Pages

29 May, 2016

[Review buku] Rihlah Dakwah

Judul: Rihlah Dakwah
Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro U Media
Dimensi: 384 hlm, cetakan pertama 2016
ISBN: 978 602 7820 50 0

Buku ini berisi catatan perjalanan penulis yang terbagi menjadi dua bagian: mayapada nusantara (yang lebih banyak membahas yogyakarta sebagai kota domisili penulis) dan berbagai belahan dunia. Menariknya buku ini berbicara dalam bahasa dakwah  yang mengalir dan tetap puitis, serta menggali sejarah atau hukum terkait Islam. Setiap tempat diceritakan dengan apik bagaimana keadaan perkembangan Islam secara historis hingga kini. Sebagian dilengkapi dengan foto penulis dan dokumentasi terkait. Hingga terasa benar semua perjalanan atau rihlah ini masih dalam rangkaian dakwah.

Perjalanan yang pada ujungnya kelak adalah sebuah pengadilan. Maka bepergian di muka bumi untuk memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Allah; diperintahkanNya pada kita agar ruh terisi niat-niat bakti, akal menginsyafi besarnya karunia, dan seluruh jasad tersengat semangat untuk menebar manfaat. Selamat berihlah dalam dakwah. Selamat melawat berburu hikmat. Sebab kita semua adalah musafir.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang untuk buku ini.

"Seindah apa pun dunia, jadilah kita tetap orang asing baginya. Sebab, dari Allah kita berasal dan kepadaNya pula akan kembali. Asing, maka berhati-hati. Asing, maka tiada kawan sebaik Dia. Asing, maka kita perbanyak bekal dan sedikitkan beban.
Seindah apa pun dunia, jadilah kita seperti penyeberang jalan, yang menengok ke kanan dan kiri sekadar agar selamat; yang menganggukkan sapa demi mencari sebanyak-banyak pembela dan mengurangi para penggugat. Sebab, selepas penyeberangan sana yang ada adalah pengadilan." (Hlm. 192)

"Ramadhan nanti, Maghrib memberi pelajaran; bahkan gelap pun membahagiakan, jika kita telah menempuh perjuangan." (Hlm. 269)

"Adab dakwahmu adalah kerendahan hati. Sebab bagi hati yang merunduk tak ada lagi kerendahan tuk jatuh. Sebab dalam hati yang merunduk, terbuncah cinta yang utuh. Sebab atas hati yang merunduk, segala kepongahan akan takluk. Sebab pada hati yang merunduk, cinta manusia mengalir teruntuk. Sebab terhadap hati yang merunduk, semesta akan bertepuk. Tapi, segala kekhusyuan dan ketundukan hatimu hanyalah untuk mengundang cintaNya, bukan sorak-sorai manusia." (Hlm. 297)

Meta morfillah

28 May, 2016

Memberi ruang

MEMBERI RUANG

Dalam hidup, kadang kita harus memberi ruang untuk diri kita sendiri. Ruang untuk bermuhasabah, berdialog dengan diri sendiri, bertanya pertanyaan dasar dan hakikat kehidupan. Di ruang itu, tidak boleh ada orang lain. Ruang khusus untuk diri kita sendiri. Mentafakuri jejak-jejak yang telah kita torehkan. Mentadabburi ayat-ayat yang bertebaran di semesta.

Namun, seringkali kita tak berani menyediakan ruang itu. Sebab kita takut sendiri. Takut kesepian. Seakan berada di ruang itu adalah sebuah kemunduran, keanehan, keterasingan dari kenormalan hidup. Kesunyian yang bertolak belakang dari ingarnya dunia. Maka, memberi ruang untuk diri kita membutuhkan sebuah keberanian yang besar. Bagaimana bisa, bila aku, kamu, dan kita semua tak berani memutus sejenak hubungan dunia demi masuk ke dalam ruang itu?

Meta morfillah

01 May, 2016

[Mentoring] 10 rukun bai'ah

10 rukun bagi mujahid/orang yang sudah berkomitmen di jalan dakwah (Imam Hasan Al Banna)

Minggu, 1 Mei 2016
Bu Efi

1. Al fahmu (Paham)
Keyakinan bahwa fikrah kita adalah bersih.

2. Al ikhlas
Dalam setiap aktivitas seorang muslim semata-mata diniatkan untuk Allah, tanpa niat/kepentingan pribadi (harta, koneksi, dll).

