Pages

25 October, 2018

[Review buku] Catatan hati yang cemburu

Judul: #Catatan #hati yang #cemburu
Penulis: Asma Nadia, dkk
Penerbit: #AsmaNadia Publishing House
Dimensi: xvi + 256 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama Maret 2012
ISBN: 9786029055085

#Perempuan dan kekhawatirannya yang tak habis-habis. Begitulah makna cemburu menurutku. Membaca #buku ini, membuatku menyadari ada banyak jenis dan pemicu cemburu, yang bahkan tidak tertolong oleh banyaknya kenangan dan #usia #pernikahan belasan atau puluhan tahun. Dari yang cemburu wajar, peringatan, intuisi, sampai menurutku aneh (tapi mencoba memahami dari sisi perempuan/istri, memang tetap rasional sih haha).

Ada 2 tips dalam buku ini untuk mengatasi cemburu: pertama, bicarakan pada #pasangan tentang apa yang menjadi penyebab cemburumu, serta jangan merasa inferior pada suami, kita #menikah itu jadi partner, bukan bawahan. Jadi tetap percaya diri, utuh, penuh, dan setara dalam komunikasi serta koordinasi.

Kedua, kenali obyek cemburumu. Dari curhatan para istri, berdasarkan urutan penyebab cemburu terbanyak adalah mantan (pacar atau yang sempat ta'aruf), foto-foto akrab (yang kadang terlihat dempet sama suami, meski lagi kegiatan kantor atau sama sahabat lawan jenisnya. Eh, yakin sahabat lawan jenis? #ups), teman online (pemicunya kalau suami lebih asyik sama HP/gadgetnya), mertua, hobi suami, dan perempuan lain.

Buku yang bagus sebab menenangkan dan menyadarkan istri tentang sebuah rasa yang kadang tidak ia inginkan hadir namun sulit ditolak kedatangannya. Hanya, karena banyak kontributor, ya agak beda gaya penulisannya. Ada yang bagus, ada yang biasa saja.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Belajar dari pengalaman orang lain, boleh jadi akan memberikan warna baru bagi cara pandang kita selama ini. Jangan lupa, saat cemburu menerpa, dekatkan diri pada Sang Pencipta. Dia dan hanya Dia sumber segala ketentraman hati. Menata cemburu agar Islami? Mudah-mudahan begitu." (H.ix)

"Jika kau ingin membantuku melewati waktu-waktu sulit itu, agar aku tak menjelma istri menyebalkan, ini caranya: jadilah cermin ajaib yang hanya punya satu jawaban untuk Sang Ratu." (H.54)

"Kautahu, Suamiku? Betapa sering aku merasa tak berdaya melawan waktu yang telah menyulapku, garis-garis usia yang mengelana di setiap jengkal tubuh, sisa-sisa pertaruhan setelah persalinan, juga wajah yang sering layu karena lelah setiap hari menyusuri isi rumah petak kita dengan rutinitas yang melulu itu-itu saja. Seraya berharap agar kau tak menjatuhkan pandangan pada perempuan lain yang belum lagi terperangkap keajaiban waktu." (H.77)

"Tidak bisakah lelaki hidup dan mempersembahkan cintanya hanya kepada satu perempuan?" (H.162)

"Aku nggak perlu tanggapan orang-orang, aku cuma ingin cantik di mata Abang, begitu susahnyakah?" (H.167)

"Cemburu itu asyiknya pasangan kita tahu, bukan dipendam di hati saja. Jadi ributnya sama pasangan, bukan sama hati. Kasian itu hati." (H.199)

#reviewbuku

Meta morfillah

23 October, 2018

[Mentoring] 7 karakter kader dakwah

7 KARAKTER KADER DAKWAH by Ustad Hilmi

Meski bukan kader dakwah, menurut saya 7 karakter ini perlu diinternalisasikan dalam diri kita. Semacam etos kerja profesional.

1. Asbatu Mulqifan
Kader harus teguh dan kokoh sikapnya.
Keteguhannya adalah buah dari kesabaran, maka jangan pundungan.
Menangkanlah Allah, niscaya Allah akan memenangkan kita.

