Pages

31 January, 2010

malem minggu??

“eh cantik,,kok maen gundu si ma ponakan? Ga malem mingguan?”

“semua malem sama bagi saya, sama-sama gelap bang dan waktunye buat istirahat. Tiduuurr..”

“haha,,bisa aja si eneng geulis nih. Ga punya pacar neng?”

“mang ape bedanye malem minggu ma malem biasa bagi abang?”

“yaa,,biasanya mah malem minggu ntuh buat orang yang pacaran neng. Nanyanya aneh –aneh aja nih si eneng.”

“hmm,,,”

“kenapa neng?”

“ah,,nggak. Cuma prihatin aja.”

“prihatin? Prihatin ma siapa neng?”

“sama yang punya pikiran tentang malem minggu kaya abang.”

“loh,,kok??”

“gini bang,, kalo malem minggu itu malemnye buat orang pacaran. Berarti di malem senen, malem selasa, malem jumat pade kaga pacaran donk? Kalah sama aye bang.”

“oohh,,,si eneng punya pacar toh. Sering diajak jalan-jalan ya,, ga hanya malam minggu aja?”

“punya donk. Dia itu kekasih sejati saya bang. Karena sejatinya ya dia memang sejati bang. Satu-satunya yang pantas untuk diberi cinta mati saya. Tiap hari saya selalu komunikasi sama dia. Minimal lima kali panggilan lah sehari. Tiap saat juga dia menjaga saya. Kalau saya salah, dia suka member teguran lewat surat cintanya. Pokoknya indah deehh…”

“si eneng puitis amat euy. Mang anak mana cowonya neng?”

“heheh,,,dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan bang.”

“eh,,kaya pernah denger tuh kalimat. Kalo ga salah pas khutbah salat Jumat dah??”

“hehe,,masa? Itu kan terjemahan Q. S Al Ikhlas ayat 3 bang. Eh udah mau maghrib, saya mau pulang dulu bang. Bentar gy kekasih saya manggil. Dah abang. Assalammu’alaikum.”

“kumsalam..” bukannya yang dimaksud di surat Al Ikhlas itu Allah ya?? batin si abang

Sementara si abang terbingung bingung, si eneng asik melahap pecel ayam sebelum shalat maghrib.




**note ini merupakan Setengah kisah nyata si penulis, Setengah karangan si penulis.
Tapi yang jelas si penulis bikinnya bukan Setengah hati. (^_________________^)

1

butuh hujan untuk melihat pelangi
butuh pekat malam untuk melihat mentari
jangan kau kira
abjad telah khatam
diri kemudian bertahta
sedang bismillah belum merasuk
tak butuh sejuta
hanya satu
satu nyawa
tanpa embel-embel !

Sadar

buanglah yang keruh
ambillah yang jernih
karena tiada yang sempurna
segalanya indah karena perpaduan

dasarnya pun
tiada yang terpuji
kita semua ada cela
hanya saja DIA menutupi
segala aib kita
karena DIA adalah Al-Gofur

mungkin kalian yang menilai
bahwa mereka berlian
sedang kau rongsokan

Janganlah begitu
sungguhpun seperti itu,
jadilah rongsokan yang khas
karena kalian
makhluk Tuhan paling bermartabat
Jaga selalu martabat itu
Jangan sampai lebih hina nista
dibanding musuhmu,
Iblis

SADAR!!

-renungan pagi hari, 28 Januari 2010-

huruf-huruf pembawa pesan

hiruk pikuk
menanti kabar
rebut merebut
longok sejenak
desah kecewa
"aah,,B"
kagum tertahan
"Alhamdulillah, A"
bahkan heboh!
"Huwaa,,,C"
"Kampret,,,D"

maki dan puji melebur..
lebih dan kurang dibahas
tak henti memamah
mencari celah pengandaian
asal bukan diri yang salah!

