Pages

21 June, 2016

#Day14 Yang belum paham

#Day14 Yang belum paham

Banyak dari kita yang tidak berasal dari keluarga agamis. Bahkan banyak yang baru meniti agama ini di usia seperlima abad. Berusaha jadi baik. Semangat mendalami setelah bertemu sekian banyak orang yang mengajarkan kebaikan sebagaimana sumur yang tak pernah kering. Kita takjub akan mereka dan menggali dari mana semangat itu. Lalu perlahan kita mengenal pencipta kita, pembawa risalahNya dan beragam kisah yang membuat tergetar haru. Kian hari banyak yang mempertanyakan hal-hal yang menurut kita tak sepatutnya ditanyakan. Seperti pacarmu mana, sudah usia segini masih belum ada pacar yang dibawa ke rumah? Kok kerudungmu makin lebar dan panjang kayak ikan pari? Mengapa sibuk membantu orang lain, padahal keluarga sendiri masih butuh dibantu?

Yang menyedihkan, ketika yang bertanya adalah orang terdekat kita. Orang yang sehari-hari memenuhi kebutuhan kita, memaklumi kesalahan kita, menerima kurangnya diri kita, melindungi kita. Keluarga kita sendiri. Mereka yang belum paham. Menjelaskannya pada mereka kadang membuat kita ingin berteriak, tak sabar. Seharusnya merekalah yang paling mengerti perubahan atas diri kita. Seharusnya mereka tak mengajukan pertanyaan semacam itu. Sebab mereka yang terdekat dan memahami kita. Namun, bila menuruti emosi itu, bisa jadi bukannya cahaya terang yang mereka rasakan atas perubahan kita, melainkan kegelapan. Dakwah akan dipandang begitu rendah. Maka menghadapinya perlu lebih banyak senyum, pelukan, suara lembut, waktu lebih panjang dan sabar. Perbanyak dan perdalam komunikasi dengan mereka. Hingga pada akhirnya mereka akan memaklumi meski belum paham untuk menerima.

Lalu kita pun terus mendoakan mereka, agar yang belum paham diberikan pemahaman.

Meta morfillah

20 June, 2016

[Review buku] Pesona 10 sahabat

Judul: Pesona 10 sahabat
Penulis: Dwi Fahrial
Penerbit: Bina Mitra Press
Dimensi: xx + 230 hlm, cetakan pertama Juni 2005
ISBN: -

Buku ini menceritakan pesona 10 sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk surga:
1. Abu bakar As shiddiq
2. Umar bin Khattab
3. Utsman bin Affan
4. Ali bin Abi Thalib
5. Thalhah bin Ubaidillah
6. Zubair bin Awwam
7. Abdurrahman bin Auf
8. Sa'ad bin Abi Waqash
9. Said bin Zaid
10. Abu Ubaidah Ibnu Jarrah

Menariknya adalah buku ini menyajikan profil, keutamaan dan prestasi, pesonanya menurut rasul dan sahabat, serta pesona kisah-kisahnya yang disertai hikmah. Lampirannya juga menambah wawasan, terutama tentang para penguasa saat itu, kronologis 50 tahun pertama dakwah islam, dan nama 110 remaja sahabat nabi.

Namun secara pengemasan menurut saya kurang apik. Seperti dalam penulisan kisah, tidak ada tanda baca. Persis buku cerita anak kelas 2 SD. Besar-besar dan seperti puisi, bukan kalimat. Pun dalam pemilihan katanya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

19 June, 2016

#Day13 Doa anak shalih

#Day13 Doa anak shalih

"Yaa Allah, ampunilah dosaku dan dosa ibu bapakku. SAYANGILAH MEREKA SEBAGAIMANA MEREKA MENYAYANGIKU DI WAKTU KECIL."

