Pages

24 September, 2024

[Review buku] Merakit kapal

Judul: Merakit kapal
Penulis: Shion Miura
Penerbit: GPU
Dimensi: 296 hal, cetakan pertama 2021 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786020650685

Mitsuya Majime, anak muda yang serius (sesuai namanya) dan cukup eksentrik akan kecintaannya pada buku serta kata-kata, dipercaya Kepala Redaksi bernama Araki untuk membantu penyusunan kamus Daitokai (yang berarti menyeberangi lautan). Bersama tim redaksi kamus: Matsumoto, Araki, Sasaki, Nishioka, dan Kishibe, Majime menyelami lautan kata demi menemukan kata yang sesuai untuk mengungkapkan isi hatinya. Belasan tahun berlalu hingga  Daitokai siap diterbitkan. Majime yang dulu kikuk, kini menjadi pribadi yang lebih baik dalam segi pertemanan dan cinta.

Terbagi menjadi 5 bab, tiap bab menceritakan proses pembuatan kamus dari tiap sudut pandang tim yang terlibat serta rentang waktu yang berbeda. Tim yang solid, sabar, dan pantang menyerah, membuat hati hangat saat mengingat perjuangan tim redaksi kamus. Bayangkan, ternyata proses pembuatan kamus bisa memakan waktu puluhan tahun! Hingga salah satu kontributornya tidak sempat melihat kamus itu diterbitkan.

Meski begitu, bagi saya yang tidak memahami bahasa Jepang, cukup sulit mengerti kata-kata yang dijelaskan, meski ada footnotenya. Tapi bisa menangkap maksudnya, dengan pengandaian kamus besar bahasa indonesia. Baru kali ini saya membaca tentang proses penerbitan kamus, meski fiksi namun rasanya nyata. Jadi lebih sadar apresiasi terhadap bahasa dan menyadari pentingnya kata-kata.

Cocok untuk kamu yang menyukai bahasa (terutama Jepang), proses kreatif (menemukan diri sendiri), persahabatan, kerjasama tim, dan tertarik dengan kata-kata (kamus).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #merakitkapal #bahasa #shionmiura #fiksi #metamorfillah

[Review buku] The Borrowed (13.67)


Judul: The Borrowed (13.67)
Penulis: Chan Ho Kei
Penerbit: GPU
Dimensi: 544 hal, cetakan pertama Juli 2019 (edisi ruang buku kominfo/ipusnas)
ISBN: 9786020632469

Buku ini berkisah tentang enam peristiwa terpenting dalam karir polisi Kwan Chun Dok, beserta tahun terpenting yang menggambarkan keadaan Hong Kong. Dengan alur mundur, dimulai tahun 2013 saat Kwan yang dijuluki Mata Surga (sebab tingkat penyelesaian kasus yang dipegangnya 100%) terbaring koma, namun tetap membantu menyelesaikan kasus pembunuhan di keluarga Yue.

Lalu mundur ke tahun 2003, bersama Sonny Lok menyelesaikan kasus Candy dan Bos Chor dengan psikologis "dilema tahanan". Mundur lagi ke tahun 1997 untuk menemukan buron bernama Shek Bon Tim yang mengecoh kepolisian. Mundur ke tahun 1989 di mana Sonny Lok baru bergabung menjadi polisi dan Kwan melihat adanya upaya pembunuhan dari rekan polisi hingga mendorongnya menangkap Shek Bon Tim.

Kasus kelima tahun 1979 tentang penculikan anak seorang petinggi komisi korupsi yang ternyata menyamarkan tujuan utamanya. Menjelaskan bahwa hubungan Kwan dan Graham yang mengajarkannya teknik investigasi di Inggris.

Terakhir, kasus 1967 di mana Kwan memecahkan kasus bom terhadap komisaris polisi dengan bantuan anak muda jenius yang kelak dikenal dengan nama Tong bermarga Wong. Dan di sinilah twist paling menyedihkan tentang takdir keduanya. Pertemuan baik yang berakhir tidak baik.

Pantas saja buku ini sangat sulit dan lama antrenya di ipusnas. Beruntung saya mendapatkannya di Ruang Buku Kominfo. Setelah membaca, saya masih berpikir apa jadinya jika Tong masuk kepolisian. Sedihnya perjuangan Kwan hingga akhir hidup. Beruntungnya Kwan melihat potensi Sonny Lok dan mempertahankannya jadi murid. Hebatnya penulis membuat alur benang merah dari tiap kasus. Dan saat membaca epilog penulis, tiap tahun ternyata sesuai dengan kejadian besar di Hong Kong serta tempat yang diceritakan benar-benar ada.

Cocok untuk kamu yang menyukai misteri dan plot twist berlapis. Bukan bacaan ringan, harus fokus dan bila perlu membuat catatan, sebab tiap kasus akan berhubungan. Ditambah plot mundur membuat kita seperti menggali dalam.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #theborrowed1367 #misteri #chanhokei #fiksi #metamorfillah

23 September, 2024

[Review buku] Zenitendo 3


Judul: Zenitendo 3
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: POP
Dimensi: v + 143 hal, cetakan pertama Mei 2024 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786231341860

Buku ketiga ini berkisah tentang 6 jajanan lagi. Ada 'Wafer Pelahap Mimpi' yang membuat mimpi seorang anak kecil tidak lagi buruk, 'Stiker Penjawab Telepon' yang menolong gadis kecil menjawab serta merangkum pembicaraan telepon dari teman-temannya, 'Kerupuk Beras Permohonan' mengabulkan 2 permintaan yang saling bertabrakan antara seorang anak lelaki dan anak perempuan, 'Acar Plum Anti Keriput' membuat seorang nenek tampak lebih muda dan ternyata inilah rahasia Beniko selalu tampak muda, 'Onde-onde Kakak Adik' membuat kakak tertua bisa berubah peran jadi anak bungsu, dan 'Soda Mumi' yang membuat gadis remaja yang terobsesi kurus menjadi mumi.

Saya kira akan mulai bosan membacanya, sebab secara alur ya begitu saja. Ada orang punya keinginan, bertemu toko Zenitendo, terkabul, lalu bisa menahan diri atau tidak, menerima konsekuensi. Ternyata di buku ketiga ini ditambah konflik baru. Pengenalan toko saingan Zenitendo yang dipenuhi hasrat jahat bernama: Tatarimedo. Pemiliknya bernama Yodomi. Bahkan cerita pertama adalah pertarungan jajanan dari kedua toko tersebut. Membuat saya penasaran di buku keempat, apakah akan banyak persaingan Zenitendo dan Tatarimedo?

Cocok untuk anak-anak dan dewasa yang menyukai genre fantasi, bacaan ringan dan menghibur, disertai pelajaran moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #zenitendo3 #fantasi #reikohiroshima #fiksi #metamorfillah

19 September, 2024

[Review buku] Zenitendo 2


Judul: Zenitendo 2
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: POP
Dimensi: vi + 149 hal, cetakan pertama 2023 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786231340856

Buku kedua ini berkisah tentang 6 jajanan lagi. Ada 'Roti Gulung Pencuri' yang membuat seorang pencuri lelaki kasat mata, 'Tas Dokter Permen Soda' yang menolong gadis kecil belajar menjadi dokter, 'Kerupuk Beras Dewa Rubah' membuat gadis remaja lihai meramal, 'Camilan Musik' membuat anak lelaki menjadi jenius musik bagai Mozart, 'Kartu Balas Dendam' menjadikan tokoh di buku pertama yang dendam pada Beniko mengalami kecelakaan, dan 'Teh Jamuan Tamu' yang mempertemukan cinta masa kecil.

Semua kisahnya menarik dan memiliki twist seru. Terutama 'Kartu Balas Dendam' sebab ada benang merahnya dengan tokoh di buku sebelumnya. Buku untuk anak-anak yang membuat saya menanti dalam mengantre di perpus digital. 

Sejauh ini penekanan yang selalu diingatkan namun sering diabaikan para tokoh, adalah rasa tak sabar memakan jajanan tanpa membaca instruksi cara penggunaannya dulu. Cukup menyentil bagi saya, untuk berhati² membaca manual book atau petunjuk pemakaian apa pun. Bukankah orang dewasa banyak yang suka abai seperti itu saat menerima/membeli barang baru? Reminder budaya literasi yaa... Hehe

Cocok untuk anak-anak dan dewasa yang menyukai genre fantasi, bacaan ringan dan menghibur, disertai pelajaran moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #zenitendo2 #fantasi #reikohiroshima #fiksi #metamorfillah

17 September, 2024

[Review buku] Empowered ME (Mother Empowers)


Judul: Empowered ME (Mother Empowers)
Penulis: Puty Puar
Penerbit: GPU
Dimensi: 174 hal, cetakan pertama 2022 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786020659992

Peran ibu seringkali diminta selalu ada, serba bisa, dan luar biasa. Ibu adalah motor penggerak keluarga hingga masyarakat. Padahal ibu juga bisa burn out, sakit, dan ingin sendirian. Mengapa ibu zaman dulu berbeda dengan zaman now? Lantas, bagaimana menjadi ibu berdaya yang memberdayakan wanita lainnya?

Buku ini adalah jenis #buku yang harus saya miliki fisiknya dan pasti saya rekomendasikan pada ibu-ibu lainnya untuk dibaca. Bahasa yang asyik, ilustrasi menggemaskan, pewarnaan menarik mampu menyederhanakan beragam teori sulit menjadi aplikatif. Dilengkapi dengan contoh dan lembaran action plan kosong, kita diajak memahami definisi berdaya, mengenali diri sendiri, menetapkan tujuan/prioritas, menjadikannya rencana dan jadwal, menjalankan apa yang direncanakan, merekam, menghargai progress dan proses, hingga akhirnya mengevaluasi dan refleksi dari data yang ada.

Sepanjang membaca, rasanya seperti berdialog dengan sahabat yang memahami dan sabar. Membuat diri damai dan terinspirasi hingga ingin menginspirasi yang lain. Sumber rujukannya pun buku-buku yang ciamik.