2. Arhabu Shadran
Berlapang dada.

3. A'maqu Fiqron
Memiliki pemikiran yang mendalam. Berusaha mendalami apa yang sedang terjadi, tidak mudah larut dengan fenomena permukaan.

4. Awsa'u Nadzhoron
Berpandangan luas.

5. Ansyatu A'malan
Paling giat dalam bekerja. Bukan hanya sibuk mengcounter/membantah isu, respon sesuai kebutuhan saja, lebih baik fokus dan produktif. Kemenangan tidak diukur dari banyak sedikitnya barisan (contoh Nabi Nuh, Nabi Luth. Meski pengikutinya sedikit dan nyaris tidak ada, di mata Allah mereka menang).

6. Aslahu Tanzhiman
Kader dakwah harus memiliki gerakan yang paling kokoh strukturnya. Tidak membiarkan kesalahan dan kelemahan terjadi pada diri kita.

7. Atsaru Nafaan
Paling banyak manfaat. Khoirunnaas anfauhum linnaas. Kehadiran kita di masyarakat, memberikan kontribusi nyata. Cek ketika kita pergi/tiada, apakah disedihkan dan dirindukan? Ataukah malah disoraki, ternyata tidak disukai?

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

[Mentoring] Abdul Rahman Al Ghafiki

ABDUL RAHMAN AL GHAFIKI (TABI'IN)

Beliau adalah gubernur Andalusia (sekarang dikenal sebagai Portugal). Beliau dipilih menjadi gubernur sebab beliaulah satu-satunya orang tua tersisa yang masih punya kekerabatan dengan Umar bin Khattab.

Saat beliau memimpin, dalam tiap peperangan biasanya kaum muslim menang terua. Namun saat balad asy syuhada (perang di Tours, Prancis) malah kalah. Padahal jika saat itu islam menang, islam akan menguasai seluruh eropa, dan mungkin universitas macam Oxford sekarang pun akan mengajarkan tentang Islam.

3 hal yang biasa terjadi dalam peperangan adalah: pertempuran yang berdampak pada perubahan sosial politik, hasilnya berbeda 180 derajat, dan berubah strategi perang.

Dalam perang di Prancis itu, hasilnya sangat berbeda 180 derajat. Mengubah muka dunia yang tadinya hampir dikuasai Islam lalu gagal.

Kegagalan itu pun terjadi sebab ujian harta di hari kesembilan. Tentara Islam malah sibuk mengamankan harta rampasan (ganimah). Sampai beliau (Abdul Rahman Al Ghafiki) turun dan menyuruh tentara Islam kembali ke posisi semula, namun beliau malah terkena panah dan syahid.

Ibrah yang dapat diambil dari biografi beliau:
Tentang ketaatan pada pemimpin. Dengan potensi besar pun, jika kita tidak taat pemimpin, kita bisa kalah.
Ada kalanya yang membuat kita kalah, adalah karena hawa nafsu terhadap kecintaan dunia.

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

02 October, 2018

[Review buku] Genap 2

Judul: #Genap 2 (Aku memilih kamu)
Penulis: Nazrul Anwar
Penerbit: Adnara self publishing
Dimensi: 166 hlm, 2017
ISBN: -

Buku ini adalah sekuel dari serial genap sebelumnya; Ketika Aku dan Kami Menjadi Kita. Berkisah tentang hal yang sama, yaitu kehidupan pasangan muda yang belum lama menikah, bagaimana mereka menanggung konsekuensi atas pasangan yang mereka pilih. Tentang kerja keras suami untuk membahagiakan istrinya. Tentang perjuangan istri untuk mendapatkan ridha suaminya.

Bedanya, kali ini diceritakan dari dua sudut pandang, perempuan sebagai istri dan lelaki sebagai suami. Bergantian. Saling melengkapi dan membuat gambaran utuh membangun alur dan kisahnya.