aaaaahh,,,begitulah suasana
kala huruf-huruf pembawa pesan
tiba berkunjung

Duhai

duhaaii...
sejenak hilang kabar
bukan itu
hanya membelah diri
di singgasana lain

duhaaaii,,,
dahulu tak mau terlibat
sekarang justru tertambat
bukan lupa pada cita

duhaaii,,
kiranya manis itu datang
dinanti-nanti bak pangeran

DUHAI..

inspired from Film "SANG MURABBI"

Ada dua hal yang mesti kita ingat. Kebaikan orang lain
sama diri kita. Dan keburukan diri kita sama orang lain.
Tapi ada dua hal juga yang mesti kita lupakan. Kebaikan diri kita pada orang lain
dan keburukan orang lain pada diri kita.


Allah telah berfirman: “Sesungguhnya, Aku ciptakan langit dan
bumi ini, wahai manusia, buat kamu untuk berfikir, untuk menelaah
bagaimana kamu menjalani hidup ini”.

Dakwah ini kan ibarat kita lagi buka lahan sawah. Kita cari benih yang
baik.. kita cari lahan yang baik.. kemanapun kita cari. Nah, kalo dapet
benih.. kita tabur deh tuh ke padang yang baik juga. Nah sekarang udah
kita tanam, kita masukin aer, nah ketika aer masuk.. ada yang dateng,
belut yang dateng. Soalnya kita mau sibuk sama sawah apa mau sibuk sama
belut..?

Begitu sering kita mempermasalahkan dan berfokus hal-hal yang haram, padahal masih BANYAK hal-hal Halal yang dapat kita lakukan. Mengapa senantiasa memperdebatkan?
Saling nasehat-menasehati lah kawan, jangan berpecah belah. Lakukan apa yang sudah jelas kewajibannya(sahih menurut Qur'an dan Sunnah).

Seonggok kemanusiaan terkapar.
Siapa yang mengaku bertanggung
jawab?
Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya,
semua atau sebagiannya


-JUST SHARE menurut Meta-

cerpen ketiga tha (^__________^)

NO ME AMES (Jangan Mencintaiku)
Oleh : Iska Meta Furi

Hujan terus membasahi bumi. Seakan memuntahkan isi langit yang penuh. Bulan Januari yang basah. Bahkan ada yang berseloroh Januari itu akronim dari hujan sehari-hari. Cuaca dingin melengkapi. Orang-orang berlalu lalang memakai baju terhangat yang mereka miliki. Dan disinilah fila terpekur. Sendiri. Dalam gazebo mini di taman kompleks tempat tinggalnya, ia asyik mengamati langit yang berawan. Dalam hatinya berkecamuk berbagai pikiran yang membuatnya resah. Teringat olehnya awal perjumpaan setahun yang lalu. Waktu itu juga sedang hujan..

“duh, kenapa hujan sih! Dari kemarin bawa payung gak hujan-hujan. Giliran payungku ketinggalan aja sekarang, eh,,malah hujan. hmmpp,,, gimana nih, gak ada ojek payung lagi.” Fila membatin.

Ditunggunya hujan agak reda, namun sampai setengah jam ternyata hujan makin besar. Melihat hal itu, fila memutuskan untuk menunggu di area hotspot kampus yang terletak di lantai tiga. Hari sudah beranjak sore, jam menunjukkan pukul lima. Hanya tinggal segelintir orang yang masih berada di kampus. Kebanyakan sudah selesai kuliah dan pulang dari pukul tiga. Fila pun begitu, namun ia ada sedikit urusan mengurus surat proposal untuk kegiatan pameran fotografi sehingga ia baru selesai pukul empat. Dan hujan pun turun, membuat ia terjebak di kampus. Area hotspot di kampus fila merupakan sebuah aula yang terbuka. Sehingga jika bediri di tepian dindingnya dapat menikmati pemandangan kampus yang hijau oleh pepohonan rindang.

