Pages

26 August, 2026

[Review buku] Petaka keluarga Inugami


Judul: Petaka keluarga Inugami
Penulis: Seishi Yokomizo
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hal, cetakan pertama 2024
ISBN: 9786020677866

Pada tahun 1940an, Sahei, pemimpin keluarga Inugami meninggal di usia 80 tahun dan berwasiat. Isi wasiat itu sungguh aneh dan membuat keluarga kaya raya namun miskin cinta itu makin dendam dan tidak harmonis. Kosuke Kindaichi yang awalnya tidak menanggapi serius surat kliennya terkait wasiat Sahei itu, akhirnya terlibat sebab kematian tidak wajar klien yang belum sempat ditemuinya. Semakin ia mengenali anggota keluarga Inugami, semakin ia menemukan banyak rahasia gelap, kejam, dan ketidakjelasan identitas yang membuat terjadinya 4 pembunuhan. Siapa pelakunya? Apa motifnya? Bagaimana caranya? Adakah kaitannya dengan masa lalu Sahei dan keluarga Nonomiya?

Menarik, bila dibayangkan latar tahun 1940 saat Perang Dunia melanda sehingga kejadian pertukaran identitas lumrah. Namun mengejutkan bila isu LGBT yang diangkat bahkan menjijikkan bagi saya membayangkan Daini dan istrinya menjalankan praktik terkutuk itu dengan tetap berperan sebagai rohaniwan (penjaga kuil). Tak heran bila hasil perbuatan itu bagai kutukan tak berujung hingga generasi anak cucu. Duh, bahaya zina dan LGBT!

Secara alur dan penokohan, saya selalu suka Kindaichi, meski di buku ini tentang Kakeknya Hajime Kindaichi yang di komik. Sehingga latarnya tentu jauh lebih klasik dibanding komiknya. Saya hanya berpikir, isu LGBT di zaman itu yang begitu ditutupi, sekarang malah mau dilegalkan dan terang-terangan. Betapa beda zaman makin menggerus nilai hidup dan budaya malu ya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM dan penggemar tokoh Kosuke Kindaichi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

25 August, 2026

[Review buku] Yang telah lama pergi


Judul: Yang telah lama pergi
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabakgrip
Dimensi: 444 hal, cetakan pertama l
ISBN: 9786238829606

Mas'ud adalah ahli pembuat peta (kartografer) di abad 13. Secara turun temurun, bakat itu terwarisi pada anak lelaki di keluarganya. Setelah ayahnya meninggal, Mas'ud bertanggung jawab menyelesaikan peta pulau Swarnadipa (Sumatra), meski harus meninggalkan istrinya yang hamil tua. Dalam perjalanannya, ia terjebak di kapal Remasut, Raja Perompak. Tidak hanya itu, ia pun terlibat dalam misi besar melawan Kerajaan Sriwijaya. Bersama Biksu Tsing, Pembayun, Emishi, Ajwad, serta persatuan perompak, mereka berusaha membalas dendam dan mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampas oknum kerajaan. Berhasilkah mereka? Akankah hal-hal baik yang telah lama pergi bisa kembali seperti dulu?

Jangan berekspektasi dari judul ya. Kesannya akan berkisah tentang romansa pria dan wanita, tapi nyatanya novel ini adalah sindiran khas penulis terhadap keadaan negeri tercinta. Meski latar waktunya abad 13, komoditas yang disebut rempah, tapi narasinya sungguh mirip dengan keadaan Pulau Sumatra yang terkena bencana di 2026 ini akibat konsesi lahan. Bahkan di halaman 434 penulis sampai menuliskan nama tokoh yang membuat kita geram haha (geser slide).

So far, buku ini begitu seru dengan aksi dan cerita lebay khas bajak laut. Di awal rasanya kayak adegan film one piece ketika Luffy mengumpulkan timnya. Hanya saja memang di akhir agak antiklimaks sebab penulis berusaha menyadarkan realita oknum akan terus ada hingga kiamat. Mas'ud sendiri meski menjadi PoV utama, nyatanya perannya tidaklah utama. Justru Remasut titik utamanya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre petualangan, sedikit historis, dan penggemar Tere Liye.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 August, 2026

[Review buku] The turn of the key


Judul: The turn of the key
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura
Dimensi: 360 hal, cetakan pertama 2019
ISBN: 9786232422810

Rowan Caine, seorang pengasuh anak dijatuhi hukuman mati di Skotlandia karena anak yang diasuhnya jatuh lalu mati dari kamar tempatnya berada. Ia berusaha menjelaskan bahwa bukan ia pelakunya, tetapi polisi dan pengacaranya justru menggiringnya ke hukuman terberat setelah tahu fakta terkait dokumen yang ia berikan. Kehabisan cara, Rowan pun menulis surat pada kuasa hukum terkenal yang sering membela orang yang tampak sulit dibela. Dari surat-surat itu, perlahan kunci kasus mulai terlihat jelas dan membuka tabir penutupnya. Bagaimanakah kejadian sebenarnya? Benarkah Rowan tidak bersalah?

