berkuasa.
Contoh: Haman, kepercayaan firaun.

1. dukungan dan sambutan yang beragam
Sangat berpengaruh pada kekokohan dakwah itu sendiri.

2. soliditas internal yang kuat
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Q. S. As Saff: 4)

3. kemampuan dan keahlian yang mumpuni
Untuk mengemban amanah dakwah yang besar. Bila suatu urusan diserahkan pada orang yang tidak mumpuni, tunggulah kehancurannya (sabda Rasul).

4. meningkatnya kemampuan untuk berbenturan
Sunnatullah dakwah pasti akan diuji.

5. menguatnya iklim tarbiyah
Penanaman komitmen yang menimbulkan sikap militansi. Hingga allah turunkan berkahnya.


Meta morfillah

[Mentoring] Kader militan

oleh Ustad Yasir A. Lupito

Ciri jiddiyah/kader militan:
1. azzamnya kuat
karena allah - lillah
bersama allah - ma'allah
untuk allah - 

2. responsif 
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
21. dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan. (Q. S. Al Anfal: 21)
3. menepiskan semua alasan
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q. S An Nur: 51)
4. mengerahkan semua potensi


Alasan seseorang sungguh-sungguh dalam dakwah, karena dia punya 3 pokok:
1. ruh/spirit tanggung jawab
Dakwah menuntut kita berbuat. Kalau bukan saya, siapa lagi?
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

180. Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q. S. Ali Imran: 180)
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
105. Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q. S. At taubah: 105)

2. ruh/spirit keberanian
إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا ۗ أَفَمَنْ يُلْقَىٰ فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

40. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q. S. Fussilat: 40)
3. ruh/spirit pengorbanan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Q. S. Ali Imran: 200)
Bersabarlah dalam jamaah.


Meta morfillah

[Mentoring] AKHLAK DALAM AMAL JAMA'I


إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Q. S. As Saff: 4)

Dalam jamaah, ada istilah amal jama'i (bekerja bersama dalam suatu kegiatan).
Akhlak yang harus ada dalam amal jama'i:
1. niat yang ikhlas
Membela agama Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q. S. Muhammad: 7)
Luruskan niat sejak awal, tengah dan akhir.
2. Tidak meminta jabatan
3. taat
Menentukan soliditas jamaah tersebut. 
Tidak ada Islam tanpa jamaah. Tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan. Tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan (Umar bin khattab)
Dalam amal jamai, menolak perintah pemimpin adalah dosa besar.
4. sabar
Terutama ketika diberikan tugas yang tidak sesuai keinginan, kafa'ah, atau kondisi kita. Bisa saja pemimpin memberikan amanah itu karena kebutuhan atau menguji sejauh mana kesanggupan/komitmen. Kita harus selalu husnudzan, jangan malah demo atau sampai mendatangkan orang di luar jamaah.

5. melaksanakan kewajiban tanpa menuntut hak
Tunaikanlah kewajiban dan mintalah hakmu pada allah.

Meta morfillah

[Mentoring] SUDAHKAH KITA TERTARBIYAH?

Sudah, jika sikap kita...

1. terbuka terhadap perubahan
Minazzulumaati ilannuur (mengubah dengan hidayah) misal gak pakai celana, aware kaos kaki bagi akhwat.

2. mampu tegas dan menghindari sikap agresif
Tegas secara syar'i, tapi tidak menjelek-jelekkan pihak lain, terutama yang tidak sepaham dengan kita.

3. menjadi pribadi proaktif
Dalam hal-hal bermanfaat.

4. pribadi mawas diri
5. pribadi mandiri/merdeka
Agar bebas menentukan kehendak dan tidak terbebani oleh tekanan dari orang lain.
6. sosok berperasaan tapi tidak emosional
Tidak cengeng saat ujian melanda. Sunnatullah dakwah itu sedikit pendukung.
Dalam tiap pertempuran, samurai selalu menyiapkan diri untuk siap kalah tapi mentalnya tetap pemenang dan hasilnya sering menang. Pun para syuhada, demi menyongsong syahid.

7. sanggup belajar dari kesalahan
Sebagai manusia, mungkin sekali kita salah. Bedanya hanya di penyikapannya saja.
8. hidup di masa sekarang, bersikap realistis dan tidak menjadi bagian masa lalu
Tidak ada sosok/oknum yang serba putih, pun sebaliknya. Tidak mudah menghakimi dan menyalahkan. Sebab tarbiyah kita mencetak kader, bukan hakim.