Sederhana, tapi entah bagi saya sangat mengena. Banyak banget kalimat yang saya tandai harus ditulis sebagai reminder.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Banyak orang yang mengambil pilihan, tapi tak sadar dengan konsekuensi atas pilihan yang diambilnya. Atau hanya sadar pada konsekuensi yang baik-baiknya saja, tapi tak peduli pada konsekuensi yang buruknya. Padahal biasanya,  pilihan selalu menyediakan paket konsekuensi baik dan buruknya." (H.2)

"Rasa bahagia kadang suka bikin lupa, ya? Lupa kalau tidak semua kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu. Ada beberapa kebahagiaan kita yang menjadi kesedihannya orang lain." (H.20)

"Dan akhirnya aku memilih kamu, Suamiku. Imamku. Aku ikut kamu. Biarlah mimpi-mimpiku tertunda sementara, untuk digapai di waktu yang lain. Atau biarlah aku mengalah untuk membuat mimpi-mimpi baru di tempat yang baru. Bersamamu. Dengan sepenuhnya ridhamu." (H.32)

"Kesederhanaan, kadang lebih membahagiakan, kan?" (H.48)

"The longer you wait for something, the more you appreciate it when you get it. Because anything worth having is definitely worth waiting for." (H.56)

"Aku selalu percaya, kalau setiap orang punya waktu terbaiknya masing-masing. Dan aku akan berusaha sabar sampai waktunya tepat, sampai waktunya tiba." (H.60)

"Aku baru mengerti, menerima segala kelebihan pasangan hidup itu tidaklah sederhana. Terlebih untuk seorang suami. Apalagi jika kelebihan yang dimaksud yang seharusnya ada pada diri kita, tapi malah adanya di pasangan kita." (H.77)

"Untuk mendapatkan cinta yang besar dari seseorang, kita hanya harus mencintai orang itu dengan cinta yang sama besar, seperti kita ingin dicintainya. Karena hanya pemberian terbaiklah, yang akan menghasilkan penerimaan terbaik pula." (H.117)

"Aku percaya kamu bisa, kita bisa. Sebagaimana Allah percaya telah menitipkanmu kepadaku." (H.136)

"Karena yang lebih tahu, apakah kita sudah melakukan yang terbaik/belum semampu kita, ya diri kita sendiri. Bukan orang lain. Orang lain hanya bisa melihat apa yang di depan mata mereka saja, tapi tidak apa yang ada di hatinya kita." (H.145)

#reviewbuku

Meta morfillah

25 September, 2018

[Review buku] Angan senja dan senyum pagi

Judul: Angan senja & senyum pagi
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: Falcon publishing
Dimensi: 360 hlm, 14 x 20.5 cm, cetakan pertama Maret 2017
ISBN: 9786026051455

Kisah tentang seorang lelaki pecinta matematika bernama Angan Senja yang selalu mencintai dan mendambakan wanita pecinta musik bernama Senyum Pagi. Namun waktu memainkan takdir mereka hingga belasan tahun lamanya. Lintas kehidupan mereka tidak berujung pada satu titik. Sebagaimana senja yang tak pernah bertemu pagi.

Hingga 17 tahun kemudian, mereka kembali bertemu dengan perasaan yang tetap sama, meski hidup telah bergulir jauh. Akankah Angan Senja mampu memiliki Senyum Pagi?

Secara konflik, amat sangat sederhana dan biasa. Tapi kekuatan penulis ada pada kalimat puitisnya. Saya suka nama-nama tokohnya, Embun, Hari, Dini, Bunga, Angkasa dll yang menyadarkan indahnya keseharian kita dari alam. Nama yang unik.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Rasa cinta akan menemukan jalan dan muaranya masing-masing. Sekuat apa pun setiap orang menahannya, sejauh apa pun jalan yang harus ditempuh... Jika mereka ditakdirkan bersama dan saling mencintai, mereka akan bersama pada waktunya." (H.159)

"Kamulah yang selama ini aku cari. Semoga aku tak perlu menjelaskan apa-apa lagi." (H.162)

"Untuk berbahagia, kadang kita harus menyakiti orang lain. Jangan terlalu merasa bersalah. " (H.326)

Meta morfillah

24 September, 2018

[Mentoring] Silahturrahim kepada orang yang lebih tua dan saudara yang musyrik

HADITS: SILAHTURRAHIM KEPADA ORANG YANG LEBIH TUA DAN SAUDARA YANG MUSYRIK

Dari arti katanya,
Silah : menyambung
Ar rahim : hubungan kekerabatan yang asalnya dari rahim di perut
Silahturrahim adalah menyambung hubungan kekerabatan.

