Pages

14 January, 2017

#Day15 Lagu untukmu

#Day15 Lagu untukmu

sebening tetesan embun pagi
secerah sinarnya mentari
bilaku tatap wajahmu ibu
ada kehangatan di dalam hatiku

air wudhu slalu membasahimu
ayat suci selalu dikumandangkan
suara lembut penuh keluh dan kesah
berdoa untuk putra putrinya

oh ibuku…
engkaulah wanita
yang kucinta selama hidupku
maafkan anakmu bila ada salah
pengorbananmu tanpa balas jasa

ya Allah ampuni dosanya
sayangilah dia seperti menyayangiku
berilah dia kebahagiaan
di dunia juga di akhirat
---------
Tiap dengar lagu Sakha yang judulnya Ibu, mata dan hati saya menghangat. Bahkan rembes. Ingat sosok yang begitu hebat dan menginspirasi saya seumur hidup. Idola nyata saya.

Lirik lagu ini begitu identik dengan sosoknya dalam keseharian. Sering saya mendengar lirih doanya menyebut nama anak-anaknya, keluarga, dan orang lain saat tahajud. Meminta segala kemudahan urusan dan kebahagiaan dunia akhirat yang didoakan. Bahkan tanpa diminta.

Saya tak pernah habis pikir ada makhluk seindah, serapuh, setegar, dan sebaik ini. Makhluk bernama Ibu yang membuat saya membayangkan betapa bahagianya dicintai Allah, bila cinta Ibu saja yang merepresentasikan sedikit cintaNya telah menenteramkan.

Mom, you are my best rival and my best friend too. Love you because of Allah. I'm so blessed having you as my mother.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbclagu

Dahulukan yang utama (Habit 3)

DAHULUKAN YANG UTAMA (Habit 3 - Steven Covey)

Pernah saya liburan bersama sahabat dan rekan kerja. Lalu di tengah obrolan, rekan kerja mengarah ke pekerjaan, cepat sahabat saya berkata, "Eh, jangan ngomongin kerjaan. Haram bagi meta ngomongin kerjaan pas liburan. Pokoknya keluar kantor udah selesai urusan kerjaan, kecuali mendadak."

Ya, dari awal kerja saya memegang banget habit ini. Berusaha agar banyak pekerjaan saya di kuadran 2. Saya menghindari deadline sebisa mungkin. Prinsip saya segera selesaikan (fast), perbaikan kualitas bisa sembari jalan (quality), namanya juga manusia pembelajar. Daripada kelamaan pengin perfect tapi enggak jadi-jadi. It's like "No action talk only" for me. Dan saya paling sebal sama orang macam itu.

Maka meskipun banyak hal di luar rencana, seperti hal mendadak, tiba-tiba deadline karena atasan atau klien lupa, saya akan selesaikan segera. Sebab saya selalu ingin akhir pekan saya menjadi quality time buat keluarga dan diri saya sendiri. Waktu di mana saya bebas berbahagia dengan hal-hal yang saya sukai. Sebab di dalam weekend yang sehat, terdapat weekdays yang kuat! Hahahaha

Jangan sampai kita diatur oleh waktu. Seharusnya kitalah yang mengatur waktu. Well, tulisan ini buat saya pribadi kalau nanti saya lupa akan manajemen waktu yang efektif. You should walk the talk, Met! Mamam kaoo... kebanyakan baca dan nulis, siiihh... hahaha

Happy weekend, good people.
Spread the love and cherish the life!

Meta morfillah

#Day14 Photograph

#Day14 PHOTOGRAPH

Kangen Bapak. Lelaki yang suka memotret dengan kamera kodak hitam manualnya. Yang rajin mengabadikan momen, mencetaknya dan mengurutkan dalam album. Bahkan mengetik sendiri keterangan tiap foto.

Kangen Bapak. Tiap kangen, jadi buka album foto yang tersisa di lemari. Sebab sebagian besar kenangan hanyut terbawa banjir di Jakarta. Dari foto-foto aku sadar bahwa masa kecilku begitu bahagia. Segala aktivitas dari tiap foto kuingat selalu membuat tersenyum. Tak pernah berpikir memalukan bergaya begini-begitu. It so natural.

