Pages

12 January, 2022

[Review buku] Inspirasi dari Atomic Habits


Judul: Inspirasi dari Atomic Habits
Penulis: @adi_wahyu_adji 
Penerbit: -
Dimensi: ebook, 50 hlm, Februari 2021
ISBN: -

Mengikuti #training @habit.hebat nya selama 1 bulan dan sekarang sedang mempersiapkan #GraduationHabitTalks nya, membuat #buku ini seperti kilas balik pembentukan kebiasaan kemarin.

Namun, setelah diramu menjadi buku oleh penulis, jauh lebih menarik dan mudah. Hampir tiap halaman saya screenshoot sebab bagi saya itu ilmu, kata-katanya "jleb". Walaupun saya belum membaca buku asli #atomichabits dan #thepowerofhabits nya, tapi di buku ini dijelaskan intinya dan apa perbedaan serta persamaannya.

Secara isi keren, tapi masih ada typo dan memang belum diterbitkan secara resmi ya coach? Jadi belum ada halaman identitas buku dan ilustrasi. Masih polos seperti artikel/makalah.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.


"Pengaruh #lingkungan lebih besar daripada #motivasi di dalam diri. Salah satu cara efektif membentuk #kebiasaan baru adalah dengan membuat atau berada di lingkungan yang kondusif dengan kebiasaan baru tsb. Kita bisa mencari #teman atau #guru yang sesuai kebiasaan itu." (H.20)

"Awalnya kita membentuk kebiasaan, kelak kebiasaanlah yang membentuk kita." (H.23)

"Membuat kebiasaan baik cenderung tidak nikmat, di awal. Tapi, semakin lama mencoba, menunda #kenikmatan (dari kebiasaan buruk), dan #bersabar (dari kebiasaan baik) dalam jangka #waktu lebih lama justru memberikan #hasil yang lebih baik untuk hidup." (H.38)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

06 January, 2022

[Review buku] Pasung jiwa


Judul: Pasung jiwa
Penulis: @okkymadasari 
Penerbit: @bukugpu 
Dimensi: 328 hlm, 20 cm, cetakan pertama Mei 2013
ISBN: 9789792295573

Sasana, seorang lelaki yang ingin bebas dari kungkungan tubuhnya, menjadi Sasa seorang penyanyi dangdut dengan goyang khasnya. Bertemu dengan Jaka Wani, seorang seniman yang ingin #bebas bermain musik tanpa perlu dipolitisasi, namun ternyata kekuasaan dan uang tetap mendominasi.

Beragam kejadian menyakitkan hingga kelahiran mereka kembali setelah terpisah mempertanyakan suara #jiwa mereka sendiri. Apakah #kehendak bebas dan manusia bebas benar-benar ada?

Dengan flashback dan kembali ke masa kini, kita diajak menyelami pikiran Sasa dan Jek dari sudut pandang mereka. Begitu banyak hal yang memasung jiwa mereka. Apakah kehendak mereka merupakan #kesalahan bagi norma, agama, tradisi, keluarga, dll?

#Membaca ini membuat saya kontemplasi tentang parenting anak sesuai gender, hingga ilmu untuk tiap hal. Juga tentang niat, yang amat samar diterka, mudah berbelok dan berubah. Beda tipis antara jihad dan jahat. Antara pembela dan penista. Oknum yang merusak.

Gaya bahasa #penulis begitu mudah dicerna meski isu yang dibicarakan sesungguhnya amat berat. Kegalauan tokoh terasa sekali, konflik batin terus menerus.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Setiap hal selalu ada akhirnya. Setiap hubungan selalu ada masa berlakunya. Wajar saja orang yang dulu istimewa kini bukan lagi siapa-siapa." (H.107)

"Kebebasan baru ada jika ketakutan sudah tak ada." (H.144)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

[Review buku] Lenka


Judul: Lenka
Penulis: Sarekat penulis kuping hitam, disunting A.S. Laksana & Yusi Avianto Pareanom
Penerbit: @penerbitbanana 
Dimensi: 14x21 cm, 262 hlm, cetakan pertama, Juli 2011
ISBN: 978979107292509

Di sebuah acara penggalangan dana, seorang gadis jatuh dari lantai lima. Ia adalah model (keturunan Jawa-Hungaria) dan mahasiswa bernama Lenka. Bunuh diri, kecelakaan, atau sengaja didorong oleh seseorang?

