Pages

11 September, 2025

[Review buku] Get ready



Judul: Get Ready
Penulis: A. L. Wijaya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 21 bab (epub), cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: -

Satrio memiliki bakat dalam menghitung. Ia selalu merencanakan aksi pencuriannya dengan teori probabilitas dan numerologi. Bersama Dimas, ia mencuri dari orang kaya yang memiliki harta kotor dan mengumpulkan biaya operasi mata untuk adiknya, Rinjani. Nahas, kejadian saat Dimas tidak sesuai prosedur yang dirancang dan mengakibatkan terbunuhnya seseorang, membawa rentetan kegagalan dalam aksinya. Hingga ia berakhir di penjara. 

Saya antre buku ini di RBK sebab tergolong new book. Namun setelah menamatkannya, rasanya seperti mengawang. Idenya seru, bayangan seperti di film action atau semacam money heist. Tapi, dasarnya kurang kuat untuk motif dan karakter. Seperti apa yang dilakukan Handoko? Kronologis ia dijual oleh orangtuanya? Penyelesaian saat Handoko mati, masak iya bebas gitu aja? Karakter Satrio sebenarnya, sayang atau tidak sama adiknya? Untuk apa uang banyak dikumpulkan tapi hidup tetap biasa? Too much kejanggalan bagi saya. Belum lagi motif Benny, Nadine dan juga Dimas yang dangkal. Semoga penulisnya lebih memerhatikan kekuatan karakter dan motif yang bila diperbaiki pasti akan keren banget ceritanya.

Cocok untuk yang suka action pencurian, perhitungan matematis, dan strategi dibalut fiksi.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #getready #alwijaya #metamorfillah #fiksi

10 September, 2025

[Review buku] Bright Mom



Judul: Bright Mom
Penulis: Ifa Avianty
Penerbit: Gema Insani
Dimensi: 272 hal, cetakan pertama April 2022, edisi digital ipus sulteng
ISBN: 9786022509202

Bagaimana cara menjadi bright Mom yang dimaksud?

Dalam buku ini, penulis menjabarkannya dengan gamblang. Dibagi menjadi 7 chapter. Di awal kita diminta menyadari fase sebelum menjadi ibu, yang tentunya amat berbeda setelah menjadi ibu. Lalu chapter 2 bagaimana menjadi ibu seutuhnya, dengan 'menikmati' fase hamil-melahirkan-menyusui. Masuk ke chapter 3, menjadi ibu yang cerdas, ada banyak kasus dan solusi yang ditawarkan untuk tiap permasalahan anak.

Lalu di chapter 4, mengajak ibu menyelami peran dengan her soulmate alias pasangan alias suami, agar tidak lelah sendiri. Chapter 5, menyadarkan ibu untuk memperhatikan dirinya sendiri, yakni me & me. Chapter 6, membuat ibu terkoneksi dengan her god/Tuhannya, sehingga mampu mendidik dan menghasilkan generaai rabbani. Terakhir ditutup dengan kisah nyata para ibu tough bright mom yang berjuang di kondisi tidak ideal. Bab terakhir ini adalah favorit saya.

Awal meminjam buku ini, saya tertarik pada covernya yang cerah dan lucu. Saat membaca, tipologi, layout, dan pemilihan font serta warnanya terasa segar dan nyaman di mata. Isinya pun seru, aplikatif. Hanya di beberapa part, saya kurang suka dengan banyak kutipan yang penulis ambil lalu disatukan. Lebih asyik dibagi insightnya saja, jadi lebih asli khas penulis.

Cocok untuk yang suka calon ibu, ibu yang mau upgrade jadi bright mom, dan suami yang ingin membantu istrinya upgrading.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #brightmom #ifaavianty #metamorfillah #nonfiksi

08 September, 2025

[Review buku] Namaku Alam (1)



Judul: Namaku Alam (1)
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: KPG
Dimensi: 438 hal, cetakan ketigabelas April 2025
ISBN: 9786231340825

Alam lahir tahun 1965, tanpa tahu wajah Bapak. Hanya ingatan usia 3 tahun, ia pernah dipangku Bapak. Setelahnya hanya ada Ibu, Yu Kenanga, dan Yu Bulan. Tahun 1970, saat usianya 5 tahun, ia resmi menjadi yatim sebab Bapaknya dieksekusi tembak mati. Sejak itu, hidup tak pernah mudah baginya. Kutukan "keluarga tapol" yang diberikan Bapaknya membuat ia selalu merunduk dan menahan diri. Terutama dari keluarga besar ibunya. Meski demikian, ia tumbuh sebagaimana anak lainnya. Bersahabat dengan Bimo, mengalami masa SMA luar biasa di Putra Nusa, dan tentu jatuh cinta. Kekuatan fisiknya yang terlatih oleh karate dan kekuatan otaknya yang memiliki photograpic memory harusnya membuat ia berprestasi dan terkenal. Namun di masa itu, keluarga eks tapol tidak memiliki pilihan, bahkan untuk memperjuangkan cinta. Bagaimanakah Alam berdamai dengan dirinya?