Kangen Bapak. Lelaki yang saat meninggalkan dunia ini, meninggalkan jejaknya dalam tiap foto yang diambilnya. Kehilangan dirinya, kehilangan pula tiap momen berharga yang bisa diabadikan. Ketiadaan Bapak membuat produksi album foto di keluarga terhenti. Kameranya tak tersentuh lagi, tergilas zaman pula oleh kamera digital. Tak ada lagi lelaki yang rajin mencetak foto ukuran 4R dan mengurutkannya. Hanya ada dua album tambahan, album saat ia dimakamkan. Album yang berisi kesedihan, penuh warna hitam. Berduka.

Kangen Bapak. Seakan ada kesepakatan tak terucap, mengenang beliau dalam hening masing-masing. 

Dan kangen itu semakin besar bagi anak gadisnya yang beranjak dewasa. Yang begitu memerlukan sosok Bapak sebagai walinya. Namun, di dunia ini selalu ada hal yang tak akan pernah berhasil kita dapatkan sekeras apa pun kita berusaha dan berdoa. Aku tak akan pernah bisa membuat Bapak hidup kembali, meski aku sangat merindu hadirnya. 

Terus sayangi orangtuamu, selagi masih ada. Jangan sampai merindu hingga kebiasaan kecilnya, bahkan cerewet atau diamnya.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1714

13 January, 2017

[Review buku] Your job is not your career

Judul: Your job is not your career
Penulis: Rene Suhardono
Penerbit: Literati
Dimensi: 162 hlm, 13 x 19 cm, cetakan IV Juni 2014
ISBN: 978 602 8740 26 5

Banyak di antara kita yang memiliki paradigma bahwa pekerjaan dan karir itu sama. Sehingga saat kita berpikir untuk resign sebab sudah tak tahan dengan tekanan dan budaya perusahaan, kita berpikir karir kita terhenti. Dalam buku ini, penulis membuka cakrawala kita bahwa kedua hal tersebut berbeda.

Pekerjaan hanyalah bagian dari karier. Karier itu sendiri adalah segala hal yang terkait dengan nilai hidup saat melakukan pekerjaan. Singkatnya pekerjaan sekadar alat atau kendaraan yang bisa membawa kita ke satu tempat yang kita kehendaki. Sedangkan karier adalah perjalanan itu sendiri. (H.20)

Jadi sangat lumrah bila kita bekerja lintas disiplin ilmu atau bahkan bergonta-ganti profesi, selama nilai hidup kita tetap. Buku ini juga memahamkan saya tentang perjalanan karier saya. Secara pekerjaan, saya pernah menjadi guru freelance di homeschooling, R&D di perusahaan konsultansi, Instructional Designer di perusahaan modul interaktif, dan guru sekolah. Awalnya saya kira semua tak berkaitan, karier saya tak selaras. Ternyata itu hanya pekerjaan. Karier saya atau lebih tepatnya passion saya ya di dunia yang sama. Keempat pekerjaan itu adalah dunia belajar-mengajar, membaca-menulis, dan bermanfaat bagi orang lain. That's why I feel happy and always wanna give my best contribution when I'm in there.

Simple book, colourful, crunchy to read, many ilustration and not wordy, I like the layout and the cover. Meski temanya sudah sering dibahas, tetap asyik bacanya.

Terima kasih buat Kak Lili yang sudah menghadiahkan sepaket (buku ini ada 2 jilid, meski tidak bersambung) dan mengantar langsung ke Bogor dari Bekasi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"There are two ways to be rich; one is to have more, the other is to want less." (H.40)

"Passion is NOT what you're good at. It is what you enjoy the most!" (H.56)

"Bekerja sesuai passion akan menghasilkan ENERGI terbarukan sebagaimana matahari." (H.61)

"Saat mencari tahu apa passion Anda, enjoy the journey itself. It's all about self-discoveries. Sebelum bisa bilang I do only what I love doing, jangan pernah ragu mencoba banyak hal. And yes, you can have more than one passion." (H.66)

"Attitude adalah yang menentukan apakah kita bisa berbahagia di mana saja, mengerjakan apa saja, dengan siapa pun dan kapan pun. Dalam banyak hal kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan saja: happy atau unhappy--kenapa selalu saja tergoda untuk memilih unhappy?" (H.96)

"Fortuna favi fortus. Keberuntungan memihak mereka yang berani! Kuasai rasa takut & jeritkan 'teriakan perang' Anda!" (H.119)