Ini adalah karya keempat penulis yang kubaca dan perlu perjuangan di awal sebab berbentuk surat yang mengulang-ulang sehingga membosankan. Perlahan, saat cerita mulai melibatkan tokoh dan detail rumah dengan teknologi tinggi pada zaman itu (2017) beserta kisah horor pemilik sebelumnya, baru saya merasa penasaran. Sempat baca malam dan thriller berupa teror horornya cukup menegangkan. Tapi saat tahu alasan sebenarnya, siapa Rowan, serta hubungan masa kecilnya, membuat saya terkejut. Apalagi saat memerhatikan latar waktu di surat-surat.

Endingnya cukup membuat saya termenung lama memikirkan keputusan Rowan. Jadi begini, demi melindungi Ellie, atau terprovokasi kalimat Jane di surat? Lalu untuk apa semua surat ini? Ya, kecewa, sedih, dan ingin melaknat bapaknya. Itu kesan kuat setelah membaca.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre misteri dan rumah berteknologi tinggi dengan arsitektur bergaya victoria.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

20 August, 2026

[Review buku] Toko buku kucing hitam

Judul: Toko buku kucing hitam
Penulis: Piergiorgio Pulixi
Penerbit: baca
Dimensi: 300 hal, cetakan pertama 2023
ISBN: 9786238371211

Marzio adalah mantan guru matematika yang peduli pada muridnya hingga terkena kasus setelah memukul orangtua murid yang melakukan kekerasan pada anaknya sendiri. Kehancuran karir itu membawanya pada keputusan membuka toko buku dengan spesialisasi novel misteri bernama Les Chats Noirs (toko buku kucing hitam). Kedatangan dua kucing hitam yang diberi nama Miss Marple dan Poirot menjadi daya tarik toko tersebut di instagram. Juga perkumpulan Detektif Selasa yang pada tahun lalu berhasil membantu polisi memecahkan kasus dingin dari analisis mereka. Kali ini pun mereka diminta memecahkan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan salah satu mantan murid Marzio. Berhasilkah mereka?

Sudah lama saya tidak menemukan buku yang after readnya membekas  dalam seperti buku ini. Pertama, bahasanya ringan. Kedua, semua yang disebut terkait nama penulis CTM, judul karya, kasus di salah satu buku, membuat hati saya bungah seperti diajak kencan ke tempat terindah. Ketiga, awalnya saya benci pada pelaku tapi setelah tahu motif dan siapa, saya malah jatuh iba, villain yang patut dicinta meski perbuatannya tidak benar. Keempat, plot twist di ending yang membuat saya haru dengan hubungan Marzio dan Nunzia. Aaah banyak alasan mencintai buku ini dan berharap benar-benar ada toko buku yang seidealis ini meski pemiliknya agak menyedihkan ketika berbenturan dengan realita. Tapi selalu ada bantuan untuk orang sebaik Marzio.

Kalau pun diminta cari kekurangan, hanya di bagian romansa Marzio dan Angela, tapi mengingat mereka orang Itali, dengan budayanya, jadi menurut saya buku ini perfect.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM ringan (misteri pembunuhan), pengagum Agatha Christie, Edgar Alan Poe, Arthur Conan Doyle, dan penulis misteri tersohor lainnya.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

18 August, 2026

[Review buku] Naoko


Judul: Naoko
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: GPU
Dimensi: 456 hal, cetakan pertama 2026
ISBN: 9786020688930

Pagi yang biasa berubah menjadi bencana bagi Heisuke, saat ia menyaksikan berita tentang bus ski yang ditumpangi Naoko, istrinya dan Monami, putrinya ke Nagano mengalami kecelakaan. Tubuh istrinya ditemukan dalam kondisi melindungi sang putri, sehingga lukanya begitu parah dan meninggal. Sementara putrinya mengalami koma. Namun keanehan terjadi, saat Monami siuman, jiwanya ternyata berisi jiwa Naoko. Semua rahasia suami istri, perkataan, hingga perilakunya mustahil ditiru Monami yang berusia 11 tahun. Bagaimanakah mereka menjalani hidup saat peran ayah-anak dan suami-istri tak jelas batasnya? Adakah yang bisa menjelaskan fenomena ini? Berapa lamakah hal itu akan berlangsung?