Setelah melihat sudut pandang keluarga Tapol di luar negeri yang tak bisa kembali di novel "Pulang", kini penulis memberikan PoV keluarga Tapol yang bertahan di dalam negeri. Sama sulitnya. Sama sedihnya. Melalui Alam, kita menelusuri sejarah negeri yang berlubang dan tidak ada di buku teks sejarah sekolah. Bagian paling menyedihkan bagi saya tentu saat Yu Kenanga menceritakan masa kelam di Budi Kemuliaan, bagaimana ibunya bertahan diinterogasi dan dilecehkan demi menjaga anaknya.

Saya terngiang kalimat "Pilihkan ayah/ibu terbaik untuk anakmu. Itulah hadiah terbaik yang bisa kamu berikan untuk mereka." sebab pergulatan batin Alam. Bukan salah anak, tapi dosa para ayah mencelakakan keluarga. Ilustrasi burung nassar di cover serta bab dan warna merah kesumba melambangkan jiwa Alam terhadap Bapak dan lingkungannya.

Banyak pula wawasan yang saya dapatkan terkait keadaan di masa itu. Salah satunya terkait periode tahun ajaran yang digeser ke tengah tahun terjadi di 1979. Buku ini berlanjut ke Namaku Alam (2) yang seharusnya berkisah hingga Alam berusia 33 tahun. Sementara di buku ini terhenti di bagian Alam kelas 2 SMA.

Cocok untuk yang suka sejarah, politik, utamanya kehidupan anak tapol tahun 1965 di Indonesia yang dibalut dalam fiksi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #namakualam #leilaschudori #metamorfillah #fiksi

[Review buku] A good girl's guide to murder



Judul: A good girl's guide to murder
Penulis: Holly Jackson
Penerbit: GPU
Dimensi: 480 hal, cetakan pertama 2024, edisi digital RBK
ISBN: 9786020676050

Pippa Fitz Amobi adalah gadis pintar yang sangat menyukai PR dan belajar. Untuk tugas akhir EPQnya, ia memilih kasus yang tak biasa dan sensitif. Yakni hilangnya Andie Bell 5 tahun yang lalu. Sebab ia yakin pelakunya bukan Sal Singh yang telah bunuh diri. Meski sebentar, Pip pernah bertemu dan ditolong oleh Sal. Ia merasakan ketulusan dan ketidakmungkinan secara psikologi untuk pribadi Sal membunuh. Ia pun menelusuri dan cross check ulang dari media serta wawancara dan napak tilas bagaimana Andie Bell hilang dan kemungkinan dibunuh. Sayangnya, pembunuh sebenarnya tidak menyukai apa yang Pip lakukan. Ia pun mulai diteror untuk menghentikan penyelidikan. Bersama Ravi, adik Sal, Pip malah semakin yakin akan sebuah kebenaran: Sal Singh orang baik yang tak bersalah. Bisakah Pip membuktikan dan menemukan siapa pelaku sesungguhnya?

Akhirnya, setelah lama antre di RBK kebagian juga. Penasaran sebab banyak yang mengulas bagus buku ini dan ada series filmnya. Memang seseru itu ceritanya. Bagian paling menarik bagi saya justru bukan tentang isi kasus, tapi tugas Pip. Keren banget, ujian akhir SMA sudah kayak penelitian historis mahasiswa tingkat akhir. Ditambah kepribadian Pip yang menarik. Ia bisa begitu keras kepala dan berani jika sudah yakin. Hanya bermodalkan keyakinan bahwa Sal orang baik, ia memulai tugas yang sebenarnya bisa ia pilih hal lain dan lebih mudah untuknya.

Saya tertarik membaca karya penulis lainnya, sayang belum ada banyak di e library. Oh ya, tidak saya beri rating sempurna sebab selera. Kasusnya memang menarik, tapi sepertinya memang untuk remaja jadi penyelesaiannya kurang seru untuk saya.