Doa yang sering kita dengar bahkan sering kita ucapkan sehabis shalat. Tapi, pernahkah kita memaknai artinya lebih dalam? Mengapa kita meminta Allah menyayangi orangtua kita sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil? Mengapa tidak sebagaimana mereka menyayangiku saat ini? Bukankah orangtua akan selalu menyayangi anaknya sampai kapan pun?

Memang seperti apa orangtua menyayangi anaknya di waktu kecil? Coba kita amati!

Saat anak kecil, itu adalah saat di mana anak lucu-lucunya, polos, dan begitu suci. Saat di mana anak begitu bergantung pada orangtuanya. Saat di mana orangtua begitu menyayanginya, memberikan yang terbaik dari dirinya, menolerir segala kesalahan anaknya, menghadiahi banyak pelukan, ciuman, hadiah dan ribuan hal positif lainnya.

Saat kecil adalah waktu termesra dan terbaik di antara hubungan orangtua dan anak. Anak yang puas akan kasih sayang di masa kecilnya, kelak akan menjadi orang yang penyayang dan baik juga. Orangtua yang selalu ada di masa kecil anaknya, akan dikenang juga dan ada dalam masa depan anaknya. Itulah mengapa Ali bin Abi Thalib bilang pada usia 0-7 tahun perlakukan anak bagai raja. Turuti segala keinginannya dan berlakulah baik padanya.

Redaksi doa itu, bukankah begitu indah? Seorang anak meminta pada Allah agar orangtuanya disayangi sedalamnya, dimaafkan semua kesalahannya tanpa batas, dituruti segala keinginannya dan diperlakukan terbaik di sisiNya.

Betapa indah! Merangkum segala keindahan dan momen terbaik yang pernah ada dalam hubungan orangtua dan anak.

Meta morfillah

[Review buku] Muslim kok Nyebelin

Judul: Muslim Kok Nyebelin?
Penulis: Satria Dharma
Penerbit: Bunyan (Bentang)
Dimensi: x + 254 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama desember 2013
ISBN: 978 602 7888 68 5

Buku ini terbagi menjadi 4 bab utama: Membangkitkan tradisi kemajuan islam, teologi islam yang rasional, beragama secara autentik,  dan beragama lebih membumi.

Gaya bahasa penulis santai dan bermula dari pengamatan keseharian atau diskusi. Hampir sebagian besar tulisan ini adalah pendapat dari sisi penulis. Semacam pertanyaan dan pemikirannya terhadap fenomena seputar islam, baik ritual ibadah maupun muamalah. Namun menurut saya pribadi, buku ini haruslah dibaca oleh orang yang sudah paham tentang Islam. Sebab, agak berbahaya bila pemikiran dalam buku ini dibaca oleh orang awam yang langsung mencernanya bulat-bulat tanpa membaca referensi lain. Penulis menurut saya cukup liberal, amat mengedepankan logika. Saya sendiri sampai kadang berpikir mengikuti alur pikirnya. Hingga kadang menerbitkan ragu yang aneh dan tak nyaman. Makanya buku ini agak lama saya selesaikan, sebab saya membaca buku lain yang mengimbangi pendapat penulis buku ini. Banyak poin yang membuat saya 'ngeri' bila buku ini dibaca oleh orang yang jarang baca buku terutama terkait Islam. Contohnya:

"...umat Islam menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama di dunia. Tentu saja ini tidak benar. Adam bahkan bukan nabi pertama di dunia. Sebelum Nabi Adam ada, telah hidup manusia dalam berbagai komunitas di belahan dunia ini." (Hlm. 60)

"Akan tetapi, kenapa ya, umat Islam takut sekali kalau ucapan selamat natal dapat merusak akidahnya? Kehati-hatian atau kebodohan? Ya karena terpengaruh mitos tadi... kemungkinan akidahnya 'tercemar' hanya karena ucapan selamat natal pada umat nasrani adalah ilusi yang sangat... sangat liar." (Hlm. 130)