"Zona nyaman" ada dalam pikiran saat diri merasa sudah tidak ada lagi yang dapat dilakukan--diperbaiki, ditingkatkan, dimajukan, dihebatkan, dan diluarbiasakan. (H. 124)

"And what is success? NOT about becoming the best. It is about BECOMING YOUR SELF-BEST!" (H.131)

"Ada 2 syarat kebahagiaan: PLEASURE (letupan emosi positif yang kita rasakan setiap melakukan sesuatu, bertemu orang lain, dan berada di tempat tertentu) & MEANING (makna atas segala hal saat Anda melakukan, bertemu, dan berada tadi)." (H.140)

Meta morfillah

10 January, 2017

#Day11 Tribute to pekerja: Penulis yang mendakwahkan Islam

#Day11 Tribute to pekerja: Penulis yang mendakwahkan Islam

Penulis yang berdakwah itu pekerja bukan? Whatever lah yaa... bagi saya itu adalah pekerjaan impian. Dulu dan hingga kini, saya sangat ingin menjadi penulis yang mengenalkan keindahan Islam. Tidak melulu tentang ta'aruf, tapi holistik. Mulai dari sejarah Islam sampai pengaturan Islam dalam kehidupan.

Namun, saya sadar diri masih "sekadar pengin". Buktinya saya belum menelurkan sebuah buku dengan subjek yang saya inginkan tersebut. Saya lebih sering menjadi penikmat penulis lainnya. Saya juga masih ragu akan kemandirian seorang penulis, apakah hasilnya mampu menghidupi jika saya ingin menunggalkannya sebagai pilihan hidup?

Itulah sebab saya maju mundur di dunia ini. Masih banyak tidak percaya dirinya, meski banyak yang mendukung saya untuk self publishing.

Terlepas itu semua, saya selalu suka melihat kehidupan para penulis yang menurut saya berhasil mendakwahkan Islam, sebut saja Ustad Salim A. Fillah, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman el shirazy, dan lainnya. Prestasi mereka meroket, gaya hidup mereka sehat, keluarga mereka harmonis, kebahagiaan duniawi terlihat tak menggelapkan tujuan akhirat: surga.

Saya sering membayangkan betapa kesabaran mereka begitu teruji jauh sebelum mereka terkenal. Betapa tangguh jiwa mereka dilalap beragam cobaan bahkan saat telah terkenal. Dari mana amunisi semua kehebatan itu kalau bukan dari sujud panjang, doa sepertiga malam, dan keyakinan pada Rabbnya? Yang kita lihat saat ini hanya manisnya saja.

Perjuangannya? Sakitnya? Banyak pikirannya? Hatersnya? Jadwal padatnya? Safarinya hingga jauh dari yang dicintanya? Belajar public speakingnya? Belajar mendalami agamanya? Melatih kepekaannya?

Kita hanya mampu melihat apa yang terlihat dan apa yang ingin kita lihat.

Meta morfillah

@30haribercerita #30hbc1711 #30haribercerita #tema #tributetopekerja

#Day10 Peran

#Day10 Peran

Setiap kita memilik banyak peran dalam hidupnya. Peran sebagai seorang hamba, anak, kakak, adik, sepupu, teman, sahabat, tetangga, pelajar, pekerja, pasangan, orangtua, saudara, aktivis, figur publik, dan lainnya. Dalam tiap peran itu, apakah kita sudah optimal menjalaninya?

Misal, peran anak saat di rumah. Apakah kita benar-benar menghadirkan jiwa kita sebagai anak saat di rumah? Ya membantu orangtua, menemani, berbincang dari hati ke hati, menghormati, dan sebagainya. Atau malah saat di rumah kita lupa akan peran kita sebagai anak, malah tetap asyik dengan peran pekerja. Masuk kamar, mengerjakan beragam tugas dan tak peduli pada family time. Padahal keluargamu juga punya hak atas dirimu.

Pun sebaliknya. Saat belajar atau bekerja, apakah kita sudah optimal atas peran kita dengan belajar bersungguh-sungguh, menuntaskan tugas tepat waktu dan benar, dan lainnya. Atau malah asyik membuang waktu dan jadinya korupsi waktu? Hanya saat ada reward dan imbalan kita bersemangat dan mengakui peran kita. Hmm...

Lebih bahaya lagi adalah bila kita lupa menjalankan peran kita sebagai hamba Allah. Peran kita untuk beribadah padaNya, menaati segala perintah, menjauhi segala larangan, menjadi rahmat bagi semesta, yang bila kita hadir orang lain berbahagia.