Di antara karya sensei yang sudah diterjemahkan ke Indonesia, jujur saja karya ini cukup berbeda dan sederhana. Meski masih di jalur misteri dan tema utamanya: kerasukan/kepribadian ganda, tapi tokoh yang dipilih cukup mengerikan hubungannya. Wajar bila sebagian mual dan berujung DNF membayangkan hubungan suami istri yang bisa dianggap pedofil. Walau begitu, di akhir tetap saja twistnya cukup mengagetkan, sampai saya berharap ada PoV Naoko, seperti novel Memory of Glass karya Akiyoshi Rikako. Di ending itu, justru rasa haru dan sedih melihat kisah cinta Heisuke dan Naoko baru timbul. Dipikir-pikir, Naoko pun punya kebutuhan sebagai istri tapi ia tidak bisa memakai tubuh putrinya sembarangan.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre misteri berupa jiwa yang terperangkap di tubuh manusia lain dan pecinta karya almarhum Keigo Higashino.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 August, 2026

[Review buku] The duke and I


Judul: The Duke and I
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 464 hal, cetakan pertama Januari 2010, edisi digital ipusnas
ISBN: 9789792252149

Sebelum memutuskan membaca buku ini, justru saya sudah menamatkan 4 season series Bridgerton. Sebab penasaran kisah selanjutnya yakni E, F, G, dan H (penamaan khas Bridgerton) maka saya memutuskan membaca bukunya full sembari berharap season 5 segera rilis.

Di buku pertama ini, sesuai season 1. Yakni berpusat pada Daphne dan Simon. Bagaimana mereka berdialog dan membuat strategi agar Daphne dilirik serius oleh para pelamar untuk dijadikan istri, bukan sekadar sahabat menyenangkan, serta Simon aman dari para ibu ambisius yang menawarkan putri-putri mereka untuk dijadikan istri. Awalnya semua tampak sempurna dan win-win solution. Tanpa mereka berdua sadari, cinta perlahan tumbuh dan mereka makin nyaman satu sama lain. Namun, untuk pernikahan apakah benar akan terwujud, sementara Simon memiliki sumpah mati tidak akan menikah akibat penelantaran ayahnya?

Kukira akan bosan dan banyak skip sebab sudah nonton duluan, ternyata justru visualisasi filmnya membantuku membayangkan tiap karakter, adegan, hingga latar lebih kuat dan dialognya lebih menarik. Sedikit perbedaan di film yang kutahu terkait jumlah anak mereka dan jumlah anak Fetherington.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre romance historis kerajaan (masa Raja George & Ratu Charlotte) dan penasaran kisah anak-anak Bridgerton.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

13 August, 2026

[Review buku] Teka-teki gambar aneh


Judul: Teka-teki gambar aneh
Penulis: Uketsu
Penerbit: GPU
Dimensi: 312 hal, cetakan keenam Mei 2026
ISBN: 9786020687209

Berawal dari 5 gambar yang ditemukan di sebuah blog, Kurihara menemukan kejanggalan dan teka-teki berupa pesan tersembunyi dari wanita yang menggambar. Ternyata keingintahuan itu menuntunnya pada kenyataan mengerikan. Gambar yang dibuat seorang anak kecil pada Hari Ibu dan gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan pada saat-saat terakhirnya memiliki hubungan takdir yang berkelindan serta menjadi kunci pemecah kasus pembunuhan yang hampir kadaluarsa.

Page turner abis! Niatnya cuma baca selingan karena lagi baca non fiksi yang serius. Ambil buku ini dan ga bisa berhenti sampai tamat! Cukup 3 jam. Saran jangan baca pas malam atau menjelang tidur sih. Terbayang terus gambar pertama hasil analisis psikolog dan merinding. Apalagi saat lihat gambar pohonnya, saya teringat macam² tafsir tes baum (gambar pohon) yang pernah saya baca. Jadi sebelum dijelaskan, saya udah merinding duluan.

Meski seru banget, tapi saya tidak kasih 5 bintang sebab agak janggal dengan Kurihara yang terobsesi mengetahui kasus dari blog. Berawal dari kecurigaan akan gambar, tapi sampai nyambung ke kasus, kok bisa? Padahal ga disebut tentang Takeshi, Naomi, dan Yuta, hubungan tidak langsung, tapi dari mana dia tahu mereka? Itu aja sih plot hole yang kurasakan. Selebihnya oke banget nih buku, makin kece dibanding buku pertamanya (Teka-teki rumah aneh). Jadi penasaran mau baca buku ketiganya, tapi belum diterjemahkan. Apa baca english versionnya dulu? Hmm...