Kala asyik memandangi buliran air hujan yang jatuh, tiba-tiba fila mendengar sayup suara seorang lelaki yang sedang mengaji. Suaranya begitu merdu, syahdu. Ia mencari tahu siapa lelaki bersuara merdu itu. Dan didapatinya lelaki itu duduk di kursi yang berseberangan dengan dirinya. Fila mengamati wajahnya, lelaki itu cukup manis, dengan sedikit janggut di dagunya. Fila kagum padanya, karena ia tak perduli dengan keadaan sekelilingnya. Lelaki itu terus mengaji. Semakin lama mendengar suaranya, fila terhanyut. Tiba-tiba lelaki itu berhenti mengaji dan beranjak pergi. Rupanya hujan telah berhenti. Fila pun segera berkemas pulang dnegan membawa rasa ingin tahu tentang siapa lelaki itu, jurusan apa. Satu kampuskah mereka?

Rasa ingin tahu fila pun terjawab seminggu kemudian. Ternyata lelaki itu bernama Dani, dan ia merupakan kawan akrab irfan, teman sekelas dan seorganisasi fila. Melalui irfan, fila berkenalan dengannya. Ternyata irfan adalah salah seorang anggota ROHIS di kampusnya. Tutur katanya sangat lembut dan baik. Dan hal itu membuat fila jatuh hati padanya. Kekuatan cinta itu pun membawa fila dalam perubahan yang besar. Fila kini berjilbab dan sering mengikuti kajian-kajian islam. Tutur katanya pun menjadi lebih santun dan lembut. Semua itu karena Dani.

Delapan bulan fila mengenal Dani. Dan di suatu siang yang terik, irfan memberitahukan pada fila bahwa Dani akan menikah. Ternyata sudah sebulan Dani berta’aruf dengan seorang teman akhwatnya. Berita itu bagaikan petir di siang bolong bagi fila. Ia menahan tangisnya dan berusaha tersenyum pada irfan yang mengabarkannya. Seminggu lamanya fila jatuh sakit. Hatinya tak kuasa membayangkan Dani bersanding dengan wanita lain. Ia merasa perubahan dirinya selama ini sia-sia. Dan itu membuatnya lemah.

Di tengah sakitnya, riri sahabatnya menjenguk dan menanyakan kenapa ia sakit. Fila pun tak tahan untuk menceritakannya pada riri. Riri yang iba melihat keadaanya berkata,”jangan sedih saudariku. Perubahan yang terjadi pada dirimu tak akan tersia. Bukankah kau sering ikut pengajian. Ingatkah kau bahwa cinta yang hakiki itu adalah cinta-Nya. Cinta matimu hendaklah ditujukan pada hal yang sejati. Yaitu hanya pada-Nya. Luruskan kembali niatmu, sayang. Mungkin ia memang bukan yang terbaik untukmu dan kau bukan yang terbaik untuknya. Berdoalah padaNya agar kau diberikan kekuatan dan petunjuk untuk melupakan dia dari hatimu. Jagalah hatimu selalu. Tenanglah sayang, akan selalu ada pelangi setelah hujan. dan tak lama mentari kan bersinar.”

Fila pun terhenyak, dan menangis karena ia telah merasa menduakanNya. Ia berupaya mati-matian berubah demi makhlukNya yang alpa jua buta. Ia malu. Padahal ia sering mengikuti pengajian, tapi hatinya tak pernah ada di situ. Ia pun beristigfar. Dan esoknya fila kembali sehat. Fila kembali menampakkan keceriaannya dan berusaha tersenyum setiap kali bertemu Dani. Fila sudah bertekad untuk memperbaiki diri dan hanya berusaha mencintai-Nya setulus hati.

Waktu pun bergulir, dan tanpa terasa hampir dua bulan sejak peristiwa sakitnya. Lalu kemarin, kakak kelasnya, Raja menembaknya. Memintanya menjadi pacar. Dengan tegas ia menolak. Karena ia hanya ingin berpacaran setelah menikah. Fila yang kini adalah fila yang baru, sudah berubah dan menjaga dirinya dengan hati-hati.