Hukumnya wajib, memutusnya dosa besar.

"...Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S. An Nisa [4]: 1]

Keutamaan silahturrahim:
1. Konsekuensi iman dan tanda-tandanya
2. Mendapatkan berkah usia dan rezekinya
3. Penyebab masuk surga dan dijauhkan dari neraka
4. Merupakan amalan yang paling dicintai Allah dan paling utama

Bentuk-bentuk silahturrahim:
Berziarah, memberi hadiah, memberi nafkah, bersikap lemah lembut, bermuka manis/senyum, dll.

Silahturrahim bukan hanya membalas budi. Sebab bukan harus yang akrab karena diakrabi, berkunjung karena dikunjungi. Justru yang sudah terputus, disambung lagi.

Kekerabatan dengan non muslim:
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (Q.S. Al Mumtahanah [60]: 8)

Silahturrahim ketika hari raya?
Dalam Islam, tidak harus saat hari raya. Silahturrahim itu kapan saja. Hanya momentumnya saja yang bagus, maka manfaatkanlah.

Ancaman bagi orang yang memutuskan silahturrahim:
1. Tidak akan masuk surga
2. Mendapatkan siksaan di dunia dan di akhirat

Faktor yang menyebabkan putusnya silahturraim:
1. Minimnya ilmu agama
2. Cinta dunia dan menyibukkan diri sendiri
3. Zhalim/berbuat jahat pada kerabat
4. Adanya masalah dalam rumah tangga

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

22 September, 2018

[Kajian] Surprise dari Allah

Surprise dari Allah

5 indikator hijrahmu sempurna:
a. Makin meningkat imannya
Makin takut dengan Allah, makin takut dosa, makin berharap sama Allah, makin cinta sama RasulNya.
Berkaca dari kisah Abdurrahman bin Auf saat hijrah, mau dibantu Saad bin Rabi (orang kayanya Anshar), tapi lebih memilih ikhtiar dan bersandar sama Allah (mencari di mana pasar, dan mulai berdagang hingga kaya kembali).
b. Makin banyak amal shalihnya
Lihat shalatnya (kalau ikhwan, cek shalat subuhnya terutama, apakah berjamaah, di masjid?)
c. Makin baik, bijak, arif pada manusia yang lain
Bukan malah merasa paling baik, dan yang lain berhak masuk neraka.
Sebaik-baiknya diri kita, lebih baik orang lain. Seburuk-buruk orang lain, lebih buruk diri kita.
d. Makin bersabar dengan setiap ujian
Sebab setelah hijrah itu malah makin banyak ujiannya.
e. Makin bersyukur pada nikmat yang Allah berikan
Cara bersyukurnya dengan mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk hijrah. Jangan shalih sendirian. Mulai dari teman dekat, keluarga, dll.

Ayat surprise dari allah (laa yahtasib)
Q. S. At Talaq [65]: 2-3
"... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Kalau dapat surprise, jangan sibuk mencari tahu siapa yang mengirimnya, tapi sibuklah mencari tahu mengapa kita bisa dapat surprise ini?

Cara dapat surprise dari Allah:
a. Ikhtiar lahir
Secara fisik seperti jalan, melangkah, berlelah melakukan apa yang disukai pemberi surprise (Allah).
b. Ikhtiar batin
#doa yang fokus, serius, yakin (Allah tahu mana doa yang serius, mana doa yang modus). Jangan lalai berdoa.