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM, teka-teki, dan menganalisis psikologi dari gambar.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

10 August, 2026

[Review buku] Natisha


Judul: Natisha
Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Javanica
Dimensi: 423 hal, cetakan pertama Mei 2016
ISBN: 9786026799128

Maret 1998, saat Indonesia krisis moneter, Tutu juga mengalami krisis dalam hidupnya. Calon mempelainya, Natisha, diguna-guna dan diculik sahabatnya sendiri, Rangka, yang menganut ilmu parakang. Sebuah ilmu hitam kuno yang membuat penganutnya bisa menghilang, kebal senjata, kaya dan awet muda. Untuk menyempurnakan ilmu itu, Rangka membutuhkan 4 perempuan: 2 pernah melahirkan (kedua istrinya) dan 2 masih perawan (Natisha dan Laila yang ia culik). Tabiat perempuan itu pun harus sesuai 4 unsur alam: air, tanah, api, dan angin. Keistimewaan darah leluhur Tutu dan kelahirannya yang sungsang membuat ia mendapat penglihatan serta bisa memecahkan kode rahasia di lontarak kuno. Ia berpacu dengan waktu, terutama setelah 2 mayat istri Rangka ditemukan. Apakah Natisha selanjutnya? Bisakah Tutu menyelamatkan dan menikahi Natisha?

Awal membaca butuh waktu lama bagiku larut dan memahami konteks. Sebab alurnya maju mundur dan tidak langsung ke titik masalah bahwa Natisha diculik, tapi malah dikabarkan silariang (kawin lari). Apalagi yang banyak dibahas justru kenangan Tutu dan Rangka, porsi Natisha sedikit sekali. Membuat saya bingung mengapa yang menjadi judul malah ga dibahas detail? Baru saat jelas tujuan Rangka untuk ritual Parakang, cerita menjadi menarik. Sejarah serta budaya seperti perbedaan kelas Karaeng, Daeng, dan Aga membuat saya jadi paham betapa istimewanya pernikahan Tutu-Natisha. Banyak hal yang baru saya pahami tentang budaya di Sulawesi. Menariknya pula, naskah ini butuh 11 tahun menjadi buku dan 2 bulan untuk diterbitkan setelah dibaweli istri penulis hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM khas Nusantara, khususnya budaya dan tradisi Sulawei.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 August, 2026

[Review buku] Mati, bertahun yang lalu


Judul: Mati, bertahun yang lalu
Penulis: Soe Tjen Marching
Penerbit: GPU
Dimensi: 153 hal, cetakan pertama Oktober 2010
ISBN: 9786020611198

Seorang karyawan klinik bedah plastik tiba-tiba mati di meja kerjanya. Namun, jiwanya masih kembali ke kehidupan. Berkali ia berusaha mati yang sesungguhnya, namun justru ia menemukan beragam kenyataan mengejutkan tentang hidup dan orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Lebih kurang begitu blurb novel ini. Memikat penggemar CTM sepertiku. Ditambah karya penulis berjudul "Dari dalam kubur" sedang viral saat ini. Maka, saat kutemukan nama penulis di ipusnas, kucoba baca dulu karya sebelumnya agar terbayang gaya penulisan di karya barunya itu. Awalnya aku suka dengan humor satir penulis terhadap situasi dan kondisi sekitar tokoh utama. Lalu perlahan, bergeser kisah ke beberapa kehidupan tokoh lain: Eneas, Ayah, Ibu, Sara, dan Rahma. Mulai agak membingungkan, PoV siapa dan sebenarnya siapakah tokoh "aku" ini? Bagaimana kronologi kematiannya sebenarnya?

Ditambah makin dalam pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang hidup dan mati, tidak seperti ajaran agama umumnya. Gongnya, ada pernyataan bahwa bidadari adalah budak seks di surga (h. 56). Rasanya aku makin tak nyaman. Ya, bagus untuk mempertanyakan eksistensi kita di dunia ini, tapi bila melabrak batas-batas (seperti norma agama, dll) rasanya hanya akan berputar di keterbatasan akal. So, bagiku ini novel yang harus hati-hati dibacanya, tidak untuk semua umur.

Cocok dibaca bagi yang suka berpikir filosofis tentang hidup dan mati, gaya surealis serta satire terhadap beragam hal.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

04 August, 2026

[Review buku] Bedebah di ujung tanduk

Judul: Bedebah di ujung tanduk
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 415 hal, cetakan pertama Oktober 2021
ISBN: 9786239726218

Thomas baru saja menyelesaikan transaksi kawasan yang mengandung plutonium di Bhutan. Ia tidak menyangka bahwa kawasan itu keramat sebab milik Teratai Emas sang penguasa jalur sutra dan kekuatan shadow economy lama. Ia dan pembelinya, J. J. Costello pun menjadi incaran Roh Drukpa XX. Bersama Bujang, Salonga, dan Junior mereka melawan dan bertahan. Hingga bantuan datang dari Ayako, Yuki, Kiko, dan White membuat mereka sadar siapa lawan kali ini. Sejarah yang luput membuat hidup mereka kini di ujung tanduk. Bisakah mereka selamat dari pembalasan Roh Drukpa dan Teratai Emas?