Meta morfillah

[Mentoring] SENI BERBICARA AKTIVIS DAKWAH

Buku retorika haraki

Berbicara itu mudah, tapi berbicara tepat harus punya ilmu dan keterampilan. Berbicara bisa jadi sebuah nikmat (mengutarakan pikiran, perasaan), bisa juga berpotensi jadi fitnah.
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
Mengajarnya pandai berbicara. (Q. S. Ar rahman: 4)

وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ
9. lidah dan dua buah bibir. (Q. S. Al Balad: 9)
Salah satu cara bersyukur atas nikmat berbicara adalah dengan:
1. mengucapkan pujian pada Allah
2. menggunakan kemampuan berbicara untuk menyebarkan risalah kebenaran
3. menggunakan kemampuan berbicara untuk kemaslahatan umat manusia
4. tidak menyalahgunakan untuk kemaksiatan dan kezaliman

Bisa jadi fitnah, terutama bagi seorang tokoh yang mewakili komunitasnya.
Pentingnya menjaga lidah, sebab bisa lebih tajam dari pedang dan merusak perdamaian. (Hadits yang disejajarkan dengan menjaga kemaluan).

Adab/prinsip berbicara:
1. berbicara yang baik atau diam
 وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (hadits arbain)

Meletakkan hati di depan lidah. Banyak pemimpin tergelincir karena tidak menjaga lidahnya.
2. berbicara sesuai kadar pemahaman pendengar
3. bicaralah secara sederhana, tidak berbelit-belit (to the point)
4. tidak berbicara dengan hal yang tidak berguna
5. menghindari kata yang berkonotasi negatif
6. berbicara sesuai bahasa audiens (bahasa dagang, nelayan, dll)

Meta morfillah

10 May, 2019

[Mentoring] Rukun ketiga dari 10 arkanul bai'ah (al 'amal)

Dibagi menjadi 7 tingkatan dakwah:
1. islahul fardhi (memperbaiki pribadi)
2. islahul bayt - membentuk rumah tangga/keluarga islami
3. islahul mujtama - membina masyarakat islami
4. membentuk pemerintahan yang islami
5. membentuk negara islami
6. membentuk khilafah islamiyah
7. memimpin alam

Poin 3 akan lebih banyak kita yang mengikuti masyarakat dibanding kemauan kita pribadi.

Hal yang harus dilakukan pada masyarakat:
1. mendakwahkan kebaikan
Ada 2 hal pokok yang harus dipahami: muatan dakwah (terkandung di 10 muwashofat) dan sarana-sarananya.

2. memerangi semua perbuatan hina dan kemungkaran
Apa saja yang harus diperangi?
a. perbuatan hina skala personal: zina, khamr, hasad, dengki,
b. skala kelompok: merampok,
c. skala masyarakat:

Cara memeranginya?
Dari tingkatan pemerintah (lebih efektif) membuat kebijakan dan hukum bagi pelakunya. Lalu tingkatan komunal/masyarakat, dengan upaya pencegahan (saling menasehati). Terakhir tingkatan individu, dengan penjagaan diri melalui ibadah.

3. mendorong masyarakat melakukan perbuatan mulia
Induk perilaku mulia: hikmah, bijak, kesucian, keadilan
Dengan cara menjalin komunikasi dengan tokoh yg baik, menggunakan sarana kisah/sirah, memberi teladan.

4. melakukan amar ma'ruf
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q. S. Ali Imran: 104)
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q. S. Ali Imran: 110)
5. bersegera melaksanakan kewajiban
6. membangun opini publik yang mendukung fikrah islam
7. mencelupkan diri dalam celupan islam
sibghah allah (al baqarah)


Meta morfillah

[Mentoring] Ikhtilaf (part 2)

Adab-adab ikhtilaf:
1. ikhlas dalam mencapai dan mencari kebenaran
Tandanya mengaktualisasikan prinsip, menjadikan ucapan sebagai patokan bukan siapa yang mengucapkan. Terimalah kebenaran dari orang yang kita benci sekalipun.
Kisah rasul dan seorang yahudi yang memgingatkan untuk bersumpah demi rabb kabah, bukan demi kabah.
Siap meninggalkan pendapat sendiri dan kembali pada kebenaran

2. memiliki keinginan kuat untuk bersatu, berukhuwah dan berjamaah
Perkara imam mengeraskan basmalah atau tidak saat shalat berjamaah, keduanya ada contoh dari para sahabat (imam al qasim, salah 1 dari 7 fuqaha madinah)

3. bersikap objektif dan adil terhadap pihak yang berbeda
Kemarahanmu pada orang lain jangan melupakan kebaikannya, rasa sukamu pada orang lain janganlah menutup mata pada keburukannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q. S. Al Maidah:8)

4. berdiskusi di bawah naungan ukhuwah
دْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q. S. An Nahl:125)

Ijtihad itu jika benar dapat 2 pahala, salah dapat 1 pahala.

5. menjauhi ta'asub (fanatik)
Setiap orang berhak diikuti dan ditinggalkan pendapatnya, kecuali rasulullah saw yg ma'shum.
6. tidak mengingkari ikhtilaf yang diperbolehkan
Terima saja, tidak usah berdebat.
7. meninggalkan yang mustahab/mubah demi menyatukan hati
Seperti qunut saat subuh.

8. meninggalkan perkara yang tidak membuahkan amal
Seperti debat kusir.


Meta morfillah

Text Widget