Setahun sudah, aku berubah. Aku menggapai jalan-Mu. Begitu banyak rintangan yang kuhadapi ya Allah. Aku menginginkan cintaMu ya Allah. Cinta yang abadi, dan tak butuh alaan. Karena memang itulah fitrah diriku. Cinta tertinggi, yaitu cinta memberi. Aku tak mau dicintai hanya oleh makhlukMu.

“NO ME AMES. Jangan cintai diriku.” Batin fila.

***

29 January, 2010

AAAAAARRRRRRRGGGGGGHHHH,,,SEBEEEELLL

jenuh juga jadinya
semuanya enak aja nyuruh-nyuruh
surat-surat yang membuat mual
segala tetek bengek berkaitan dengan SIAKAD lah
saya senang menolong orang dan menunaikan amanah
tapi gak gini caranyaa
mentang-mentang saya susah berkata "TIDAK"
kalian manfaatkan

ohh,,duniaa...
menyesakkan rasanya
saya udah gak mau pusing deh,
udah coba berpikir positif..
BERHASIL..sangat
tapi,,kala raga takluk
semangat mengendur
migrain kambuh
menghambat pikiran positif
eehh,,seenaknya aja nyuruh lagi!
Dan yang paling menyebalkan itu,,masalah SIAKAD,,
udah tau susah banget aksesnya
masih aja maksa saya buat online
mantengin KHS dan KRS kalian.
Dipikir enak apa,,gy migrain liat layar bercahaya!!

coba urus sendiri donk urusan kamu!!!

16 January, 2010

ah,tapi,,

Inginku,,
Seperti karang, yang kuat dihempas gelombang
Ah tapi,,lama-lama terkikis juga.
Inginku,,
Seperti kupu-kupu yang bermetamorfosa,
berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan saat jadi kepompong
ah tapi,, seminggu saja umurnya
inginku,,
seperti boneka darma, yang segera bangkit tiap kali dijatuhkan
ah tapi,, hanya dianggap pajangan

lalu, adakah kesempurnaan di hidup ini?
Setiap hal baik selalu ada jeleknya. Begitu banyak kata-kata bijak tentang memandang hidup.
Ah tapi,,,

Tekad, keteguhan, percaya yang tiada henti harus ditanamkan.
Ah tapi,,kaki ini selalu gatal ingin berlari.
Lari,,lari,,sejauh mungkin.
Ah tapi,,aku paling tak suka olahraga, terutama berlari.
Aku tak sanggup.
Jadi,,sampai dimana kita??
Selama dunia ini masih berisikan manusia-manusia yang berpikiran, adakah zona aman dan nyaman takkan terusik?
Sudah tahu yang dimaksud,,
Ah tapi,,

pidato pertamaku,,

lagi nyari sebuah arsip, eh ketemu buku catetan pas ngaji. Iseng-iseng tha baca lagi. Wiidiiihh,,ternyata tha dulu(semasa ngaji) udah lebih canggih dibanding sekarang, yang dah ga aktif apa-apa. Ada naskah pidato pertama tha tertera tanggal Minggu, 23 Maret 2003, yang tha bikin sendiri. Dengan naskah buatan sendiri ini, ternyata tha MENANG, juara 1 lawan pengkajian se-Jakarta(ada yg dari pasar minggu lawannya,bagus juga, ikhwan,,)

neyh naskahnya..

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalammu’alaikum wr. Wb

Alhamdulillah,,Alhamdulillah illadzi arsalaa rasulahu bil huda wa dinil haq. Liyuzhirahu alad dini kullihi wa kafa bil laahi syahida. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu.
Allahumma salli wa sallim wa baarik alaa Muhammad, wa alaa aalihii wa sahbihi wa man tabi’ahu bi ihsaani illaa yaumiddiin.

