Pages

19 March, 2017

Penerimaan yang indah

PENERIMAAN YANG INDAH

Pagi ini Mama dan aku kembali pillow talk. Dua jam kami lewati dengan berbincang dari hati ke hati di kamarku. Dengan matanya yang terpejam karena sakit terkena sinar, Mama membahas kesendirianku. Mengingatkan petuah-petuahnya untukku. Menegaskan kasih sayangnya dan pengertiannya padaku.

Manis sekali ketika kamu tahu bahwa orangtuamu sudah memahami paradigmamu, visimu dan alasanmu berbuat begini begitu. Bukan hal mudah mencapai hari ini. Dulu, kami sering berdebat. Tapi pada akhirnya aku sadar ada yang harus membangun komunikasi positif.

Pada dasarnya orangtua, terutama Ibu akan mendukung anak selama itu benar dan baik. Ibu jauh lebih tahu apa yang dirasakan sang anak karena mereka pernah menjadi satu tarikan nafas selama 9 bulan.

"Mama memang berharap masih ada dan bisa mendampingimu saat hari bahagiamu. Tapi Mama juga tak mau kamu buru-buru dan salah pilih karena memikirkan Mama. Mama ingin kamu bahagia. Perjodohan-perjodohan itu hanya upaya Mama, selebihnya kamu yang tentukan. Yang pasti saat kamu memilih seseorang, setialah selamanya."

Insya Allah, Ma.

"Mama tahu bukan kamu tak memikirkan. Tapi kamu memilih yang lebih pasti yaitu memikirkan kematian dibanding pernikahan. Mama tetap doakan kamu agar tak sendiri. Tahun ini, insya Allah."

Sebagaimana daun yang jatuh tak pernah membenci angin, seperti itulah penerimaanku pada takdirNya. Penerimaan yang indah.

~Hatiku tenang karena mengetahui  bahwa apa yang melewatkanku tidak  akan pernah menjadi  takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.~ (Umar Bin Khatab)🌷💐🌺🙆

Meta morfillah

17 March, 2017

[Review buku] The other side of midnight

Judul: The other side of midnight (lewat tengah malam)
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 663 hlm, cetakan kedua belas Januari 2005
ISBN: 979 655 590 5

Catherine yang besar dalam sosok kekaguman pada ayahnya dan begitu enjaga kehormatan, tak pernah mengira akan menikah dengan Larry Douglas, pilot hebat yang terkenal saat perang. Begitu pula dengan Noelle Page yang mengira bahwa dirinya adalah seorang putri namun nyatanya hanya pindah dari satu lelaki ke lelaki lainnya sebagai simpanan.

Dalam menjalani hidupnya, Noelle hanya punya satu ambisi, membuat pria yang dicintainya kembali dan memohon padanya. Bertahun-tahun ia merencanakannya dan menjadi dalang dalam rencana kejahatan yang ia susun sedemikian rupa.

Hingga tiba saatnya, waktu pembalasan dendam. Akan tetapi, sebenci apa pun dirinya pada Larry Douglas, ia tak ingin pria itu mati. Ia malah menerima Larry kembali dengan risiko besar bila hubungannya diketahui Constantin Demiris. Sementara itu, nyawa Catherine terancam. Siapakah yang akan mati?

Sejauh saya membaca novel karya penulis, novel ini cukup membosankan. Selain latar perang dan deskripsi kejadian di tiap tahun yang membuat saya seakan sedang belajar sejarah, juga terlalu banyak tokoh figuran yang dibahas. Konfliknya kurang klimaks dan endingnya saya kurang greget.

Pantas saja sih, soalnya ini novel awal dari karya penulis. Masih belajar mengolah alur. Juga agak berantakan dan bikin sakit mata layoutingnya. Size huruf kecil, rapat, pemenggalan garis baru kadang aneh, dan beberapa ejaan terlalu lama. Kayak baca diktat tebal.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Manusia memang tidak pernah percaya pada apa yang dilakukan terang-terangan." (H.175)

"Orang haruslah menjadi kuat dahulu sebelum dia menjadi lembut hati." (H.180)

"Salah satu alasan mengapa perkawinan berhasil, adalah karena sang suami dan sang istri mempunyai pengalaman-pengalaman yang sama. Mereka tumbuh bersama-sama dan perkawinan mereka pun akan tumbuh pula. Kau harus berusaha untuk mendapatkan kembali persesuaian paham dengannya." (H.364)

Meta morfillah

Menggenggam tanganmu

Menggenggam tanganmu,
Adalah tenang yang sakinah
Mengalirkan ruh rahmah nan hangat
Saat badai tengah bertiup di luar rumah dan di dalam hati

Namun satu pertanyaan sepasti titik di sebuah tanda tanya selalu menggantung
Sampai kapankah?
Sampai kapan tangan ini diizinkan menggenggam tanganmu?