3. Amal
Buah dari ilmu dan keikhlasan (Q. S. At taubah [9]: 105)

4. Jihad (Bersungguh-sungguh)
Lakukan dengan kesungguhan!

5. Tadhiyah (Pengorbanan)
Berkorban harta, jiwa, waktu dan segala sesuatu dari dirinya. Sebab tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.

6. At tho'ah (Ketaatan)
Melaksanakan perintah dengan segera, baik di saat lapang ataupun susah.

7. Tsabat (Teguh)
Senantiasa bekerja di jalan yang mengantarkan pada tujuan, betapa pun jauhnya dan lamanya.

8. Tajarud (Totalitas)
Harus membersihkan pemikiran dari prinsip/pengaruh individu/fikrah lain.

9. Ukhuwah (Persaudaraan)
Terikatnya hati dan nurani dengan ikatan aqidah.

10. Tsiqah (Percaya)
Rasa puasnya seorang jundi (prajurit) atas kepemimpinan komandannya. Sehingga ia menjalankan perintahnya atas dasar cinta, hormat, dan taat.

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

[Mentoring] 10 rukun bai'ah

10 rukun bagi mujahid/orang yang sudah berkomitmen di jalan dakwah (Imam Hasan Al Banna)

Minggu, 1 Mei 2016
Bu Efi

1. Al fahmu (Paham)
Keyakinan bahwa fikrah kita adalah bersih.

2. Al ikhlas
Dalam setiap aktivitas seorang muslim semata-mata diniatkan untuk Allah, tanpa niat/kepentingan pribadi (harta, koneksi, dll).

3. Amal
Buah dari ilmu dan keikhlasan (Q. S. At taubah [9]: 105)

4. Jihad (Bersungguh-sungguh)
Lakukan dengan kesungguhan!

5. Tadhiyah (Pengorbanan)
Berkorban harta, jiwa, waktu dan segala sesuatu dari dirinya. Sebab tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.

6. At tho'ah (Ketaatan)
Melaksanakan perintah dengan segera, baik di saat lapang ataupun susah.

7. Tsabat (Teguh)
Senantiasa bekerja di jalan yang mengantarkan pada tujuan, betapa pun jauhnya dan lamanya.

8. Tajarud (Totalitas)
Harus membersihkan pemikiran dari prinsip/pengaruh individu/fikrah lain.

9. Ukhuwah (Persaudaraan)
Terikatnya hati dan nurani dengan ikatan aqidah.

10. Tsiqah (Percaya)
Rasa puasnya seorang jundi (prajurit) atas kepemimpinan komandannya. Sehingga ia menjalankan perintahnya atas dasar cinta, hormat, dan taat.

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

27 April, 2016

Hafalan hadits kelas 1-3

HADITS KELAS 3

1. Hadits senyum
Laa tahqironna minal ma'rufin syaian, wa lau an talqo akhooka bi wajhi tolqin.

Janganlah kamu menganggap remeh apa saja dari kebaikan, meski kamu menjumpai saudaramu dengan muka manis (senyum). H. R. Muslim

2. Hadits keutamaan menahan marah
Laisassyaadidu bisshoro'ati, innamassyadidulladzina yamliku nafsahu 'indal ghodob.

Orang kuat itu bukanlah orang yang jago bergulat, akan tetapi orang kuat itu ialah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. H. R. Bukhori dan Muslim

3. Hadits larangan mencelakakan sesama muslim
Man dhorro musliman dhorrohullahu, wa man syaqqo musliman syaqqallahu 'alaihi

Barang siapa mencelakakan sesama muslim, maka Allah akan mencelakakan dirinya, dan barang siapa menyusahkan seorang muslim niscaya Allah akan membuatnya susah. H. R. Abu Dawud dan Tirmidzi, Hassan.

4. Hadits keutamaan belajar dan mengajarkan al quran
Khoirukum man ta'allamal quraana wa 'allamahu

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al quran. H. R. Bukhari

5. Hadits larangan makan dan minum sambil berdiri
Naha rosulullahi ayya'kularrojulu aw yasyroba qooiman

Rasulullah SAW melarang makan dan minum sambil berdiri. H. R. Muslim

6. Hadits keutamaan orang yang suka menolong
Allahu fii 'aunil 'abdi ma kaanal 'abdu fii 'auni akhihi

Allah selalu menolong hambaNya selama hambaNya menolong saudaranya. H. R. Muslim

7. Hadits anjuran untuk bersedekah
Alyadul'ulya khoirum minal yadissufla

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. H. R. Muslim

8. Hadits keutamaan puasa ramadhan
Man shooma romadhoona iimanan wahtisa'ban gufirolahuu ma taqqodama min dzanbihi

Barang siapa berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. H. R. Bukhari

HADITS KELAS 2

9. Hadits niat
Innamal a'maalu binniyyati wa innama likullimri inma nawa

Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya. H. R. Bukhari dan Muslim

10. Hadits keutamaan sedekah
Maa naqosot shodaqotun min maalin

Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. H. R. Muslim

11. Hadits keutamaan shalat berjamaah
Sholaatul jama'ati tafdhulu sholatul fadzzi bisab'iwwaisyrina darojatan

Shalat berjamaah pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan 27 derajat. H. R. Bukhari dan Muslim

12. Hadits berbakti pada orangtua
Ridhollahi fii ridholwaalidayni wa sakhotullahi fii sakhotilwaalidayni

Ridha Allah ada dalam ridha ibu bapak, dan murka Allah ada dalam murka ibu bapak. H. R. Tirmidzi, shohih

13. Hadits anjuran mendahulukan yang kanan
Kaana shollallahu 'alaihi wassallam yuhibbuttayamuuna fii kulli syaiin

Rasulullah SAW menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala hal. H. R. Ibnu Hibban

14. Hadits larangan untuk sombong
Laa yadkhulul jannata insana fii qalbihi mitsqoolu habbatin min khordalin min kibrin

Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. H. R. Muslim

15. Hadits bersuci sebagian dari iman
Atthuhuru syatrul iimaan

Bersuci adalah sebagian dari iman. H. R. Muslim

16. Hadits keutamaan puasa
Asshoumu junnatun

Puasa adalah benteng. H. R. Tirmidzi

HADITS KELAS 1

17. Hadits orang islam bersaudara
Almuslimu akhul muslim

Orang islam adalah saudara bagi orang islam lainnya. H. R. Muslim

18. Hadits kunci shalat
Miftahusshalaati atthuhuuru

Kunci shalat adalah bersuci. H. R. Tirmidzi, Hassan

19. Hadits masuk surga
Man qoola laa ilaaha illallah mukhlison dakholal jannata

Barang siapa mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah dengan penuh keikhlasan maka akan masuk surga. H. R. Ahmad, Shohih

20. Hadits memberi salam pada orang yang lebih tua
Liyusallimisshogiiru 'alal kabiir

Hendaklah orang yang muda memberi salam pada orang yang lebih tua. H. R. Bukhari dan Muslim

21. Hadits tiang agama islam
Ro'sul amril islaam wa amudduhussholaah

Pokok segala urusan adalah islam. Tiang agama islam adalah shalat. H. R. Tirmidzi

22. Hadits surga di telapak kaki ibu
Ilzamha fainnal jannata tahta aqdaamiha

Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya. H. R. Ahmad, Shohih

23. Hadits Niat
Innamal a'maalu binniyyat

Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya. H. R. Bukhari dan Muslim

24. Hadits sedekah adalah bukti
Asshodaqotu burhaanun

Sedekah adalah bukti. H. R. Muslim

25. Hadits larangan marah
Laa taghdhob

Jangan marah. H. R. Bukhari

24 April, 2016

[Review buku] Strawberry cheesecake

Judul: Strawberry cheesecake
Penulis: Ayuwidya
Penerbit: Bentang Pustaka
Dimensi: iv + 304 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama Maret 2016
ISBN: 978 602 291 138 8

Demi menarik perhatian cowok yang disukainya, Alana--artis terkenal--rela berbohong bahwa dirinya suka memasak. Sampai ia sering membelikan strawberry cheesecake kesukaan Aidan di Orchid Cafe dan mengaku kue itu adalah buatannya. Tentunya dengan mengganti kotak dan membuang segala identitas orchid cafe di dalamnya. Alana tak pernah menyangka kebohongan kecilnya itu akan menyeretnya ke dalam situasi yang lebih rumit. Ia terjebak pada sebuah acara reality show yang meliputnya memasak secara live di dapur. Tidak hanya itu, gara-gara strawberry cheesecake kesukaan Aidan, ia pun menjadi mengenal Regan melalui kejadian yang tak mengesankan.

Siapa sangka, bahwa segala kekacauan itu akan membuatnya lebih dekat pada Regan yang misterius. Hingga perlahan Alana menyadari bahwa ada tunas perasaan yang baru tumbuh di hatinya. Hatinya mempertanyakan, siapakah yang sesungguhnya ia cintai, Aidan atau Regan? Untuk apa semua kekonyolan dan kebohongan ini ia jalani?

Awal saya membaca naskah ini dalam bentuk soft file masih kurang mengalir. Namun saat saya sudah memegangnya dalam bentuk buku, saya bisa menikmatinya selembut strawberry cheesecake yang saya bayangkan. Manis, membuat tersenyum, hingga di beberapa part saya tertawa. Logika ceritanya menjadi lebih asyik dan dapat saya bayangkan seperti menonton film korea. Ada perbaikan dan penambahan adegan serta ending yang so sweet. Sungguh berkembang dari naskah awal yang saya baca. Saya dibuat tertawa dan meringis malu seakan saya yang menjadi Alana. Menurut saya, itu adalah sebuah kesuksesan ketika pembaca merasa seperti dialah sang tokoh utama. Tapi sungguh, saya tidak mau menjadi seperti Alana. Berpura-pura mencintai dapur dan memasak. Saya jauh lebih suka bilang "Tidak suka masak, atau tidak bisa masak." Meskipun saya bisa dan saya akan memasak yang terbaik bila saya sayang pada seseorang. Haha...

Hanya butuh waktu dua jam untuk menyelesaikan novel ringan bergenre metropop ini. Hanya saja untuk covernya saya kurang suka. Di bayangan saya harusnya sepotong strawberry cheesecake berwarna pink soft dengan latar putih, atau celemek ala Celebrity Cake Show dengan nuansa riang.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?" (Hlm. 64)

"Betapa enaknya kalau kita bisa mengerjakan apa yang kita sukai sepanjang hari. Berkarier dan hidup dari hal itu." (Hlm. 99)

"Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup tanpa orang yang kita cintai. Sebagian orang bertahan dengan memori, sebagian lagi justru terluka karena memori. Jadi... kurasa kita tidak bisa memvonis seseorang itu kuat atau lemah berdasarkan caranya melupakan orang yang dicintai." (Hlm. 142)

Meta morfillah

[Sekolah Ayah Bunda] Memaknai Hari Kartini

Sekolah Ayah Bunda #2 (Keluarga sukses, ibu cerdas ayah hebat)

MEMAKNAI HARI KARTINI

Iis Istiqomah
Minggu, 24 April 2016

Terlepas dari kontroversi kepahlawanan Kartini yang diperingati sebagai hari besar, kita bisa memetik inspirasinya:
1. Kesadaran menjadi perempuan pembelajar
2. Kemampuan bersinergi dan berkepedulian sosial
3. Kemampuan mendokumentasikan dan menebar pemikiran/ide

Tantangan keluarga indonesia saat ini meliputi:
1. Disharmonisasi keluarga
2. Seks bebas
3. HIV dan narkoba
4. Aborsi
5. Perceraian tak terkendali
6. Anak-anak terlantar

70% perceraian di Indonesia adalah kasus gugat cerai (data tahun 2009). Artinya, istri yang mengajukan tuntutan cerai. Maka menjadi pertanyaan besar, ADA APA DENGAN PEREMPUAN? hingga begitu mudah menyerah terhadap pernikahannya.

80% perceraian melanda usia pernikahan di bawah 5 tahun. Dari beragam kasus yang narasumber hadapi, kebanyakan terjadi karena pihak istri begitu ringan mengucapkan kata cerai, bahkan hal itu bisa memicu KDRT. Maka tahanlah kata "Ceraikan saja aku!" agar tidak keluar dari mulut Anda, semarah apa pun Anda.

Poin temuan tentang keluarga:
1. Pendidikan ibu penting dalam keluarga
2. Konflik ketika istri bekerja lebih mengganggu keluarga. Di sini perlu adanya strategi penyeimbangan kerja dan keluarga.
3. Perlunya daya dukung: alam, lingkungan, agama, infrastruktur, dll.
4. Pendidikan suami dan pendapatan keluarga yang tinggi, ternyata menyebabkan semakin rendahnya youth resilience (ketahanan anak muda). Ini fenomena yang unik. Ternyata bila ayahnya pintar dan kaya, tapi ibunya tak mampu mengimbangi, cenderung anaknya menjadi anak yang bermasalah. Maka kembali ke poin 1, bahwa pendidikan ibu begitu berperan penting bagi anak.

Belajar dari Nabi Ibrahim:
Dalam sirahnya pertemuan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail hanya tergambar sebanyak 5 kali. Pertama, saat bayi Nabi Ibrahim harus meninggalkan anaknya bersama istrinya di lembah yang tandus (kisah air zam-zam). Lalu baru bertemu kembali saat anaknya remaja, dan itu pun membawa misi untuk berqurban. Pertemuan selanjutnya saat nabi ismail telah menikah dan nabi ibrahim berkunjung tetapi nabi ismail sedang tidak ada. Istri nabi ismail lalu mengeluhkan hidupnya, sebelum pulang nabi ibrahim menitip pesan agar nabi ismail mengganti palang pintunya. Itu adalah perintah untuk menceraikab istrinya dan mencari yang lebih saleha.

Frekuensi pertemuan ayah dan anak yang amat jarang, tapi kita dapati nabi ismail tetap menghormati dan menyayangi ayahnya. Padahal bisa saja ia mengingkarinya sebab nabi ibrahim tak sempurna ada di sisinya sebagai ayah. Mengapa nabi ismail bisa berkarakter saleh seperti itu, tanpa peran ayah di sisinya? Jawabannya adalah pada Siti Hajar, ibunya yang menanam konsep diri positif serta kharisma sang ayah pada anaknya. Sehingga sang anak mengerti mengapa ayahnya tak berada di sisinya namun tetap menyayanginya.

Tingkatan keluarga ideal dimulai dari:
1. Keluarga harmonis.
2. Keluarga berpengaruh, mulai mengajak keluarga sekitarnya untuk turut dalam aksi kebaikan.
3. Keluarga menginspirasi.

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

23 April, 2016

[Cerita Lirik] Kehidupan

Kesenangan yang datang
Tak akan selamanya
Begitulah selepas susah ada kesenangan
Seperti selepas malam datangnya siang
Oleh itu waktu senang jangan lupa daratan

Gunakan kesempatan untuk kebaikan
Sebelum segalanya terlepas dari genggaman
Kelak menyesal nanti tak berkesudahan
Apa guna sesalan hanya menekan jiwa

Jangan difikir derita akan berpanjangan
Kelak akan membawa putus asa pada tuhan
Ingatlah biasanya kabus tak berpanjangan
Setelah kabus berlalu pasti cerah kembali

Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya
Kesenangan yang datang selepas kesusahan
Semuanya adalah nikmat dari tuhan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Siti menggenggam tangan sahabatnya lalu berkata, "Barakallah ya, semoga lancar hingga hari H."

"Terima kasih, Siti. Semoga kamu lekas nyusul ya."

Siti mengaminkan dan tersenyum. Tak lama temannya pamit. Tinggallah Siti sendiri di ruang tamu. Undangan bertinta perak di atas kertas ungu menjadi fokus tatapan Siti.

"Sampai kapan aku akan begini? Setiap mendapat undangan pernikahan terlebih dari orang terdekatku, ada bahagia juga ada perih yang mengiris hati. Bertanya-tanya kapankah tiba giliranku. Kapankah tiba namaku yang tercetak di sana. Haaaah... kamu masih belum ikhlas, Siti! Bodoh."

***

Bertahun berlalu. Siti belum juga bersanding dengan siapa pun. Waktu menggerogoti usianya. Siti semakin tua, namun auranya begitu energik. Sebab ia mengisi harinya dengan beragam aksi sosial. Membunuh sepi dengan tawa dan senyum orang yang dibantunya. Tak sekali pun ia izinkan dirinya untuk meratap. Sebab sekali saja ia memberi waktu memikirkan usianya, ia takut jatuh pada lembah keputusasaan. Bagi Siti, ketidaksempurnaan hidupnya adalah tarbiyah dari Allah. Siti memilih bersabar dengan bergerak dalam kerja amal.

Sayangnya, Allah terlalu sayang pada Siti... Siti diberikan penyakit berat yang membuatnya harus terhenti dari segala aktivitas. Usianya didiagnosa tak akan lama lagi. Semenjak dirawat, ruangan Siti tak pernah sepi dari penjenguk. Ternyata, semua yang pernah dibantu dan bertemu dengannya menyayangi Siti.

"Kukira, aku akan mati dalam sepi sebab aku sendiri. Tiada pendamping apalagi anak. Nyatanya, aku memiliki mereka. Orang-orang yang kusayangi dan menyayangiku. Bukankah ini impian semua orang, Siti? Mati di sekeliling orang yang disayang dan menyayangi."

Perkataan itu ternyata menjadi perkataan terakhir Siti sebelum akhirnya ia meninggal dengan tenang. Wajahnya tersenyum bahagia layaknya pengantin wanita yang dijemput selepas akad oleh pengantin pria yang telah lama dinantikannya. Siti... semoga ia menjadi bidadari surgaNya.

*cerita lirik Kehidupan by In-team

Meta morfillah

Selamat Hari Buku!

SELAMAT HARI BUKU!

Aku cinta buku. Sebab dari buku banyak kisah bermula. Dari buku, aku tahu bapak begitu menyayangiku. Beliau yang mengenalkanku, agar cinta pada buku. Meski aku berdiam di kamar, wawasanku berkelana jauh. Aku bisa membayangkan ada di Museum Louvre, naik gondola di Venesia, bergetar haru di Uhud, dan tempat lain yang belum terjangkau fisik. Perasaanku pada buku tergambar dalam pernyataan Al Jahiz berikut,

”Buku adalah teman yang tidak akan menampar Anda, tidak akan menipu Anda, tidak akan membosankan Anda, dan tidak akan membuat Anda gelisah. Buku adalah seorang tetangga yang tidak mengganggu Anda. Buku juga sahabat yang tidak memuji dengan tujuan mengurangi apa yang telah Anda punyai. Buku tidak curang kepada Anda, tidak menipu Anda dengan kemunafikan, dan tidak melancarkan tipu daya pada Anda.”

Lalu, jika kamu mengenalku hari ini... maka dapat kautemukan beragam buku yang telah kubaca terpancar dalam tiap perkataan dan perilakuku. Sebab aku adalah bagian dari apa yang telah kubaca.

"I am part of everything I have read."

Meta morfillah

22 April, 2016

Biasa saja

BIASA SAJA

"Apa kabar istri dan anakmu? Bagaimana rasanya jadi ayah?"

Tulus dan murni rasa ingin tahu saat kulontarkan pertanyaan itu padamu. Kau pun bercerita dengan muka berseri meski tak tertutupi pula lelahmu. Namun itu lelah yang berbeda. Lillah... bangga. Sebab kau telah purna menjadi seorang anak, suami, dan ayah. Tidak seperti aku yang bahkan menggenap saja belum.

Tapi, hei... andai kautahu beberapa tahun sebelum saat ini. Aku kira tidak akan ada fragmen seperti saat ini. Aku yang mengajukan pertanyaan itu padamu dengan tenang dan ikhlas. Kukira akan sangat berat, bahkan untuk bertemu denganmu saja... kukira aku akan kehilangan nyali. Tapi ternyata, aku merasa tak pernah kehilangan apa-apa. Melepaskanmu adalah salah satu hal terbaik dalam hidupku. Sebab dalam upayaku melepaskanmu, aku mengenal dan mempelajari banyak hal yang membuatku menjadi diriku seperti saat ini. Mencintai Sang Maha Daya Cinta. Ah, ternyata biasa saja jatuh cinta, patah hati, lalu membangun cinta kembali. Semua itu sama biasanya dengan siklus bernafas, makan, dan lainnya. Hanya menjadi berbeda saat kita memberi porsi lebih untuk mendramatisirnya.

Semoga akan tiba saatnya, kamu yang bertanya balik kepadaku dengan pertanyaan yang senada. Doakan, yaa (n_n)

Meta morfillah

Text Widget