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q. S. Al Baqarah [2]: 186)

#shalat
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (Q.S. Taha [20]: 132)

Kualitas shalat kita adalah kualitas rezeki kita.
Perbaiki shalat kita. Biasanya azan nunggu kita, sekarang kita yang nunggu azan.

#sedekah
Filosofi terima kasih: seberapa banyak yang ingin diTERIMA, perbanyak juga apa yang diKASIH.

#nabung urusan akhirat
Jangan bosan berbuat baik dan menolong orang. Aktif di komunitas/organisasi. Ikhlas meski tidak digaji (relawan).

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

21 September, 2018

Proses ta'aruf, khitbah, nikah

Awal bertemu Fahmi

Tahun 2014 saat ikut komunitas Pecinta Anak Yatim (PAY & DoIT) di acara #BukberAkbarPAY. Tapi gak ngeh juga sama dia, karena aku cuma kenal tim konsumsweet. Cuma ada bukti foto pernah satu frame bareng.

Selepas itu gak pernah kontak atau ketemu. Tapi beberapa waktu, dimasukkan ke dalam grup Alladzu. Isinya beberapa anak PAY yang mau buat bisnis bareng. Entah mengapa, aku dimasukkan ke sana. Aku ikut aja.

Di grup itu, ada yang namanya Heru dan Aji yang suka banget menyandingkan aku sama dia. Aku gak pernah gubris karena merasa gak mungkin terwujud. Wong aku lagi proses ta'aruf sama yang lain.

Tahun 2015

Ternyata ta'arufku gagal. Di awal tahun itu pula aku resign dari kantor yang hampir 2 tahun kutempati. Sempat bekerja 3 bulan di kantor lain, hingga memutuskan untuk hijrah ke Bogor menemani Mama yang sendiri dan sakit. Keputusan yang cukup besar.

Hingga 6 bulan aku tidak bekerja. Agak frustasi karena tidak menghasilkan uang sendiri. Di saat itu, sekitar bulan Juli (kalau tak salah, aku agak lemah dalam mengingat detail waktu, nama, tempat), aku diajak jalan-jalan menginap semalam ke Puncak oleh beberapa teman PAY. Ia ikut.

Bagiku semua berjalan normal, hingga tiba kepulangan, teman-teman akhwat menyampaikan padaku bahwa ada yang mau datang ke rumah melamarku. Aku shock. Siapa?

Fahmi.

Jujur, tidak pernah ada bayangan bahwa ia punya rasa padaku. Aku sendiri tidak begitu yakin sebab usiaku lebih tua 2 tahun darinya dan sedang tidak bekerja. Terbayang bahwa aku hanya akan menyusahkannya. Tapi kusimpan dalam hati. Aku tidak pernah menolak siapa pun yang ingin datang. Maka kuiyakan saja.

Sepanjang jalan, aku berpikir, inikah saatnya? Mengapa terasa berat bagiku?

Sesampainya di rumah, disaksikan kawan-kawan PAY, ia menyampaikan maksudnya ke Mama. Mama menyuruhnya kembali bersama orangtuanya pekan depan. Sebab ternyata, ia belum izin pada keluarganya. Aku hanya diam. Sibuk dengan pikiranku sendiri yang meragu. Bagaimana bisa seorang lelaki yakin melamar, sementara keluarganya belum tahu? Feelingku tidak enak terhadap restu keluarganya.

Seminggu kemudian, feelingku terbukti. Ia tidak diizinkan menikah. Namun aku malah lega mendengarnya. Tidak sedikit pun kecewa. Malah merasa senang, menjadi pengalaman pertamanya berani mengajukan taaruf. Aku menghiburnya bahwa kegagalan ini untuk bekal taaruf lainnya dengan yang lebih baik.

Tahun-tahun berlalu tanpa ada perasaan sedikit pun tentangnya. Namun pernah ada teman akhwat PAY yang hendak umrah/haji (tahun 2016 sepertinya) datang ke rumahku bertanya apa hubunganku dengan Fahmi?

Aku bingung ditanya begitu, aku tanya lagi apa maksudnya? Mengapa tiba-tiba dia menanyakan hal seperti itu?