Segala puji hanya milik Allah yang mengutus rasulnya Muhammad SAW. Shalawat dan salam kesejahteraan atas Nabi Muhammad SAW, atas keluarganya, juga atas seluruh sahabatnya dan para pengikutnya yang setia sampai akhir jaman. Mudah-mudahan kita semua termasuk di dalamnya. Amiiin..
Hadirin dan hadirat yang saya hormati,

Tidak terasa oleh kita hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Rasanya begitu cepat waktu berjalan. Kini kita sudah berada di tahun Hijriyyah 1424. Alhamdulillah, Allah SWT telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang mulia ini, yaitu bulan Muharram 1424 H.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia,
Bagaimana caranya kita menyambut tahun baru Islam ini? Apakah dengan pesta kembang api, begadang semalam suntuk atau tidak ada tanggapan sama sekali?
Dalam hal ini, Allah SWT telah menuntun secara jelas bagaimana cara menyambut tahun baru hijriah ini. Allah menjelaskan dalam Qur’an surah Al Hasyr ayat 18 yang artinya sebagai berikut :
“wahai orang-orang beriman, hendaklah kalian takut pada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok. Bertakwalah pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menjelaskan bagaimana cara menyambut tahun baru hijriyyah ini, ialah dengan introspeksi diri, mawas diri, dan melihat masa yang lalu untuk masa yang akan datang.
Cobalah sendiri pada kesempatan yang sangat baik ini. Yang jelas usia kita semakin bertambah, namun apakah amalan baik kita juga bertambah seiring bertambahnya usia kita?
Meskipun usia manusia bertambah, namun pada hakikatnya justru kesempatan hidup semakin sempit. Dengan semakin sempitnya kesempatan hidup ini, berarti kita dituntut untuk memanfaatkan sisa usia kita dengan sebaik-baiknya.

Kalau tahun yang lalu belum shalat, tahun ini mulailah shalat. Tahunlalu cukup shalat di rumah, tahun ini cobalah untuk shalat di masjid atau mushalla.
Dengan demikian, tahun baru hijriyyah ini marilah kita jadikan sebagai motivasi terhadap diri kita masing-masing untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal saleh sekaligus berusaha menjadi orang yang mempunyai nilai lebih. Seperti yang telah disabdakan Rasulullah SAW yang bunyinya sbb :
“khairun naasi man too la umruhu wa hasuna amaluhu wa syarunnaasi man too la umrohu wa saa a amaluhu”
-->Sebaik-baik orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sebaliknya orang yang jelek ialah orang yang panjang umurnya jelek amalnya.

Jadi intinya dalam menyambut tahun baruhijriyyah ini, kita harus hijrah dari yang buruk ke yang baik. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S An Nisa ayat 100 yang artinya:
“siapa yang berpindah pada jalan Allah, niscaya akan diperolehnya di bumi ini rizki yang banyak. Siapa yang keluar dari rumahnya untuk hijrah pada Allah dan RasulNya, kemudian ia meninggal di tengah jalan, maka sesungguhnya pahalanya telah dijamin Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini menerangkan tentang betapa pentingnya hijrah, apabila kita dalam keadaan gelap menuju terang. Dan ayat ini juga menjelaskan betapa tinggi nilainya ganjaran yang akan diberikan Allah pada hamba-hambaNya yang berhijrah ke jalan Allah.
Marilah hadirin dan hadirat yang berbahagia, janganlah ragu untuk berhijrah ke jalan Allah.

Itulah bapak, ibu dan saudara/i-ku sekalian..
Sepatah dua patah kata yang dapat saya sampaikan dalam pidato saya kali ini. Semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya.
Demikian lebih kurangnya saya mohon maaf. Bila terdapat kesalahan kata-kata, semata-mata itu semua datangnya dari saya sendiri.
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalammua’alaikum wr. wb


Naahh,,ga nyangka kaan,,
canggih juga yaa,, sekarang aja tha masih ga pernah percaya, kalo tha pernah secanggih itu, nyari dalil-dalilnya itu dapat ide darimana ya??
kesannya dah paham banget ma Qur'an,,,
aduuhh,,,jadi malu sama diri sendiri di 7 tahun yang lalu..(-_-"")

Text Widget