Sadarkah kita akan peran-peran itu? Betapa ada banyak kewajiban dibanding waktu yang tersedia. Ada banyak hak orang lain yang menuntut peran kita. Sudahkah kita mencoba usaha terbaik kita? Atau malah kita adalah manusia yang merugi bahkan celaka, sebab begitu lamban menjalankan peran kita.

Jangan sampai terlambat... nanti kita menyesal. Segera optimalkan peranmu! Hayo, asah 'gergaji' kita (habit ketujuh dalam 7 habits karya Steven covey).

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1710

09 January, 2017

#Day9 Jauh dekat

#Day9 Jauh dekat

Pada usia ini, ujian yang paling sering datang adalah ujian perasaan. Namun selalu ingat bahwa tak selamanya dekat itu menguatkan dan tak selamanya jauh itu memudarkan.

Bila belum mampu bersatu dalam ikatan suci, maka menjauh adalah pilihan terbaik. Menjaga dan menata hati agar ridha pada takdirNya. Memaksa untuk selalu dekat dengannya, mencuri kesempatan melihat atau menemuinya hanya akan membuatmu sakit hati saat yang kamu harapkan tak terjadi.

Maka menghilanglah dari lingkarannya, jika kamu tak kuat menjauhinya. Keputusan itu harus kamu pilih.

Sebab konsep cinta dalam Islam begitu agung dan unik. Para pecintanya sering kali jarang bertemu, namun doanya melangit dan banyak menyebut namamu. Mereka tak bermain cinta di bumi. Mereka meminta langsung pada Allah dan didengar penduduk langit.

Dalam setiap doa, mintalah agar diberikan pilihan terbaik yang Allah ridhai dan aku pun ridha pada ketetapanNya.

Sebab bisa jadi, terhambatnya sesuatu sebab kita kurang ridha atau ada orang lain yang belum mengikhlaskanmu. Percayalah, jika dia memang cinta sejatimu, ia akan kembali dan terus memiliki alasan untuk memperjuangkanmu meski keadaan tak mendukungnya.

Sabar ya salihah...
Sibukkan diri dengan hal positif.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1709

08 January, 2017

DOA DAN HAL-HAL YANG BELUM TERWUJUD

Kadang, apa yang kita dapatkan adalah hasil dari doa orang-orang yang tulus menyayangi kita. Orang yang begitu baik hatinya hingga Allah tak tega menolak atau mengabaikan permintaannya.

Sebagai umat muslim, saya percaya bahwa salah satu tempat paling barokah dan mustajab untuk berdoa adalah di tanah suci Mekkah. Sudah beberapa kali saya mendapatkan foto nama saya tertulis di sebuah kertas yang diniatkan beberapa teman dan didoakan. Doa utamanya agar saya bisa menjejakkan kaki di Mekkah (haji dan umrah) dan doa agar saya segera menggenap.

Selama itu pula saya tak pernah menitip doa spesifik, seperti beberapa teman yang begitu detail hingga menjapri teman yang akan berangkat ke tanah suci. Sehingga setiap kali saya tahu didoakan, saya akan terharu dan berdoa sejenak untuk yang mendoakan. Serta bersyukur pada Allah, sebab telah menggerakkan hati teman saya untuk selalu mengingat saya dalam doanya.

Meski doa-doa itu belum mewujud, tapi saya percaya doa itu tengah berkumpul di atas sana menjadi sebuah kekuatan besar. Kekuatan yang membuat saya mampu melangkah di tiap harinya. Hingga saya mendapatkan apa yang saya inginkan meski saya belum meminta pada Allah. Itu semua mungkin kompensasi doa-doa kalian.

Kita tidak pernah tahu pada usaha dan doa keberapa, hal yang begitu kita dambakan akan terkabul. Yang penting, jangan berhenti berdoa. Sebab tujuan itu tidak ke mana-mana.

Jangan berhenti, nanti tidak sampai.

Meta morfillah

#Day8 Waktu SMA

#Day8 Waktu SMA

Well, mulai hari kedelapan ada tema untuk @30haribercerita . Tema itu akan aku jadikan judul seterusnya.