Awal membaca buku ini sungguh berbeda dengan serial aksi sebelumnya. Ketegangan intens serta aksi sejak awal sudah langsung klimaks. Baru agak mereda setelah mereka bertemu Roh Drukpa dan menantang 3 pertandingan. Biasanya, kalau sudah seseru itu, buku akan habis saya baca tidak sampai sehari. Tapi kali ini justru saya agak lama sebab saya tertarik dengan latar tempatnya. Sembari membaca, saya mencari tahu kondisi negara Bhutan yang terkenal sebagai negeri seribu benteng, bentuk dzong, serta pakaian khas mereka. Sungguh menarik dan membuat ingin travelling ke sana. 

Untuk karakter di buku ini, meski Thomas jadi inti konflik, semua terdeskripsi dengan baik. Malah membuat saya jatuh hati pada nilai² dan kehormatan petarung yang para bedebah ini pegang. Padahal bedebah, tapi masih terhormat karena memegang janji dan sadar diri bahwa mereka tidak suci. Semua memiliki kehebatan dan pertumbuhan maksimal, dan saya paling suka kekuatan Ayako dan kisahnya. Meski di ending ada harapan ia tetap hidup. Ya, seperti biasa, penulis membuat ending tanggung untuk berlanjut ke novel berikutnya: TANAH PARA BANDIT. Entah akan selesai di buku keberapa haha.

Cocok dibaca bagi yang suka serial aksi, terutama yang mengikuti kisah Bujang dan Thomas.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

31 July, 2026

[Review buku] Seni merayu Tuhan

Judul: Seni merayu Tuhan
Penulis: Husein Ja'far Al Hadar
Penerbit: Mizan
Dimensi: 228 hal, cetakan XVI Februari 2025
ISBN: 9786024412555

Pada dasarnya, kita dimasukkan ke surga bukan sebab banyaknya pahala yang kita peroleh, melainkan rahmat Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus bisa merayu Tuhan agar Dia mau memberikan rahmatnya pada kita. Buku ini menjelaskan bagaimana dan cara apa saja yang bisa dilakukan dalam rangka merayuNya. Dibagi menjadi 4 bab: beragama dengan cinta (merayu bukan mendikte), beragama dengan keberagaman (memberi solusi bukan menghakimi), beragama dengan akhlak (mengajak bukan mengejek), dan beragama dengan tulus (ikhlas bukan culas).

Bagi saya, gaya bahasanya memang ringan dan mudah, sehingga bisa saya selesaikan dalam waktu 4 jam. Hal yang dibahas pun familier. Hanya yang saya notice adalah, sosok yang banyak disebut penulis di buku ini adalah cicit Rasulullah seperti Ali Zainal Abidin, Muhammad Al Baqir, dan habib-habib lainnya. Apa sebab penulisnya juga habib ya, jadi kekhasannya ya para habaib juga hehe. Font, layout, beberapa tipografi dan ilustrasi juga membuat tampilan buku ini bagus.

Cocok dibaca bagi yang suka islam populer dengan bahasa ringan, humoris dan dakwah pada kaum muda (milenial).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

[Review buku] Kereta Semar Lembu

Judul: Kereta Semar Lembu
Penulis: Zaky Yamani
Penerbit: GPU
Dimensi: 320 hal, cetakan pertama 2022, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020664637

Lembu lahir pada tahun rel kereta api pertama di Jawa dibuat di Kemijen. Tahun 1865 dengan budaya ronggeng dan bunuh membunuh akibat rebutan pelacur begitu biasa. Bersamanya, ada sebuah kerincing yang menempel saat ia lahir. Penanda serta pengutuk agar ia tidak bisa keluar atau jauh dari rel kereta api. Seratus tahun, Lembu hidup sebagai manusia, menyusuri rel kereta di Jawa, melihat pergantian zaman dari Belanda, Jepang, kemerdekaan, hingga komunis menguasai Indonesia. Lima puluh tahun ia gentayangan sebagai hantu sebab kematiannya yang mengerikan akibat siksaan serta penguburan yang tak layak. Hingga tiba masanya ia dijemput oleh kereta Sang Dalang. Sebelum pergi, ia ceritakan kembali hidupnya sebagai manusia dan hantu selama 150 tahun. Apa saja yang ia saksikan serta perjalanan hidupnya yang magis.