Dibuat oleh 17 penulis dan sudut pandang yang berbeda, pembaca diajak mengenali tokoh pendukung yang bisa jadi begitu penting. Dengan alur maju mundur, serta bumbu filsafat, #fotografi pembebasan membuat #twist semakin menarik. Moral serta kejujuran pun dipertanyakan. Semakin ke ending, makin dark twistnya. Ada sedikit penasaran juga mengenai kematian Jabar, apakah murni atau konspirasi dari komplotan aneh penyuka sadomasokis.

Saya bayangkan penyunting/editor pasti kelimpungan saat menjahit bab per bab serta kronologi waktu dari 17 penulis ini. Makanya butuh waktu lama. Keren sih menurut saya. Hanya saja menyebalkan sebab fontnya begitu kecil dan berkait. Membuat ngantuk. Mungkin efek biar ga tebal dan mahal. Who knows.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tertarik dan sanggup menjalani adalah dua hal yang berbeda," (H.100)

"Yah, kalau tidak suka sesuatu, semuanya pasti jadi terasa jelek dan menyebalkan." (H.112)

"Menyadari kapan harus #pergi adalah salah satu hal terpenting dalam hidup ini." (H.213)

"Kau pernah mendengar bahwa hidup hanyalah penundaan rasa sakit? Kita menjalani detik demi detik dalam hidup kita, semata-mata untuk menunda rasa sakit paling akbar, yaitu kematian." (H.226)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan #lenka

[Review buku] Pengakuan eks parasit lajang


Judul: Pengakuan eks parasit lajang
Penulis: Ayu Utami
Penerbit: KPG
Dimensi: x+306 hlm, 13.5 x 20 cm, cetakan pertama Februari 2013
ISBN: 9789799105370

#Buku ini adalah buku terakhir dari #trilogi (si parasit lajang & cerita cinta enrico) yang dikatakan sebuah #otobiografi seksualitas dan spiritualitas pertama di Indonesia. Bagi saya yang tidak mengikuti urutan baca triloginya, membaca buku ini lebih dulu tak membingungkan. Sebab katanya ini adalah kisah di mana tokoh A di #parasitlajang dan tokoh Ric di #cerita #cinta enrico bertemu dan akhirnya menikah.

Sejujurnya, dari segi #bahasa saya suka sekali. Diksinya kaya, banyak kata yang jarang digunakan dipakai dengan pas. Namun pemikiran tentang isu #feminisme yang mengakar bagi tokoh A tentang #keperawanan dan pernikahan, pada akhirnya ia khianati sendiri. Di pertengahan buku pun, mulai terasa membosankan sebab mengulang-ulang dan bagi saya terlihat sekali menggantung.

Terutama ketika penjabaran tentang feminisme di mana #wanita selalu menjadi rakyat kelas dua, dibahas hanya permukaan. Tapi wajar, sih. Kan beda keyakinan. Sempat terasa seperti #pencarian Tuhan dan #agama yang benar layaknya #novel dee, namun pada akhirnya ia membuat #etika dan sistemnya sendiri. Paparan teori aneka macam itu masihlah dangkal dan kurang riset menurut saya hehe.

Sebaiknya imbangi dengan mendengar penjelasan tentang wanita dalam islam serta mengapa hak waris wanita 1, saat #membaca buku ini. Kalau tidak, bisa tersesat. Tokoh A nya galau sekali, #agnostik tapi tetap #berdoa bila cemas.

"Ya, meskipun aku sedang sebal pada agama, kecemasan memaksaku tetap berdoa." (H.57)

"Aku tahu aku bukan orang baik-baik dalam ukuran moralku. Maka aku menyusun etikaku dalam menjalani permainan ini. Ketika aku tak punya moral, setidaknya aku punya kode etik." (H.82)

"Membanding-bandingkan manusia adalah hal yang tidak manusiawi." (H.251)

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

[Review buku] Mata rantai yang hilang - ordeal by innocence


Judul: Mata rantai yang hilang - ordeal by innocence
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: @bukugpu 
Dimensi: 384 hlm, 18 cm, cetakan kedua Mei 2002
ISBN: 9796050323

Jacko Argyle dituduh membunuh ibunya, hingga ia dipenjara. Selang 6 bulan ia mati karena sakit di penjara. Dua tahun berselang, datanglah Calgary yang membuat pengakuan mencengangkan bahwa ia adalah saksi utama yang bisa membuktikan Jacko tidak bersalah.