"Jadi, kalau ada saintis yang menyatakan perlunya Tuhan dilibatkan dalam teori ilmiah apa pun, itu sungguh ganjil. Itu dua ranah yang berbeda bidang operasinya...  Tidak ada satu pun teori yang bicara tentang kehadiran Tuhan. Teori evolusi dianggap sebagai teori yang kafir. Harun yahya, penentang paling serius dari teori ini, lantas didapuk menjadi 'pahlawan penyelamat akidah' yang selama ini telah dibikin sesat oleh teori evolusi. Sungguh menggelikan sebenarnya." (Hlm. 180)

Tapi, dari buku terburuk pun kita tetap bisa belajar. Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Dengan kemampuan membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik." (Hlm. 6)

"When you speak, your words echo only across the room or down the hall. But when you write, your words echo down the ages." (Hlm. 17)

Meta morfillah

18 June, 2016

[Review buku] Problem at Pollensa Bay

Judul: Problem at Pollensa Bay (Masalah di Teluk Pollensia)
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: 296 hlm, 18 cm, cetakan kelima Juli 2011
ISBN: 978 979 22 7231 4

Agatha Christie identik dengan Hercule Poirotnya yang eksentrik. Tapi di buku ini, dibilang "Parker Pyne" Stories sedangkan pada kalimat pembuka kasusnya diterangkan ada tokoh Poirot di dalamnya. Ada yang membingungkan saya, apakah Poirot dan Pyne orang yang sama atau bukan? Juga pada tokoh Mr. Harley Quin yang misterius dan sedikit surealis. Sebab kehadirannya seperti hantu atau tokoh rekaan psikologis Mr. Satterthwaite?

Ada delapan cerita dalam buku ini:
1. Masalah di Teluk Pollensa
Kasus anak mami yang berusaha memperjuangkan cintanya dengan mendapat restu sang ibu dengan bantuan Parker Pyne.

2. Gong kedua
Pembunuhan lelaki eksentrik yang dikira bunuh diri, namun berhasil dipecahkan oleh Hercule Poirot.

3. Bunga Iris Kuning
Percobaan pembunuhan dengan memakai modus kasus pembunuhan empat tahun lalu yang berhasil dipecahkan oleh Hercule Poirot.

4. Perangkat minum teh harlequin
Percobaan pembunuhan seorang ibu pada anak tirinya yang buta warna, namun berhasil dicegah Mr. Satterthwaite.

5. Misteri regatta
Komplotan pencuri yang menyamar demi mendapatkan berlian Morning Star, yang berhasil ditangkap Parker Pyne.

6. Detektif-detektif cinta
Kasus pembunuhan yang mengambinghitamkan kepala pelayan berhasil diluruskan oleh Mr. Satterthwaite.

7. Lebih penting dari seekor anjing
Ini lebih seperti cerita romansa dan kesetiaan seekor anjing. Tidak ada detektif yang terlibat ataupun pembunuhan meski anjingnya mati.

8. Sekuntum magnolia
Kasus cinta, selingkuh, dan suami yang menjual istrinya demi menyelamatkan diri. Pun tidak ada kasus pembunuhan. Namun saya bertanya-tanya tentang endingnya, sekuntun magnolia yang jatuh itu makna sebenarnya atau kiasan untuk istri yang akhirnya bunuh diri?

Membaca agatha christie dengan beragam tokohnya, terutama poirot, tidak semudah memahami sir arthur conan doyle dan sherlock holmesnya. Kadang saya terjebak pada banyaknya deskripsi dan kurang mengerti khasnya orang Inggris, Amerika, dsb di masa itu--tahun 1930an. Sehingga kadang saya perlu mengulangi untuk memahami fakta dan data yang mengiring hingga sampai ke premis dan konklusi sebuah kasus. Namun, hal itu tak mengurangi kesukaan saya pada karyanya. Tetap menarik dengan cita rasa vintage.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#Day12 Kata-kata

#Day12 Kata-kata

Bunga ini cantik. Bentuknya mengingatkan saya pada partikel salju yang diperbesar. Juga mengingatkan saya pada penelitian tentang kata-kata positif yang membuat struktur air menjadi seindah salju. Sebab dominan tubuh manusia terdiri dari air, maka stimulus positif pun berlaku mendapat respon persis penelitian itu. Kalau tak salah penelitian Masaru Emoto, ya... orang Jepang.