Waktu SMA... tepatnya waktu SMK bagiku. Awalnya amat sangat menyebalkan, sebab aku 'kecemplung' masuk SMK TELKOM SPJ (Wulan, kalau kamu baca, jangan ketawa. Yang pengin sekolah di sana kan kamu, malah aku yang diterima). Kali pertama belajar tentang dunia lelaki, main elektronika, kesetrum, kena solder, desain teknik dan seabrek aktivitas lelaki lainnya. Ditempatkan di jurusan switching. Aku pun enggak paham apa maksudnya.

Sampai dapat nilai merah di rapor pada dua mata pelajaran. Oh my Allah... selama ini berprestasi masuk 10 besar tiba-tiba dapat merah. Kzl banget dah! Tapi bisa diremed. Soalnya bukan aku enggak bisa, tapi terlalu aneh pelajarannya. Sungguh kayak alienasi, berasa enggak normal hahaha (karena aku punya plan sekolah di SMA 78 dan mau masuk kelas bahasa lalu ikut program pertukaran pelajar ke Jepang).

Tapi seiring berjalannya waktu, ketemu teman-teman yang asyik. Rata-rata memang lelaki. Soalnya sekolah ini diliput majalah Gadis sebagai "Sekolah dengan perempuan di sarang penyamun". Meski kami dikenal anak STM, alhamdulillah enggak ada kata tawuran dalam kamus hidup kami. Kami cinta damai, love, and gaul!

Jam belajar kami sangat padat, tidak seperti anak SMA yang pulang pukul 15.00, kami sampai menjelang maghrib. Juga tiap hari Sabtu masuk sebab guru asli karyawan Telkom kebanyakan baru bisa mengajar di Sabtu. Ditambah ada magang 3 bulan di divisi Telkom sejabodetabek. Penempatannya acak. Untung aku dapat di kota dan ketemu para bapak super baik yang menganggap aku kayak anaknya sendiri.

Memang, semenyebalkan apa pun masa SMA, akan selalu terkenang. Sebab temannya solid banget. Kita sering touring bareng. Pokoknya happy! Masa SMA juga menjadi titik balik hidupku. Menjelang kelas 3, aku memutuskan untuk berhijab.

Nah, ini fotoku zaman SMA. Sengaja enggak yang rame bareng akhwat, soalnya beberapa sudah berhijab sekarang. Aku menjaga aurat kalian.

Buat teman-teman SMAku, semoga kalian sukses dunia akhirat. Semoga kita bisa kembali berkumpul di jannahNya kelak.

With love,

Meta morfillah

#30haribercerita #30hbc1708

06 January, 2017

#Day7 Tempat paling nyaman di muka bumi

#Day7 Tempat ternyaman di muka bumi

Bagiku ada tiga tempat ternyaman di muka bumi, di mana aku merasa menjadi diriku tanpa melupakan fitrahku. Yakni rumah tercinta yang dipenuhi orang terkasih, perpustakaan yang dipenuhi buku sumber ilmu, dan masjid yang dipenuhi doa dari jamaah penuntut ilmu.

Di rumah dan di perpustakaan, mungkin lebih pada kenyamanan individual. Memuaskan jasad dan otakku. Membenamkanku pada duniaku sendiri.

Tapi di masjid, itu berbeda. Aku nyaman berjamaah. Aku menanti ibadah berjamaah, sibuk berjamaah, mengamati orang-orang lain dan tentunya kedamaian berjamaah. Dalam jamaah aku merasa utuh.

Dalam jamaah aku tetap bisa berdua. Berbincang mesra denganNya jauh lebih khusyuk. Lirih doaku seakan digemakan oleh dinding masjid, menggetarkan arsyNya. Aku merasa doa menjadi seribu kali lebih kuat di dalam masjid.

Meski terbaik bagi wanita adalah beribadah di tempat yang tidak terlihat, namun masjid selalu menarikku untuk mendatanginya. Meski hanya aku jamaah wanitanya, aku tak peduli. Aku ingin mendapat kesempatan yang sama dalam hal ibadah satu ini. Mencintai masjid dengan beri'tikaf.

Maka dalam doaku, selalu kuharap penggenap yang hatinya terpaut pada masjid. Shalat awal waktu, berjamaah, di masjid, tanpa pernah terputus/berhalangan, maka kamulah lelaki terkece di dunia.

Semoga pada salah satu tempat yang paling nyaman di dunia menurut versiku ini kita menyatu dalam akad suci. Aaamiiin...

Meta morfillah

@30haribercerita #30hbc1707 #30haribercerita

Text Widget