Lalu, siapa yang membunuh ibunya? Hal ini mengungkit masa lalu dan membuka luka lama yang tertutup dari tiap anggota keluarga. Hingga mengancam keselamatan jiwa yang tak bersalah.

Tak ada Poirot atau Miss Marple sebagai tokoh utama di sini. Juga dalam setengah jalan saya sudah bisa menebak siapa pembunuhnya, meski alur sengaja diputar. Motifnya terlihat jelas. Penjelasannya pun menarik dan mudah dibanding #kasus #penulis lainnya. Hanya ada sedikit typo yang tidak mengganggu alur.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Sistem terbaik sekalipun di dunia ini bisa membuat kesalahan, soalnya bagaimanapun juga #keadilan ada di tangan manusia, dan #manusia bisa membuat kesalahan." (H.110)

"Itulah sulitnya dengan orang-orang tak bijak. Mereka suka mengucapkan kata-kata yang sebenarnya jauh lebih baik bila tidak diucapkan." (H.173)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan #agathachristie

[Review buku] Monsieur Lecoq


Judul: Monsieur Lecoq
Penulis: Emile Gaboriau
Penerbit: Visi Media
Dimensi: iv+524 hlm, 13 x 20 cm,  cetakan pertama Juni 2012
ISBN: 9790651430

#Novel ini diterbitkan kali pertama tahun 1869 dan dikatakan inspirasi Doyle dalam menciptakan tokoh bernama Sherlock Holmes. Kemampuan menyamar dan intuisi serta deduksinya yang tajam mirip dengan tokoh utama di #buku ini: Monsieur Lecoq.

Cerita utama dalam buku ini memperkenalkan kita pada kemampuan awal Lecoq dalam mengendus sesuatu yang tidak biasa di sebuah pembunuhan yang terlihat sebagai pembelaan diri biasa.

Konflik utama dan tanya terbesar dalam kasus ini adalah identitas asli sang pembunuh yang terlihat seperti kaum marjinal namun terlalu cerdas untuk ukurannya. Meskipun pada akhirnya Lecoq tidak berhasil membongkar identitas dalam penyelidikan resminya, namun ia menemukan jawaban sesungguhnya: kebenaran atas praduganya di awal.

Saat #membaca memang terasa seperti adegan sherlock holmes tanpa watson. Gaya bahasanya pun lebih ringan dan enak alurnya. Hingga tak terasa mencapai endingnya. Membuat saya penasaran apakah penulisnya #menulis kisah Lecoq dalam buku lainnya?

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Tak ada yang pernah merasakan kebahagiaan yang sempurna." (H.118)

"Keberhasilannya adalah balas dendam yang cukup baik!" (H.375)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

[Review buku] Sirkus pohon


Judul: Sirkus pohon
Penulis: @hirataandrea 
Penerbit: @bentangpustaka 
Dimensi: xiv+410 hlm, 20.5 cm, cetakan kedua september 2017
ISBN: 9786022914099

"Fiksi, cara terbaik menceritakan fakta."

Berkisah tentang Sobirudin yang dipanggil Hob, seorang badut sirkus, dan dua remaja bernama Tara dan Tegar. Kisah kemiskinan, kesetiaan, penantian, kebodohan, politrik, dan budaya.

Sejujurnya, plot twist kurang tajam dan datar sekali. Tapi kekuatan penulis adalah di penuturannya yang #puitis dan kuat detail budaya melayunya. Sindiran terhadap keadaan negeri  dan pemimpinnya dibawakan halus. Bab yang paling saya ingat adalah fotosintesis. Membuat saya tertawa membaca proses fotosintesis dengan bahasa puitis yang dipanjanglebarkan.

Ada dua kali typo nama tokoh Gastori dituliskan Taripol, sehingga cukup membingungkan alur. Selebihnya, #novel ini #bacaan menarik dan ringan untuk menertawakan hidup. Terbayangkan sekali kebiasaan masyarakat Indonesia di warung kopi, kleniknya, hingga segala macam flora dan faunanya.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Seribu alasan tak cukup bagi seorang perempuan untuk menyukai seorang lelaki. Namun, satu alasan saja lebih dari cukup bagi seorang lelaki untuk tergila-gila pada seorang perempuan." (H.14)

"Ternyata hari menjadi megah jika dimulai dengan gembira." (H.85)

"Katanya, jika kita memilih jalan hidup sesuai panggilan hati, cobaan apa pun dapat diatasi." (H.134)

Meta morfillah

#reviewbuku
#resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

[Review buku] Cara asyik review buku


Judul: Cara asyik review buku
Penulis: @adi_wahyu_adji
Penerbit: -
Dimensi: ebook, 62 hlm, Januari 2018
ISBN: -

Seru rasanya baca #ebook ini, cukup 15 menit menamatkan. Sebab apa yang dibahas mewakili apa yang saya pikirkan selama ini mengenai hobi saya mereview #buku bacaan. Hanya beda motif. Kalau saya lebih ke pengingat pernah #bacabuku apa, ceritanya apa, dan kumpulin quotes menarik haha.