Penelitian yang menyimpulkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Jika positif, ia akan memberi kekuatan tak terduga yang menghasilkan keajaiban indah. Sebaliknya, kata-kata negatif berkekuatan menghancurkan bahkan meski hal itu indah awalnya. Lalu saya teringat wasiat Sang Nabi, "Janganlah kamu berdebat, meskipun kamu benar. Balasannya adalah surga." Bukan berarti tidak boleh berargumentasi, tetapi bila bukan urusan aqidah, setidaknya tidak ada poin yang perlu diperjuangkan dalam perdebatan. Mungkin sebab dari kebenaran akan menjadi pembenaran, hanya karena debat dianggap sebagai ajang perang kata-kata yang akhirnya membuat pelakunya tergelincir untuk memaksakan kebenaran ada di pihaknya. Sebab seringkali dalam ajang perdebatan, kita tak lagi memikirkan perasaan atau dampak yang dihasilkan dari perkataan yang kita lontarkan. Cara yang kurang baik, bisa menghancurkan kebaikan seseorang persis sebagaimana kata-kata negatif merusak struktur indah air jernih.

Ah, kembali ke realita. Bunga ini membuat saya berpikir banyak tentang kata-kata. Kata-kata secara lisan maupun tulisan. Maaf ya, bila saya pernah khilaf dengan pemilihan kata saya.

Meta morfillah

17 June, 2016

#Day11 Jalan memutar

#Day11 Jalan Memutar

Pernah berpikir bahwa jalan hidup kita rumit dan berkelok-kelok tidak?

Saya sering. Seperti hari ini, saya menyadari bahwa Allah mengantarkan saya pada satu mimpi saya yang lain, namun melalui jalan memutar. Mimpi itu adalah: Naik gunung.

Sejak 2013, saya berkenalan dengan banyak pendaki gunung. Beberapa sangat dekat, bahkan. Hingga kadang saya merasa bahwa saya bagian dari mereka. Saya bisa membayangkan ada di hutan mati papandayan, mereguk segarnya air ranu kumbolo, mengintip matahari di puncak rinjani, meski saya tidak pernah berada di sana. Hampir tiap tahun, dan klimaksnya di bulan agustus. Pendaki banyak yang berlomba ingin merasakan sensasi menancapkan sangsaka merah putih dan upacara 17 agustus di puncak. Itu adalah masa ujian bagi saya. Grup akan ramai membincangkan hal tersebut, namun saya hanya akan diam. Tidak pernah tahu seperti apa rasanya, lelahnya, kepuasannya, dan lainnya. Sering juga saya minta izin left bila tak tahan godaan. Menyebalkan ketika kamu menjadi satu-satunya orang yang tidak terlibat hanya karena izin. Yaa... sudah bukan anak-anak lagi, tapi tetap saja saya milik orangtua saya. Saya harus pergi seizin mereka. Dan entah mengapa pula, mama amat tidak mengizinkan saya naik gunung. Meskipun dengan orang yang sudah amat beliau kenal.

Tahun berganti, saya resign dan berganti kantor serta pindah domisili juga. Mimpi naik gunung tetap ada, meski sisa-sisa. Ternyata melalui perenungan dan pergulatan batin, saya pun harus hijrah total ke kota baru. Saya harus menetap dan bekerja di kota itu tanpa kembali melongok kota kelahiran. Rumitnya lagi, saya harus menjelma sosok yang paling saya hindari sebab saya tahu begitu berat dan mulia tugasnya, dunia akhirat: menjadi guru. Menjadi guru saja sudah sulit, ditambah di sekolah islam yang menuntut kualitas spiritual terjaga dan juga berbasis sekolah alam yang memiliki banyak program dan kegiatan alam.