Cocok untuk yang suka thriller, misteri, dan pembunuhan yang tak terungkap.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #agoodgirlsguidetomurder #hollyjackson #metamorfillah #fiksi

06 September, 2025

[Review buku] The bloody rose



Judul: The Bloody Rose
Penulis: Daras Resviandira
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Dimensi: 21 bab (epub), cetakan pertama 2022, edisi digital ipus sulteng
ISBN: 9786230408021

Reina, seorang detektif swasta yang terbiasa melayani klien terlibat perselingkuhan, tiba-tiba terlibat dalam pencarian buronan 009. Setelah 5 tahun vakum, buronan 009 atau yang dikenal dengan nama Bloody Rose, mulai memakan korban lagi. Bersama Cakra, partner polisinya, Reina menelusuri jejak dan motif Bloody Rose melakukan pembunuhan. Dalam perjalanannya ada beberapa kasus yang berhasil mereka selesaikan. Siapa sebenarnya Bloody Rose? Bisakah mereka menangkapnya?

Seperti biasa, saya tertarik pada buku ini sebab di elib memiliki antrean panjang. Saat mendapatkannya di ipussulteng, saya semangat sekali menamatkannya. Memang page turner, tidak sampai sehari sudah selesai. Namun after readnya, menimbulkan banyak ketidakpuasan di otak saya. Istilah kerennya, banyak plot hole dan saya terganggu.

Contohnya, dari penamaan bloody rose dengan tanda yang ditinggalkan menurut saya tidak nyambung. Lalu, psikologi pembunuh yang terasa menarik di ending rasanya tidak sesuai dengan profilingnya. Surat di ending itu memang twist, tapi malah mengganggu alur yang tadinya sudah saya terima. Mencoba misterius dengan menghadirkan sosok 'tangan kanan' pelaku. Paling ga masuk logika saya, pembunuhannya banyak banget, yang dikonfirmasi asli 62. Tapi tidak didetailkan apa, siapa saja korbannya. Padahal umum di cerita bergenre ini pasti akan terus memperhatikan kesamaan korban. Nah, di sini penulis jauh lebih fokus pada konflik batin pembunuh atau romansanya. Jadi agak aneh. Overall, tetap seru menikmati buku ini untuk hiburan.

Cocok untuk yang suka thriller, misteri, dan pembunuhan berantai.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #thebloodyrose #darasresviandira #metamorfillah #fiksi

04 September, 2025

[Review buku] Mencintaimu sampai kau mau



Judul: Mencintaimu sampai kau mau
Penulis: Kurniawan Gunadi
Penerbit: Bentang
Dimensi: 83 prosa (epub), cetakan pertama Maret 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786231860606

Siap hanyut dalam kalimat puitis, romantis, dan reflektif? Terutama untuk kamu yang sedang berjuang mencintai seseorang dengan cara yang Allah suka, atau memenangkan cintamu hingga surga, buku ini cocok banget!

Meski pendek tulisannya, tapi gaungnya lama bila kamu tergugah. Itulah pengalaman pribadiku sendiri. Kali pertama baca buku ini di Desember 2024, dan baru kutamatkan September 2025 ini. Why? Faktor pertama, ketidaknyamanan alih digital ke format epub di ipusnas. Aku terganggu sekali dengan font serta mode halaman yang aneh (per prosa, bukan halaman. Scrolling ke bawah, bukan swipe). Kedua, tulisan reflektif ini 'ngena' banget untukku. Jadi, saat mau mulai pinjam lagi, harus siap fisik dan hati agar kata yang meresap jadi kekuatan. Memang itu karakter penulis, makanya saya suka karyanya.

Ada satu tulisan berjudul "Menanti tulisanmu" yang aku tahu itu tulisan lama di tumblr penulis, sebab pernah dikirimkan seseorang sebagai motivasi untukku menulis. Makanya, buku ini cukup berkesan bagiku. Namun tidak kuberi bintang sempurna, sebab teknis di ipusnas. Mungkin kalau aku baca buku fisiknya, akan kuberi 5 bintang.

Cocok untuk yang suka diksi puitis, padat, reflektif, dan romantis ala kurniawan gunadi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #mencintaimusampaikaumau #kurniawangunadi #metamorfillah #fiksi

[Review Buku] Always with me



Judul: Always with me
Penulis: Hyun go wun
Penerbit: Haru
Dimensi: 431 hal, cetakan pertama Oktober 2013, edisi digital RBK
ISBN: 9786027742239