Awal membaca mengingatkan saya pada buku Cantik Itu Luka sebab terbangun dari kubur. Lalu saat flashback masa kelahiran dan kehidupan manusia, unsur fantasi dan magisnya dengan poros stasiun membuat saya kian tertarik. Apalagi saat tokoh-tokoh yang bersinggungan dan kelak mengukir sejarah negeri berdialog dengan Lembu. Bagi yang suka baca his-fic, pasti akan familier dengan orang, tempat, serta situasi di tahun yang dijelaskan di sini. Meski begitu, dengan aspek magisnya buku ini menawarkan sudut pandang baru dengan PoV Lembu yang bisa melihat dunia arwah dan dijaga para punakawan. Keunikan itu yang membuat saya merasa pantas saja karya ini diganjar juara 1 oleh DKJ. Hanya saja, memang karya sejenis ini ada unsur vulgarnya meski bahasanya sudah diperhalus. Itulah yang membuat saya agak tak nyaman saat membaca, ditambah keyakinan yang berbeda tentang reinkarnasi.

Cocok dibaca bagi yang suka surealis, fiksi sejarah, serta kisah 4 punakawan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

27 July, 2026

[Review buku] Komik ga jelas 3

Judul: Komik ga jelas 3
Penulis: Jasmine H. Surkatty
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 164 hal, cetakan pertama Mei 2018, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020485515

Menemukan jilid ketiga dari seri komik ga jelas di ipusnas. Padahal nyarinya komik detective conan. Memang ketidakjelasan yang menuntunku membaca kembali lanjutan comedy ga jelas ini haha. Mirip volume 2, ada teka-teki yang ga jelas dan garing (maksa ketawa), lalu tokoh budi, bro, dan kali ini PoV Susi yang disukai Budi. Elemen barunya ada kisah astronot Indonesia yang menjelang ending jadi tautan penasaran untuk volume keempatnya.

Cocok dibaca bagi yang lagi reading slump atau butuh bacaan ringan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

25 July, 2026

[Review buku] Stories for rainy days



Judul: Stories for rainy days
Penulis: Naela Ali
Penerbit: POP
Dimensi: 198 hal, cetakan pertama Mei 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786024240608

Tiga puluh lima short stories dengan ilustrasi dan jumlah kata yang variatif. Tema utamanya kali ini adalah past, present, and possibilities of future. Dituliskan dalam bahasa inggris yang mudah dimengerti, kisah-kisah ini memang cocok sekali dibaca saat hujan. Memberi kehangatan, memanggil kenangan dan membuat sendu dengan refleksi. 

Saya suka dengan konsep dan bahasanya yang mengajak belajar lagi dalam bahasa inggris. Namun, sebab saya sudah membaca buku keduanya, di buku pertama ini saya merasa diksinya tidak sekuat buku kedua. Juga ilustrasinya, entah mengapa lebih berkesan yang kedua. Mungkin sebab penulis lebih matang dan banyak perbaikan dari buku pertama ini.

Cocok dibaca bagi yang suka bacaan dalam bahasa inggris easy dan puitis, dilengkapi ilustrasi, romance-kontemplasi, dan tipis (<200 halaman).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 July, 2026

[Review buku] Ferris wheel at night



Judul: Ferris wheel at night
Penulis: Minato kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 428 hal, cetakan pertama September 2021
ISBN: 9786237351801

Keluarga Takahasi merupakan sosok keluarga yang terlihat sempurna. Rumahnya besar, bergaya keren, suami istri tak pernah bertengkar, anak-anaknya pintar dan rupawan, amat cocok dengan lingkungan elit Bukit Hibari. Hingga suatu malam, sang ayah mati akibat dipukul oleh sang istri. Anak-anaknya sedang tak di rumah. Para tetangga yang sempat mendengar suara jeritan Shinji dan ibunya kaget. Bila ada pembunuhan, lebih cocok terjadi di keluarga Endo, tetangga mereka yang sering ribut. Apa kebenaran yang menjadi motif sang ibu membunuh sang ayah? Bagaimana status anak-anak mereka, anak korban pembunuhan atau anak pembunuh? Apa peran tetangga setelah kasus terjadi?

Buku ketiga karya penulis yang kubaca ini menawarkan sudut pandang berbeda dari buku-buku sebelumnya. Hal menarik pertama adalah, tidak adanya penjelasan dari pelaku dan korban. Sehingga sampai ending, kita tetap tidak tahu apa perasaan dan motif sesungguhnya. Lalu, kejadian di sebuah keluarga di perumahan elit ini justru digambarkan dari sudut pandang 2 keluarga tetangga terdekatnya. Seperti sebuah sindiran akan hubungan sosial para tetangga di sebuah lingkungan. Seakan menyatakan bahwa pembunuhan itu bisa dicegah, bila tetangganya tidak berasumsi dan mau sedikit peduli. Meski di zaman sekarang ini, kita juga bingung dengan batasan bertetangga yang baik dan terlalu ikut campur itu seperti apa. Sosok Kojima cukup mewakili ironi itu. Terakhir, dari judul dan covernya kali ini lebih deep bagi saya. Sebab ternyata jawaban makna judul yang dipilih justru ada di paragraf terakhir ending buku ini. Tak terduga!