Tapi inti yang dilakukannya sama. Dari awal, dibahas tentang WHY nya dulu (buat apa review buku). Lalu dijelaskan HOW nya (cara asyik review buku), sampai ke tips membuat #reviewbuku disertai contoh review buku yang sudah penulis buat. Terakhir bagian kontemplasi, mempertanyakan bagaimana review buku terbaik. Tentu saja adalah review buku yang selesai hehe. Ya bagaimana mau buat review buku, kalau belum selesai baca. 

Cuma ada sedikit typo di beberapa tempat, tapi tidak mengganggu isi yang disampaikan.

Silakan kalau mau ebooknya, japri saya untuk saya bagi. Semoga setelah baca buku ini, bisa menyemangati teman-teman untuk #berbagi review bukunya ya.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Saya menyalakan lilin dengan mengajak banyak orang aktif membaca. Bukan hanya itu saja tetapi dibundling dengan membuat 
review buku. Karena ternyata itu satu paket combo yang efektif meningkatkan minat baca.
Bagi pembuat review buku, dia akan mendapatkan efek ketagihan membaca buku karena dari review buku yang dibuat, ada manfaat yang sudah dia dapatkan. Buat orang lain, sedikit banyak akan muncul ketertarikan juga sedikit demi sedikit untuk mulai membaca buku. 
(H.11)"

Meta morfillah

#resensibuku #1hari1tulisan

17 November, 2021

[Review buku] Yang terjadi terjadilah


Judul: Yang terjadi terjadilah
Penulis: @azharnurunala 
Penerbit: Azharologia books
Dimensi: 160 hlm, cetakan pertama April 2020
ISBN: -

#Buku ini merupakan kumpulan #prosa pendek tentang melepaskan. Secara diksi, sebab sudah sering membaca karya penulis, sudah terbaca gaya bahasanya. Kata-kata yang kadang kerap digunakan kembali dari karya sebelumnya. Memang kekuatan #penulis pada diksinya.

Namun khusus buku ini, entahlah saya tak dapat feelnya. Mungkin akan 'ngena' bila sedang patah hati atau ingin #melepaskan sesuatu hehe. Sayangnya tak sesuai dengan kondisi saya saat membacanya. Jadi butuh jeda agak lama untuk niat menamatkannya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Ketika #hidup bersama dengan seseorang, kamu bukan cuma harus memahami kata-katanya saat bicara. Kamu juga perlu mengerti arti diamnya. Kadang, ada pesan-pesan penting yang disampaikan justru dengan diam." (H.86)

"Jika kamu merasa belum sempat melakukan hal besar di dunia ini, tidak apa-apa. Kamu tetap bisa melakukan kebaikan-kebaikan kecil secara terus menerus dengan kesungguhan yang besar. Allah pasti memperhitungkan." (H.109)

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #1hari1tulisan

08 October, 2021

[Review buku] Abdul Hamid Ghazi Jilid 2


Judul: Abdul Hamid Ghazi Jilid 2
Penulis: @sayfghazi 
Penerbit: Ghazi Publishing
Dimensi: 163 hlm, 14.5 cm x 21 cm
ISBN: 9786230777302

Seharusnya buku ini menjadi jilid terakhir, namun rencananya diubah oleh penulis menjadi trilogi. Jadi harus bersabar kembali untuk ending.

Di jilid 2 ini, lebih tipis dibanding yang pertama. Lebih banyak menceritakan kekuatan Rusia dengan kekuatan hitamnya. Diakhiri dengan deklarasi perang Sultan Mustafa III terhadap Rusia yang dipimpin Tsarina Catherine dengan awal penyerangan oleh bangsa Zoporozhia.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#reviewbuku #resensibuku #bacabuku #ghazi #bukuislami #novel #fiksi

Text Widget