Genap tujuh bulan, saat saya sedang sibuk mengolah data rapor ada pengumuman. Bahwa guru akan naik gunung ke Gede akhir Juli untuk materi outbound dan SAS. Kalian tahu? Rasanya saya ingin teriak. Bagai pucuk dicinta ulam tiba. Penantian saya selama ini berbuah manis. Mama pun mengizinkan karena memang itu untuk kepentingan dan tuntutan profesi. Tinggal saya sibuk meminjam semua peralatan yang asing di telinga saya.

Well... saya ingin terbahak rasanya. Ketika menyadari bahwa Allah menuntun saya ke mimpi saya, hanya saja jalanNya memutar agak jauh, namun indah. Tanpa perlu saya membangkang pada orangtua, memaksakan diri, dan pergi dengan kawan perjalanan yang salah. Semuanya perfect! Perjalanan ini persis rihlah dakwah dan kesempatan saya tafakur serta tadabbur ayatNya yang bertebaran di alam ini.

Satu kuncinya, PERCAYA PADA ALLAH. Bahwa segala pengorbanan kita akan dibalasnya dengan manis. Hidup kita yang terlihat rumit dari bawah sini, barangkali di atas sana sebenarnya merupakan rajutan kalamNya yang indah. Persis seperti jahitan yang tampak tidak teratur dari bawah, namun sebenarnya membentuk keteraturan sebuah pola dari atas.

Bagaimana, kamu mau percaya?

Meta morfillah

15 June, 2016

[Review buku] Menggali ke puncak hati

Judul: Menggali ke puncak hati (refresh edition 'gue never die')
Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro U Media
Dimensi: 312 hlm, cetakan pertama 2015
ISBN: 978 602 7820 41 8

Buku ini terdiri dari 10 bab yang sebenarnya mengacu pada 10 muwashshafat kader da'wah. Hanya saja dikemas dalam bahasa yang lebih ringan tanpa mengurangi makna dan jauh lebih mudah dicerna bagi saya.

Kesepuluh hal itu adalah:
1. Salimul 'aqidah (selamat aqidahnya) = Menjemput keajaiban dua kalimat
2. Shahihul 'ibadah (benar ibadahnya) = Sayang, izinkan aku menghadap Rabbku
3. Matinul khuluq (tegar akhlaknya) = Tentang akhlaq
4. Mujahidu linafsihi (bersungguh terhadap dirinya) = Cintaku, aku menang selalu!
5. Qadirun 'alal kasbi (mampu memenuhi kebutuhannya) = Siapa takut jatuh kaya?!
6. Qawiyyul jismi (kuat jasadnya) = Allah suka kalau kita perkasa
7. Mutsaqaful fikri (terwawas pikirannya) = Bikin otak selalu ting!
8. Munazham fi syu'unihi (tertata urusan-urusannya) = Atur diri dan berbarislah agar dicintai!
9. Haritsun 'ala waqtihi (menjaga waktunya) = Pedang waktu di leherku
10. Nafi'un lighairihi (bermanfaat bagi selainnya) = Sang bunga tak mampu menahan semerbak wanginya

Jujur saja, kembali saya merasakan beberapa kisah yang diambil di buku karya penulis sebelumnya. Dan memang nyatanya dipadatkan dari buku-buku karya lainnya. Sehingga ada beberapa kisah yang sudah saya tahu. Tapi hebatnya tetap tidak membosankan saya. Sebab pas konteksnya. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan di buku ini, salah satunya tentang gambaran detail shalat Khauf di halaman 272. Pembeda buku ini dengan buku lainnya karya penulis yang sama adalah di tiap bab ada tabel program capaian intelektual, fisik, dan spiritual dengan waktu rata-rata tiga dwiwulan yang bisa diterapkan pembaca. Sungguh rinci dan membantu program perbaikan diri bagi yang bersungguh-sungguh.