Cocok untuk penyuka genre CTM dan kritik sosial tentang peran dan batasan tetangga di perumahan elit.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

21 July, 2026

[Review buku] Imprisonment



Judul: Imprisonment
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 276 hal, cetakan pertama Desember 2023
ISBN: 9786235467191

Yukie kewalahan menjalani peran sebagai perawat, istri, dan ibu. Ia memutuskan resign di malam natal. Hari terakhir ia bekerja, mengambil sif malam, dan menitipkan Maiko, anaknya pada sang suami yang juga tenaga medis dan sedang mengambil cuti. Tetapi firasat buruk menghampirinya saat sang suami tidak membalas pesan atau mengangkat telepon. Padahal ia ingin meninggalkan kesan baik sebelum resign, tapi pikirannya malah tidak tenang. Sebenarnya apa yang dilakukan suaminya?

Di antara karya penulis yang sudah saya baca, buku ini termasuk yang B aja. Plot twistnya ada menjelang ending, tapi tidak terlalu seru, sebab seperti dua kebetulan bertumpuk. Meski demikian, saya tetap suka cara bercerita penulis yang kali ini menyuarakan isi hati wanita pekerja yang lelah harus menjadi tenaga medis profesional yang merawat banyak orang, ibu yang selalu hadir saat anaknya membutuhkan, serta istri yang ketumpuan segala tanggung jawab di sistem patriarki. Dialog di halaman 26-27 pun saya alami dalam kehidupan nyata. Kadang terlalu banyak mental load yang dihadapi istri dan ibu. Bantuan 'memikirkan menu makan' atau 'reminder jadwal sepekan' amat sangat berarti dan mengurangi kelelahan. Sebab dari pikiran itu, akibatnya bisa ke lelah mental, lelah fisik, hingga libido turun dan mengakibatkan sexless. Pada akhirnya, lagi-lagi perempuan yang disalahkan bila ada masalah dalam rumah tangganya.

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan yang ingin tahu dinamika pekerjaan tenaga medis (utamanya perawat).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

17 July, 2026

[Review buku] Silence



Judul: Silence
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 326 hal, cetakan keempat Juli 2022
ISBN: 9786237351986

Miyuki yang besar di pulau terpencil dengan salju banyak tiap tahunnya, bermimpi menjadi idola di Tokyo. Sayangnya, kesempatan emas saat kecil yang ditentang orangtuanya tidak terulang dua kali. Mimpi yang gagal namun tetap menjadikannya ingin tinggal di Tokyo melebihi apa pun. Sayangnya, saat ia mengajak Toshiaki untuk menikah sekaligus pulang kampung, ia merasa dewa Simatama penjaga pulau tidak mengizinkannya pergi dari sana. Niat jahat Toshiaki pun terbongkar dan alasan kembali ke Tokyo sudah tidak ada. Miyuki hidup bahagia dan menikah dengan Tatsuya. Hingga ia menemukan sebuah rahasia bagaimana Simatama melindungi para penduduk pulau.

Turning point cluenya adalah saat jas pinjaman bernama Suzuki dikenali oleh Tomoko. Merinding dan mulai tertebak plot twist tapi tetap menyangkal. Saat kebenaran terkuak, apalagi dialog Miyuki dan ibu mertuanya di akhir membuat saya ngeri, sih. Seperti ada hukum kuat di pulau itu yang saling menjaga entah apa pun caranya. Dan yang dijaga hanya bisa berterima kasih meski kenyataannya berlumur darah. Bisa tenang gak sih hidup yang seperti itu? Judul silence sendiri menyiratkan kerjasama penduduk yang solid tanpa banyak kata didukung salju yang meredam segala suara. 

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan kehidupan warga desa di pulau terpencil.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 July, 2026

[Review buku] The dead returns



Judul: The dead returns
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 248 hal, cetakan kesembilan Maret 2019
ISBN: 9786025385803

Koyama Nobuo terbangun dalam tubuh Takahashi Shinji yang rupawan, setelah ia didorong jatuh dari sebuah tebing. Kesempatan hidup tak terduga, ia manfaatkan untuk mencari tahu siapa pelaku yang membunuhnya. Meski harus berpura-pura menjalani hidup sebagai Shinji yang berbeda 180° kepribadiannya, ia kembali ke sekolah lamanya. Ada 35 orang tersangka, teman sekelasnya di kelas 2A. Berhasilkah ia menemukan pembunuhnya? Bisakah ia kembali sebagai Nobuo?