Sementara waktu kian menunjukkan kuasa
Kita semakin menua dan melemah
Entah yang mentah

Dan aku semakin ingin terus menggenggam tanganmu seperti aku baru lahir dahulu.
Erat-erat!

Meta morfillah

Makin cinta

Kadang kita makin cinta sama seseorang karena caranya mencintai orang lain.

Seperti cara dia mencintai orangtuanya, cara dia mencintai anak-anak, cara dia mencintai sahabat-sahabatnya, and many things else.

Bagiku: aku semakin cinta pada seseorang yang mencintai Tuhannya dengan menyebarkan cintanya pada semesta semata karena tidak ingin egois masuk surga sendiri, melainkan berjamaah.

16 March, 2017

[Review buku] Twivortiare 2

Judul: Twivortiare 2
Penulis: Ika natassa
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 488 hlm, 20 cm, cetakan kedua Januari 2015
ISBN: 978 602 03 1136 4

Novel setebal ini hanya berkisah dengan gaya membaca tampilan twitter seorang @alexandrarheaw. Akun itu beneran ada loh! Aku sudah cek sendiri. Seakan-akan memang tokoh dalam cerita ini nyata.

Well, ini adalah kisah Alex yang pernah bercerai dan menikah kedua kalinya dengan Beno wicaksono. Keduanya adalah potret kaum urban sukses di metropolitan. Alex sebagai bankir dengan nasabah yang beragam dan Beno sebagai dokter bedah dengan jam terbang tinggi.

Finansial bukanlah masalah utama mereka. Melainkan kesabaran membaca perasaan pasangan. Juga penantian akan hadirnya seorang anak. Tujuh tahun. Hingga hadirlah Arga dan berakhir pula kisah mereka.

Cuitan alex di twitter itu benar-benar konyol tapi ngena ke beberapa fenomena. Karakter followernya pun benar-benar dudul. Kayak aku dulu sama teman-teman #sekaranginsyaf #kadangjahil

Yang aku suka dan amaze adalah idenya penulis loh! Keren euy sampai buat akun khusus untuk novel ini dan followernya masyaa allah! Cuma beberapa part agak bosan sih karena konflik ya begitu saja. Tapi natural.

Aku apresiasi 4 dari 5 bintang.

"You can only cry when you really want something and it means the world to you." (H.21)

"Seberapa 'bisa' dia menikmati hidupnya dengan segala macam pressure yang attached ke jabatan itu." (H.65)

"Love is a lot like Google. If you make your search too specific, you'll never find what you're looking for." (H.170)

"I believe, moving on is not about finding new people after all, but about teaching yourself to 'accept' and 'love' new kind of feelings." (H.183)

"As you grow older, there will be more roles that you have to plays in life. Which means not just adjusting ourselves to each role, but also adjusting each role to each other." (H.319)

"Hidup itu prioritas. Hidup ini lebih tenang kalau enggak perlu mengurusi hal-hal yang kalau kita urusi juga enggak ada manfaatnya buat kita." (H.438)

"Nyokap gue dulu pernah bilang: nikahilah laki-laki yang jelas lebih besar kadar cintanya ke kamu daripada kamu ke dia. Karena kalau kita sebagai perempuan yang mencintai, dia nggak cinta, sakit. Mau?" (H.447)

Meta morfillah

12 March, 2017

Hidangan lezat

HIDANGAN LEZAT

Halaqah memiliki makna pertemuan. Esensinya bertemu secara fisik. Why? Because when you see directly, you'll know something happened to her, either happy or not.

Maka pertemuan, tidaklah bisa digantikan dengan video call dan kecanggihan teknologi lainnya. Saat bertemu, kamu bisa mengamati dengan jelas adakah beban menghimpit dada saudaramu? Adakah futur menyergap ibadahnya? Adakah kebahagiaan sedang ia tahan?

Kamu belajar menjadi lebih peka.

Berada dalam lingkaran itu, bukan saja untuk mengkaji ayatNya secara tertulis tapi juga memaknai ayatNya melalui saudari-saudarimu. Tidak seperti pengajian yang sekaliber ustadz memahamkan pengetahuan kontemporer lalu sudah. Selesai.