Saya mengapresiasi 5 dari 5 bintang.

"Jalan Allah ini panjang sekali. Untunglah kita tak diwajibkan untuk sampai ke ujungnya. Kita hanya diperintahkan untuk mati di atasnya." (Hlm. 11)

"Rasulullah SAW punya sifat fathanah (cerdas), tapi sifat ini diikuti sifat berikutnya, tabligh (menyampaikan). Menimbun ilmu terkadang lebih berbahaya daripada tak berilmu sama sekali. Menimbun ilmu adalah kubangan kefasikan." (Hlm. 245)

"Dakwah ini, Islam ini, tidak hanya perlu orang shalih. Namun, lebih dari itu, ia sangat memerlukan orang yang bisa--bersedia--ditata." (Hlm. 260)

Meta morfillah

#Day10 Keterbatasan

#Day10 Keterbatasan

Tidak pernah ada yang berharap memiliki keterbatasan. Terlebih seorang ibu, mana pernah menginginkan anaknya memiliki keterbatasan. Tapi, saat ia dianugerahi seorang anak dengan keterbatasan, pilihannya hanya dua: menyalahkan atau menyalakan potensi anak tersebut.

Sungguh tidak mudah pula bagi keluarga yang memiliki anggota dengan keterbatasan. Tapi, dari keterbatasan mereka, keluarga yang mau berpikir akan banyak belajar dan bersyukur. Keajaiban kecil akan banyak mereka perlihatkan. Misal bagi yang lumpuh, ketika tiba-tiba bisa menggerakkan anggota badannya, kita akan sangat bersyukur. Bagi yang tak paham konsep Allah, tiba-tiba ikutan shalat meski tidak tertib, kita bisa trenyuh berderai air mata. Bahkan bila kita sedang menangis, mereka yang tak paham kesedihan tiba-tiba memeluk kita berupaya menenangkan, kita akan merasakan ruh cinta yang tulus mengalir dari dekapannya.

Begitu kecil. Tapi begitu ajaib. Begitu biasa bagi yang normal. Tapi begitu luar biasa dan merupakan momentum bagi mereka yang terbatas. Bahwa dalam segala keterbatasan itu, mereka tetaplah seorang hambaNya yang berhak mendapat kasih sayang, pendidikan, dan hal lain sebagaimana orang normal pada umumnya. Mereka beribadah dengan cara mereka, yang tak kita pahami. Lalu, bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita beribadah dengan baik? Atau malah kita yang sesungguhnya memiliki keterbatasan dengan iman kita?

Meta morfillah

14 June, 2016

#Day9 Yang harus disegerakan

#Day9 Yang harus disegerakan

"Berbuat baik janganlah ditunda-tunda."

Ya... harus disegerakan. Sebab godaan untuk membatalkan niat baik itu sungguh dahsyat. Contohnya sedekah di bulan ramadhan yang jelas-jelas lebih utama pahalanya. Kita tahu ilmunya. Tapi seringkali sebab dientar-entar, tahu-tahu uangnya sudah terpakai membeli hal yang tidak dibutuhkan. Bahkan sering pula saat uang sudah mau masuk kotak amal, terlintas untuk mengurangi besarnya sebab pertimbangan akan banyaknya keperluan kita di bulan ini. Begitulah, godaan syaithan amat banyak untuk menghentikan niat baik kita.

Maka, berbuat baik harus disegerakan. Setelah dipersiapkan, alangkah baiknya langsung diamalkan tanpa dipertimbangkan lagi. Langsung saja. Tak usah takut, anggap itu sebagai rutinitas bulanan kita. Setelahnya, langsung lupakan. Seperti menorehkan jejak di atas pasir, lalu terhembus oleh angin. Tak berjejak.

Meta morfillah

Text Widget