Ia bilang, tadi sebelum berangkat ke Bogor, ia dititipi doa oleh Fahmi. Fahmi minta didoakan di Mekah dengan namaku bersanding dengannya. Aku kaget. Akhirnya aku cerita bahwa pernah tahun 2015 dia mengajak ta'aruf, tapi gagal. Dan tidak ada kelanjutan. Kami tidak saling menunggu. Bahkan aku sedang proses dengan yang lain.

Sempat bilang ke Mama, apakah jangan-jangan doanya itu yang menyebabkan aku gagal ta'aruf dengan yang lain? Sebab doanya mungkin jauh lebih khusyu dibandingkan diriku. Bahkan aku tak pernah terpikir cara yang ia lakukan. Menitip doa pada orang yang menuju tempat diijabahnya doa. Baitullah.

Tapi kembali husnudzan dan menjaga hati untuk tidak GR.

Waktu berlalu hingga tahun 2018 tiba.

Aku sudah sampai pada kesimpulan, bahwa aku siap bila Allah tidak takdirkan aku berjodoh dengan hambaNya di dunia. Meski ikhtiar tetap kulakukan. Doa dan proses ta'aruf tetap kujalani. Berkali-kali gagal hingga aku terlatih patah hati dan tidak excited dengan segala kemajuan yang ada. Aku terbiasa prepare the worst for the best.

Juli 2018.
Empat hari setelah aku gagal ta'aruf sekian kalinya, Kak Tika dari PAY menghubungiku. Bertanya tentang Fahmi. Kupikir beliau sedang mencari tahu dan ingin ta'aruf dengannya. Ternyata, ia menyampaikan maksud Fahmi yang ingin mencoba kembali ta'aruf denganku. Aku kaget. Kukira sudah selesai perasaannya padaku. Aku memastikan apakah ia sudah diizinkan untuk menikah oleh keluarganya. Kak Tika bilang sudah lampu hijau. Maka bismillah, aku terima tawaran itu.

Namun lagi-lagi, ia tak langsung follow up pekan depannya. Hingga kuhubungi Kak Tika memastikan, bahwa aku tak mau menunggu ketidakpastian. Kalau sampai pekan depannya lagi tidak datang, aku akan ta'aruf dengan yang lain. Sebab ada beberapa proposal biodata yang ditawarkan kepadaku.

Pekan depannya ia datang bersama Bang Zul, salah satu founder PAY. Bertemu Mama menyampaikan maksud. Lagi, Mama minta ia datang bersama orangtuanya. Agar tidak seperti tahun 2015. Pekan depannya lagi, ia datang bersama Ayahnya. Sayang, ayahnya bilang kakaknya agak keberatan jika menikah di tahun 2018, sebab awal tahun kakak laki-lakinya juga baru menikah.

Kembali ganjalan kutemui. Aku sudah pasrah dan bilang sama Mama untuk dihentikan saja. Sebab aku tak mau menunggu lama (Juli 2018-tahun 2019). Aku tak mau membuat setan bahagia dan menggodaku dalam penantian. Aku ingin proses baik yang disegerakan sesuai syariat. Aku pun bilang ke Kak Tika, jangan kecewa jika aku dan dia gagal lagi (Kak Tika salah seorang yang menyaksikan ia ta'aruf denganku di tahun 2015).

Namun ternyata, Allah menakdirkan lain. Ia berjuang dan berhasil mendapat restu hingga 19 Agustus 2018 ia datang bersama ayah, uwa, dan bibinya untuk melamar resmi, menentukan tanggal, dan segala macam.

Dan sampailah di tahap ini. Menjaga hati dan diri hingga insya Allah Ahad, 14 Oktober 2018 kami akan menikah.

Begitulah...

Jika kamu tidak disandingkan dengan orang yang namanya kamu sebut dalam  doamu, mungkin kamu akan diperjuangkan oleh orang yang sering menyebut namamu dalam doanya.