Lingkaran itu memahami sampai dalam relungmu. Mungkin ia selesai saat selesai. Tapi esensinya ia hanya melebar seperti karet gelang. Tak terputus. Saling mengingatkan dan mendoakan dalam jarak dan waktu. Menjaga dalam doa dan perhatian meski sekali seminggu.

Alhamdulillah... kadang berbagi rezeki berupa makanan dan jamuan lainnya. Semoga... semua langkah kita menyebabkan kita pantas diganjar surgaNya dan nikmat sebagaimana Q. S. An Naba ayat 31-36. Merasakan hidangan terlezat yang belum pernah dirasakan indera kita di dunia ini.

Uhibbukum fillah... betapa aku masih jauh, jauh, jauh dari sabar. Tapi kalian selalu mengingatkan. Betapa aku lemah menantang arus sendirian, tapi kalian menguatkan.

Meta morfillah

[Review buku] Are you afraid of the dark?

Judul: Are you afraid of the dark?
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 436 hlm, 18 cm, cetakan keenan Juli 2009
ISBN: 978 979 22 4726 8

Empat orang tewas dalam kecelakaan berbeda di New York, Denver, Paris, dan Berlin. Benang merah kecelakaan tersebut adalah keempatnya merupakan ilmuwan Kingsley International Group (KIG). Dua istri para korban, Diana Stevens dan Kelly Harris terancam bahaya.

Serangkaian kebetulan berujung kematian berkali menimpa mereka. Meski mereka tidak saling menyukai, mereka bekerjasama mengusut sendiri apa dan siapa yang mengincar mereka. Sebab polisi tak lagi bisa diharapkan. Ada kekuatan jauh lebih besar dan mengerikan yang ternyata berasal dari KIG sendiri.

Bisakah mereka melewati ancaman demi ancaman dan tetap hidup?

Seperti biasa, saya terpukau dengan jalan cerita penulis ini. Bahkan twistnya sangat menakjubkan. Isu menguasai cuaca, motif purba manusia yang mendasari semua pembunuhan dan akhir tragedi yang tak terduga. Konfliknya keren.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Sering sekali aku ingin mengatakan 'Aku cinta padamu' agar kau mengatakan 'Aku juga cinta padamu!' Tapi aku tidak ingin terkesan selalu membutuhkanmu. Aku memang bodoh. Kini aku sangat membutuhkanmu." (H.41)

"Keajaiban itu ada, tetapi kau sendiri yang harus menjadi penyihirnya. Kau harus membuat keajaiban itu terjadi." (H.73)

Meta morfillah

11 March, 2017

Kisah cinta paling hebat

Saya pernah punya imajinasi bagaimana bila suatu hari saya tergeletak di rumah sakit karena kecelakaan. Saya membayangkan kira-kira siapa saja yang akan segera merespon dan menjenguk saya. Kira-kira siapa yang peduli pada saya. Selain keluarga saya tentunya.

Saya sangat ingin tahu. Sebab dalam keadaan sulit dan sakitlah bisa diketahui siapa sebenar-benar teman, setulus-tulus cinta. Tanpa peduli waktu, jarak, dan menjadi prioritas. Terlebih siapa lelaki yang akan menawarkan diri bergantian menjaga saya. Pastilah he is the one.

Sebab dia rela datang demi saya, mengambilkan segelas air putih saat saya lemah tak berdaya. Merawat saya dalam keadaan terjelek saya. Lelaki itu... yang bersedia menerima dari kekurangan hingga kelebihan saya. Cinta lelaki biasa.

Ah, saya kira itu imajinasi terlalu sinetron untuk ada dalam nyata. Tapi hari ini, saya diperkenankan Allah melihat perwujudan imajinasi saya dalam kisah dua kawan saya di komunitas. Persis dalam bayangan saya.

Sang wanita, kecelakaan. Saya mengetahuinya dan menyebar info di grup. Tahu, siapa yang merespon? Seorang lelaki yang bahkan suaranya jarang saya dengar saat berkegiatan, tapi bertanggung jawab sebab saya lihat dia bekerja tuntas. Dia terlihat cukup panik dan meminta saya menjaga wanita tersebut.

Awalnya saya aneh dan ingin mengonfirmasi, seakan mereka intim padahal saya tak pernah melihat keintiman itu dalam tiap pertemuan. Tapi, mengonfirmasi saat itu kurang ahsan, tak tepat. Prioritas adalah mendoakan kawan saya di ICU.