Akibat gurauan Kakeknya saat mabuk, terkait warisan perusahaan untuk cicit pertamanya, Sang Yup dipaksa segera menikah. Namun, pernikahan orangtuanya yang dingin justru membuat ia tidak ingin membangun rumah tangga. Beragam wanita yang dibayar ibunya tidak membuatnya tertarik sedikit pun. Hingga ia bertemu wanita berdada rata, kuat, dan bersuara nyaring, Chae Song Hwa. Memulai hubungan dengan permainan gunting-batu-kertas, mereka berpacaran. Meski awalnya main-main, keduanya tidak jujur tentang keluarga masing-masing, ternyata benih cinta menancap dalam hingga menimbulkan pedih, berkorban demi yang dicintai. Perjalanan yang tidak mudah, saat takdir memisahkan mereka sebab masa lalu orangtua. Berjuang mencintai dengan tulus, kini harus melepas dengan ikhlas. Akankah kisah mereka happy ending sebagaimana kisah cinta yang sering mereka baca?

Saya menemukan sisi menarik penulis. Meski baru membaca 2 karyanya, tapi isunya tetap sama: keluarga. Kali ini mengambil kisah mirip keluarga Cinderella, namun satu nilai, betapa pun buruknya keluarga, mereka adalah tempat kembali, berlindung, dan pendukung setia diri kita. Itulah yang membuat saya suka karyanya. Dibandingkan novel sebelumnya (4 ways to get a wife), romansa yang dihadirkan khas Korea banget. Lelaki kaya, pewaris, hamil sebelum menikah, dan lainnya yang biasa bagi kultur drama Korea. Sehingga kurang greget dan khas, tapi saya tetap sedih saat perpisahan Sang Yup dan Song Hwa terjadi, di bagian mereka bolos satu hari untuk bersama. Menyentuh hati sekali, menahan diri sebab cinta tidak selamanya harus egois.

Cocok untuk yang suka romance ala drama korea dan dinamika keluarga.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku 
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #alwayswithme #hyungowun #metamorfillah #fiksi

03 September, 2025

[Review buku] 4 ways to get a wife



Judul: 4 ways to get a wife
Penulis: Hyun go wun
Penerbit: Haru
Dimensi: 400 hal, cetakan pertama Januari 2018, edisi digital RBK
ISBN: 9786027742048

Jung won tidak menyangka adiknya, Hee won akan mengirimkan CV atas nama dirinya untuk melamar sebagai istri kontrak. Orang gila mana yang memasang iklan pencarian itu di koran? Tapi adiknya ternyata lebih gila dengan menanggapi iklan tersebut. Demi menjaga keluarganya sesuai peraturan keluarga yang dituliskan orangtua mereka, Jung won menemui lelaki yang mencari istri kontrak tersebut. Geon Hyeong, sang lelaki itu pun ternyata kaget. Sebab bukan ia yang membuat iklan itu, melainkan mantan kekasihnya, Shin Hee yang akan menikah dengan orang lain. Namun saat Jung won dan Geon Hyeong bertemu, Geon justru tidak ingin melepaskan Jung won. Ada banyak rencana di kepalanya dalam menghadapi politik perusahaan dan keluarga kayanya yang tampaknya akan berhasil bila ia didampingi wanita seperti Jung won. Iklan yang awalnya main-main, pada akhirnya menjadi jalan keduanya merajut kasih. Namun, apakah takdir keduanya bertemu? Bisakah keduanya menyatu dan memiliki kisah happy ending?

Cuplikan iklan yang jadi deskripsi buku ini dan label best seller, membuat saya tergerak meminjamnya di RBK. Ternyata memang page turner. Padahal tebalnya lumayan, tapi kisahnya smooth, sweet, dan hangat. Terutama karakter Jung won dan keluarganya. Bagai menonton drama  romance ala korea, tapi dengan interpretasi bebas imajinasi saya. Wawasan tentang bunga dan impian sederhana Jung won, apalagi kepercayaannya terhadap keluarga, meski naif justru itu yang membuat ia berkesan. Twist yang dihadirkan pun menarik hingga ending. Dari karya ini, saya jadi penasaran dengan karya penulis lainnya dan mencari tahu yang tersedia di elib lain. Ternyata ada buku yang sudah jadi film juga, judulnya 1% of anything. Bisa jadi film yang akan saya tonton kelak.

Cocok untuk yang suka romance ala drama korea dan dinamika keluarga.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #4waystogetawife #hyungowun #metamorfillah #fiksi

02 September, 2025

[Review buku] Pretty girls



Judul: Pretty girls
Penulis: Karin Slaughter
Penerbit: GPU
Dimensi: 472 hal (25 bab + vii surat), cetakan pertama Desember 2019, edisi digital RBK
ISBN: 9786020628196

Keluarga Sam Carrol awalnya bahagia dan harmonis. Namun, saat Julia, putri pertamanya hilang, keluarga itu retak. Sam tidak menyerah mencaritahu kabar putrinya hingga akhir kematiannya. Sementara Helen berjuang move on demi 2 putrinya yang masih hidup, Lidya dan Claire. Perbedaan itu membuat keduanya berpisah, meski mereka masih cinta. Tidak adanya jenazah, membuat tiap anggota keluarga berduka dengan caranya masing-masing hingga berpuluh tahun kemudian. Saat Paul, suami Claire meninggal, ia menemukan sebuah video wanita muda yang mirip dengan Anna Kilpatrick yang dikabarkan hilang. Video itu begitu sadis, berisi penyiksaan, pemerkosaan, hingga pembunuhan sang gadis. Semakin ditelusuri, banyak kejanggalan pada diri Paul. Pernikahan manis dan bagai impian yang dibangun bersama Claire bagai istana pasir yang tersapu ombak. Rapuh dan penuh dusta. Dari video itu pula, mereka menemukan jawaban tentang apa yang terjadi pada Julia dan di mana letak jenazahnya.

Diceritakan dari 3 PoV: sang ayah dengan PoV orang pertama, Claire dan Lidya dengan PoV orang ketiga. PoV ayah sangat dalam dan bikin haru. PoV yang paling saya suka, meski sedikit. Sebab frustasi, harapan, marah, dan emosi lainnya tergambar jelas dan apik. Sementara 2 PoV, Claire dan Lidya menunjang detail perjuangan mereka saat keluarganya hancur oleh tragedi. Ending yang menyakitkan tapi membawa penyelesaian yang paling ditunggu: jenazah Julia. Peran Helen pun menawan saat tahu Claire tersandung masalah, ia berubah jadi ibu yang melindungi. Isu yang dibawa pun ternyata kian besar dan berat, tidak hanya melibatkan Paul, tetapi ada jejaring besar dan banyak nama penting, hingga FBI turun tangan.

Cocok untuk yang suka thriller, detail, dan tidak tertrigger dengan isu penculikan-pemerkosaan sadis-pembunuhan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #prettygirls #karenslaughter #metamorfillah #fiksi

01 September, 2025

[Review buku] Saatnya Ayah Mengasuh



Judul: Saatnya Ayah Mengasuh
Penulis: Ulum A Saif
Penerbit: Strong From Home 
Dimensi: 204 hal, cetakan pertama Desember 2018
ISBN: -

Indonesia termasuk ke dalam fatherless country (negeri tanpa ayah), ketiga di dunia. Banyak anak menjadi "yatim" meski fisik ayahnya masih ada. Sebab pengasuhan dialihkan pada gadget dan dibebankan pada sang ibu saja. Menyikapi fenomena itu, penulis menggagas sebuah gerakan bernama Gerakan Ayah Mengasuh. Melalui buku ini, literasi anti thesis fatherless country dijelaskan dalam 4 bab. 

Bab 1, memunculkan kesadaran melalui pertanyaan "Mengapa ini (mengasuh) penting untuk para ayah?" dengan suri teladan Rasulullah, ragam penelitian masalah anak dan dampak dari ayah mengasuh melalui kisah para ayah lainnya.

Bab 2, "Apa yang semestinya para ayah yakini?" membuka wawasan bahwa setiap terjadi penyimpangan fitrah anak penyebabnya adalah ayah. Ayah pula yang harus banyak berdialog dengan anak dan menjadi benteng agar anak tidak melewati batas.

Bab 3, "Belajar jadi ayah" dengan menyikapi fenomena sekitar, prinsip dan ikhtiar yang bisa dilakukan (one day with ayah, 60 minutes with ayah, dll). Terakhir, bab 4 merupakan kisah nyata lika-liku para ayah mengasuh anak.

Buku ini sepasang dengan Saatnya Ibu Menjadi Ibu (SIMI) yang ditulis oleh istri penulis. Secara kata, lebih sedikit tapi ngena dan bahasanya pas. Khas seorang lelaki yang tidak banyak bicara, tapi dalam ilmu dan praktiknya. Banyak sekali yang menjadi wawasan dan quotes penyemangat untuk mengasuh anak sesuai fitrah. Mata pun terasa dimanja dengan full colour, ilustrasi dan tipografi menarik, bahan kertas dan sampulnya juga bagus.

Cocok untuk yang suka non fiksi, parenting, fitrah based education, dan para orangtua (ayah) yang cinta belajar.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #saatnyaayahmengasuh #ulumasaif #metamorfillah #nonfiksi

Text Widget