Yakinlah saat melepaskan seseorang yang kamu cinta, karena Allah. Sebab Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Bisa saja jodohku tetap kamu, tapi kita akan bertemu dalam keadaan siap untuk membangun rumah tangga berkah bahagia.

(Arif Rahman Lubis)

Meta morfillah

15 September, 2018

Natajul ibadah (Kenikmatan beribadah)

NATAJUL IBADAH/KENIKMATAN BERIBADAH

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi/beribadah kepada-Ku."
Q. S. Az Zariyat [51]:56

Tidak sebatas ibadah mahdoh (shalat, zakat, puasa), termasuk bermuamalah juga ibadah. Hablumminallah, hablumminannaas. Seperti janji kita bahwa shalatku, ibadahku, matiku untuk Allah.

2 syarat diterimanya ibadah: ikhlas dan sesuai syariat. Dalil Q. S. Al Mulk: 2.

Ibadah asal maknanya tunduk/patuh. Ibadah adalah ketaatan yang penuh dan cinta yang sempurna. Dasarnya cinta, hingga tidak berat melaksanakannya.

Yang mengaku cinta pada Allah, tapi tidak taat, maka ia belum beribadah.

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q. S. Ali Imran [3]: 31)

Buah dari ibadah yang benar:
1. Meningkatnya keimanan
Ibadah yang dilakukan bukan semata menggugurkan kewajiban.
2. Semakin kuat penyerahdirian pada allah/pasrah
Yakin akan kemenangan Allah.
3. Ihsan dalam beribadah
Merasa senantiasa diawasi oleh Allah.
4. Ikhbat/tunduk
Kesadaran dan dorongan hati, bukan formalitas belaka.
5. Tawakkal
Sebab kewajiban kita adalah berikhtiar, hasilnya serahkan pada Allah. Apakah dakwah kita berhasil atau tidak, tak usah dijadikan tujuan.
6. Muncul mahabbah/rasa cinta Allah
7. Muncul roja'/harapan akan rahmat Allah
8. Taubat
9 Berdoa
"Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan." (Q. S. As Sajdah [32]: 15-16)
10. Khusyu

Ketika semua itu tercapai, itulah yang dibilang bertakwa. Dan Allah akan mudahkan segala urusan, berikan keberhasilan duniawi dan ukhrawi.

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

Kaidah 6: Dai adalah contoh nyata dan cermin bagi dakwahnya

KAIDAH 6: DAI ADALAH CONTOH NYATA DAN CERMIN BAGI DAKWAHNYA

Dai sudah seharusnya menjiwai setiap hal yang disampaikannya. Sebab dai adalah role modelnya/sorotan.

Jika dai tidak istiqomah, kelak masyarakat akan ragu dan melemahkan dakwah yang ia perjuangkan. Hal itu juga bisa jadi peluang bagi orang-orang yang benci islam dengan menjadikannya sasaran empuk.

Berdoalah sebagaimana Nabi Musa,
'Lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim,"
Q. S. Yunus [10]: 85

Salah satu indikasi melemahnya seorang dai, ketika kepribadiannya tidak sesuai dengan apa yang ia sampaikan.

Contoh seorang sahabat yang konsisten dengan perkataannya: Abdullah bin huzafah as sahmi.
Ia disuruh masuk agama nasrani oleh Raja Romawi. Namun ia menolak, hingga dijadikan sasaran panah, diancam dimasukkan ke air mendidih. Ia tetap menolak, dan menangis. Raja bertanya, ia menangis karena apa, apakah takut? Ia menjawab bahwa seandainya punya 100 nyawa, ia akan korbankan semuanya untuk di jalan Allah. Raja romawi tertegun, lalu kaum nasrani segera memeluk islam tanpa paksaan, ketika melihat akhlak sahabat tersebut.

Jika dai konsisten, maka perkataannya dapat diterima masyarakat. Jika tidak, jangan harap akan diterima. Pesan akan luntur karena kepribadian yang tidak sesuai ucapan.

Maka sebelum menyampaikan materi dakwah, sudah terlebih dahulu materi itu dijiwai dan diamalkan dalam keseharian.

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

Text Widget