Hari ini, saat saya jenguk, ternyata lelaki itu sudah dua minggu menjaga kawan saya. Terlihat betapa telaten dan sabarnya ia membantu kawan saya. Saya kira jika sekadar cinta dari paras dan hanya sekadar pacaran, tidak akan sesetia itu. Ada yang berbeda di mata mereka berdua.

Saya pun mengonfirmasi langsung ke sang lelaki. Ternyata mereka memang berniat menikah saat ini. Menunggu kawan saya sedikit pulih, sebab dia masih fisioterapi.

Kalian... semoga segera Allah halalkan. Kisah kalian saat ini semoga menjadi penguat di masa tua nanti. Syafakillah... barakallah...

Kisah cinta sejati atau paling manis itu nyata dalam keseharian kita. Tidak perlu bermewah-mewah. Wujudkan saja kisah cinta terbaikmu dengan melibatkan Allah senantiasa. Aku pun yakin, kisah cintaku kelak akan hebat. Dan kuusahakan menjadi yang terhebat dengan ridhaNya!

Meta morfillah

[Review] 1 perempuan 14 laki-laki

Judul: 1 perempuan 14 laki-laki
Penulis: Djenar maesa ayu dan 14 penulis lelaki lainnya
Penerbit: Gramedia
Dimensi: xiv + 124 hlm, cetakan pertama 14 Januari 2011
ISBN: 978 979 22 6608 5

14 cerpen ditulis 14 lelaki berkolaborasi dengan 1 perempuan, Djenar. Seperti yang sudah dikenal, tulisan djenar tak jauh dari 'sastra basah'. Isu perselingkuhan, free sex, dan LGBT.

"Kunang-kunang dalam bir" berkisah tentang lesbian dengan kenangannya. "Cat hitam berjari enam" berkisah tentang pelukis dan trauma masa kecil atas nama agama. "Menyeruput kopi di wajah tampan" berkisah tentang aktris yang menjadi gila.

"Ramaraib" berkisah tentang guru tari yang melecehkan murid lelakinya. "Kupunyakupu" berkisah tentang sepasang homo. "Kulkas.dari.langit" saya membaca berkali dan tidak paham maksud cerita ini. Absurd.

"Matahari di klab malam" berkisah tentang keinginan dasar lelaki memiliki wanitanya namun dia sendiri tak setia. "Rembulan ungu kuru setra" berkisah tentang perselingkuhan. "Napas dalam balon karet" berkisah tentang sepasang kekasih. "Bukumuka" berkisah tentang perselingkuhan yang berawal dari medsos dan berakhir dengan pilihan bunuh diri atau disodomi suami selingkuhan.

"Ra kuadrat" berkisah tentang penemuan diary suami yang ternyata tak mencintai istrinya. "Dijerat saklar" berkisah tentang pembunuhan, tapi saya juga kurang mengerti maksudnya. "Polos" berkisah tentang kilasan ingatan seseorang yang telah mati tertabrak kereta. "Balsem lavender" berkisah tentang pasangan tua yang konyol, dibodohi dengan fungsi lavender.

Secara umum, saya bosan dengan tema dan tak begitu menarik twist cerpennya. Hanya "bukumuka" yang lumayan twistnya. Beberapa cukup puitis kata-katanya tapi entah, mengapa menjadi sedemikian sulit dipahami. Tapi bahkan dari buku sejelek apa pun, kita bisa mengambil pelajaran.

Saya apresiasi 2 dari 5 bintang.

"Tidak ada satu pun teori yang akan menjadi berguna jika tidak dicoba atau dipraktikkan. 'Talk less, do more!', dan teori paling sederhana dalam menulis adalah dengan MENULIS." (H.xii)

Meta morfillah

10 March, 2017

Tunas

Akan ada masanya kamu malu melihat foto-fotomu dahulu yang belum berhijab.

Akan ada masanya kamu tidak lagi ingin memamerkan kecantikanmu pada semua orang.

Akan ada masanya kamu merasa risih berselfie, berwefie, bahkan bertingkah konyol lalu dipamerkan di media sosialmu.

Akan ada masanya kamu ingin tampil syar'i dan sesempurnanya taat.

Keinginan itu bertunas dan kamu mulai mengurangi hal-hal yang memunculkan malumu.

"Al hayaa u minal iimaan."
Malu adalah sebagian dari iman.

Maka bagi mereka yang sedang bertunas besar rasa malu pada yang seharusnya memang malu. Jangan mencela. Bantu menjaga. Jangan menjerumuskan jika tak bisa mengerti.

Meta morfillah

Text Widget