Salah satu cara efektif bagi saya mengatasi reading slump memang dengan bacaan CTM. Satu buku sehari amatlah mudah, apalagi penulisnya macam Akiyoshi-sensei. Tak diragukan lagi. Meski kali ini saya terkejut, sebab sungguh ada horornya. Biasanya tulisan sensei itu logis dan bisa dijelaskan dengan akal, kali ini beda. Dengan ragam twist, keraguan akan tebakan pelaku, dan ending yang membuat haru bahkan hati hangat meski tidak logis dengan efek hantunya, saya tetap terhibur dan mendapat insight tentang kehidupan anak SMA di Jepang. Konflik yang mungkin terlihat kecil bagi orang dewasa, ternyata berat bagi mereka.

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan horor.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

15 July, 2026

[Review buku] Seporsi mie ayam sebelum mati



Judul: Seporsi mie ayam sebelum mati
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Grasindo0,
Dimensi: 216 hal, cetakan ketiga puluh empat Juni 2025
ISBN: 9786020531328

Ale yang bertubuh tinggi 189 cm, berat 138 kg, berkulit hitam, dan memiliki masalah bau badan ingin mengakhiri hidupnya 24 jam ke depan. Ia sudah lelah bertahan tanpa dihargai, dipaksa kuat dan tidak boleh menangis, serta dianggap tidak berguna apalagi menarik. Depresi akut yang dideritanya ternyata terjadi sejak ia kecil dan berasal dari orangtuanya sendiri yang hingga kini pun tidak pernah meminta maaf padanya. Namun 5 menit sebelum memutuskan bunuh diri, Ale ingin memakan mie ayam langganannya dan ia merasa itu hak yang harus dipenuhi sebelum meninggalkan dunia yang jahat ini. Perjalanan menemukan mie ayam itu membuatnya berkenalan dengan Murad, Mami Louisse, Ibu Murni, Pak Uju, dan Pak Jipren yang membuatnya mengubah sudut pandang tentang hidup. Sebulan dari keputusan bunuh dirinya, ia menemukan makna baru. Apa makna yang ia dapat dalam sebulan itu? Akankah ia tetap bunuh diri atau bertahan hidup?

Bagi saya, penyintas depresi 2 bulan, membaca ini cukup trigger mengingat masa-masa kelam saat depresi. Terutama dialog Ale dengan Pak Jipren di halaman 190-191. Saya merasakan kemuakan itu, ketika orang sekitar menyuruh kita sabar, mengambil hikmah, berdoa dan beribadah ketika sedang down. Untungnya saya memilih berobat ke psikiater, sebab bukan ruhani yang sakit, tapi mental. Itu juga bagian ikhtiar dari doa. Empati pada Ale jadi personal bagi saya. Fakta menarik lainnya, penulis menyambungkan persinggungan hidup Ale dengan beberapa tokoh di bukunya yang lain, seperti Juleha di "Sisi tergelap surga" dan "Bandung menjelang pagi". Meski terasa agak bertumpuk keajaiban peristiwa dalam hidup Ale, dari action hingga slice of life, tapi endingnya masih realistis dan tidak terkesan happily ever after.

Cocok untuk kamu yang ingin tahu gambaran depresi akut serta novel inspiratif dalam memaknai hidup yang tidak melulu bahagia.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

13 July, 2026

[Review buku] The woman in cabin 10



Judul: The woman in cabin 10
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura books
Dimensi: 473 hal, cetakan pertama 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786023852840

Laura Blacklock (Lo) kira dirinya beruntung menggantikan Rowan untuk liputan di kapal pesiar mewah: Aurora. Sayangnya, kejadian pembobolan rumahnya sebelum keberangkatan menyebabkan ia sulit tidur dan panic attacknya kambuh. Interaksinya dengan wanita di kabin 10 untuk meminjam maskara dan kesaksiannya mendengar bunyi ceburan disertai noda darah di kabin itu, membuat ia diragukan. Sebab kabin itu kosong dan ia cukup mabuk saat menyatakan kesaksiannya. Namun, insting Lo begitu yakin, bahwa wanita itu dibunuh. Namun siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa tidak ada yang tahu identitasnya? Staff dan para tamu pun tidak ada yang mengenali, apakah memang ia berkhayal ataukah ada yang menutupi kejadian itu? Apa motifnya?

Ini buku ketiga karya penulis yang saya baca, dan saya suka sekali. Bagi kamu, penggemar Agatha Christie, pasti akan merasa deja vu dan terobati kangennya dengan gaya penulisan di buku ini. Bahkan nickname MissJaneMarple menjurus ke salah satu tokoh terkenal karya Agatha. Dengan lokasi kapal pesiar mewah di tengah lautan, lepas dari hukum dan kemudahan menghilangkan seseorang dengan menceburkannya di laut, Lo menemukan banyak rintangan. Tapi perjuangannya meski diragukan akan membuat kita jatuh hati. Belum lagi saat mengupas alibi dan melihat cela di tiap tokoh, membuat kita akan terombang-ambing menebak siapa pelaku dan apa alasannya.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM dan gaya klasik agatha christie.

Saya apresiasi 4,5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget