Pages

07 March, 2025

[Review Buku] Persona


Judul: Persona
Penulis: Fakhrisina Amalia
Penerbit: GPU
Dimensi: 248 hal, cetakan pertama 2016
ISBN: 9786020326290

Azura yang penyendiri tak menyangka akan mendapat seorang sahabat di kelas XI bernama Altair Nakayama. Murid pindahan dari Jepang yang membuat harinya menjadi lebih baik dan tidak lagi menyilet tangannya untuk lari dari rasa sedih. Bersama Altair, Azura bebas bercerita tentang perasaannya, mulai dari hubungan papa mama, hingga kekagumannya pada Kak Nara. Namun, setelah festival Isen Mulang, Altair menghilang tanpa kabar. Enam tahun kemudian, saat Azura mengenal Yara (sahabat perempuannya yang ternyata adik Kak Nara), Altair muncul kembali. Namun Yara dan Kak Nara menemukan kejanggalan pada diri Altair. Apakah kisah cinta Azura dan Altair akan berakhir seperti legenda Hikoboshi di festival Tanabata?

Plot twist di endingnya bagi saya seru. Makanya saya kasih bintang 5. Alur ceritanya menarik, sehingga saat membaca tidak terasa tahu-tahu sudah tamat. Penokohannya juga keren, sampai bisa menghidupkan Altair. Saya bayangkan bila dialihmediakan ke film, bisa jadi di kelanjutannya kayak drama korea yang sad romantic. Entah mengapa novel young adult keluaran GPU tahun 2016 yang saya baca akhir-akhir ini temanya mental health di usia remaja jelang dewasa ya? Berat sekali hidup remaja masa kini, bila saya bandingkan masa SMA saya.

Cocok dibaca bagi yang suka isu kesehatan mental terutama skizofrenia, broken home, suicide, dan berbau jepang.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #persona #fakhrisinaamalia #metamorfillah #fiksi

04 March, 2025

[Review buku] A untuk Amanda


Judul: A untuk Amanda
Penulis: Annisa Ihsani
Penerbit: GPU
Dimensi: 264 hal, cetakan pertama 2016
ISBN: 9786050326313

Amanda adalah gadis SMA yang pintar, memiliki pacar bernama Tommy yang merupakan sahabat masa kecilnya, tinggal di daerah suburban, memiliki cita-cita menjadi ilmuwan fisika, sebagian besar hidupnya terasa sempurna. Hanya tidak memiliki ayah saat usia 8 tahun, tapi itu bukan masalah besar. Hingga di suatu pagi, ia mulai meragukan dirinya. Ia merasa seperti penipu, orang-orang menilainya tinggi dengan mudah, sementara ia sebenarnya hanya beruntung. Perasaan itu melanda semakin hebat hingga ia kehilangan kemampuan membuat keputusan dan membutuhkan psikoterapi serta antidepresan. Ternyata tidak segala hal bisa Amanda dapatkan dalam nilai A.

Saya membaca buku ini sebab suka karya penulis sebelumnya. Namun tidak menyangka, isu yang dibawa cukup berat dengan genre young adult. Meski lagi-lagi karakter penulis adalah tidak menyebut latar tempat, tapi seperti di luar negeri. Sebab kulturnya serta nama-namanya kebaratan. Pembicaraan tentang feminisme, agnostik dalam usia SMA mendominasi percakapan dan pemikiran tokoh utama. Yang saya salut, ternyata depresi tidak hanya melanda orang yang kesulitan, tapi jika hidup mendekati sempurna pun bisa memicu. Pantas, kita diminta tengah-tengah saja.

Cocok dibaca bagi yang suka isu kesehatan mental terutama depresi, kehidupan remaja jelang dewasa dan hubungan keluarga.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #auntukamanda #annisaihsani #metamorfillah #fiksi

Text Widget