Cocok dibaca para #wanita terutama #ibu yang amat butuh dikuatkan dan mungkin sudah terlalu lama tidak menyapa dirinya sendiri.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #empoweredme #motherempowers #putypuar #nonfiksi #metamorfillah

14 September, 2024

[Review buku] Angsa dan kelelawar


Judul: Angsa dan kelelawar
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: GPU
Dimensi: 560 hal, cetakan kedua Mei 2023 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786020670690

Sebuah pembunuhan terjadi, menggoncangkan dua keluarga: Shiraishi dan Kuraki. Pembunuh dan yang dibunuh. Namun, anak dari kedua #keluarga tersebut menemukan banyak kejanggalan yang mencerminkan bukan karakter ayah-ayah mereka. Mirei, anak perempuan Shiraishi dan Kazuma, anak lelaki Kuraki memiliki tujuan yang sama untuk mengetahui kebenaran. Meski pada persidangan, mereka merupakan lawan bagai angsa dan kelelawar, tapi mengikuti naluri, mereka bekerjasama dan menemukan fakta mencengangkan tentang masa lalu dan hubungan dua keluarga, bahkan memengaruhi masa depan mereka berdua.

Seperti bawang yang berlapis, kebenaran dan kebohongan berkelindan rapat dan membuat mereka harus jeli dan menahan perih saat mengupasnya.

Jujur saja, di awal membaca saya sempat terkejut di bab 10 sudah terbongkar pelaku, sementara ada 49 bab. Rasanya gak Keigo banget! Tapi perlahan, mulai terasa khasnya penulis, mengingatkan saya pada karyanya yang lain berjudul "Kesetiaan Mr. X", psikologinya mirip meski jauh lebih kompleks. Namun, memang agak membosankan di beberapa part.

#Novel ini cocok dibaca untuk mereka yang menyukai misteri, plot berlapis, tokoh dengan psikologis yang dalam serta nuansa moral keadilan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #angsadankelelawar #keigohigashino #fiksi #metamorfillah

12 September, 2024

[Review buku] Zenitendo 1 (Toko jajanan ajaib)


Judul: Zenitendo 1 (Toko jajanan ajaib)
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: POP
Dimensi: v+151 hal, cetakan 2023 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786231340849

Pernahkah kamu menginginkan sesuatu dan berharap itu terkabul segera?

Di toko Zenitendo milik Beniko, apa pun yang kamu inginkan bisa terwujud dengan membeli satu jenis jajanan ajaib. Harganya pun tertera sesuai apa yang ditentukan Beniko. Namun, kamu harus membaca petunjuknya dengan detail dan menggunakannya dengan bijak. Sebab bila tidak taat aturan, akan ada konsekuensi yang harus kamu tanggung!

Dalam buku ini ada 6 jajanan ajaib dengan fungsi berbeda. Di antaranya ada permen jeli putri duyung untuk memotivasi anak yang tidak bisa berenang, biskuit binatang buas untuk memberi pelajaran kakak yang iseng pada adik, es berhantu untuk wanita yang butuh AC dan suka horor, pancing kue ikan untuk anak lelaki yang senang memancing, cokelat karisma untuk menyadarkan lelaki pengeluh, dan terakhir pohon pemasak untuk kakak adik yang ditelantarkan ibunya.

Dengan gaya bahasa ringan, dilengkapi ilustrasi mirip komik yang bagus, membuat deskripsinya mudah melekat di kepala. Twist tiap cerita pun menarik, tidak melulu happy ending untuk tokohnya. Pesan moral untuk bersyukur, berbuat baik, rajin berusaha, tidak sombong, serta lainnya terselip di ujung kisah. Meski untuk pembaca dewasa, agak monoton polanya, tapi cukup menghibur.

Cocok dibaca untuk mereka yang menyukai fantasi terutama anak-anak dan remaja, orang dewasa yang membutuhkan bacaan ringan dan nostalgia masa kecil, juga mereka yang suka cerita pendek dengan nilai moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #zenitendo1 #tokojajananajaib #reikohiroshima #fantasi #fiksi #metamorfillah

11 September, 2024

[Review buku] Kucing penyelamat buku

Judul: Kucing penyelamat buku
Penulis: Sosuke Natsukawa
Penerbit: GPU
Dimensi: 200 hal, cetakan 2023 (edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786020671659

Rintaro Natsuki, murid SMA biasa saja yang memutuskan menjadi hikikomori (menarik diri dari kehidupan) setelah kakeknya meninggal. Ia yatim piatu sejak kecil dan menjalani hidup tanpa ambisi apa pun. Peninggalan kakeknya berupa toko buku hendak ia tutup, meski ia suka sekali membaca koleksi buku bekas yang ada di sana. Hingga kedatangan seekor kucing bernama Tiger yang bisa berbicara, mengubah keputusan Rintaro. Petualangan fantasi ke dunia buku, membuatnya menyadari bahwa masih ada yang memedulikan dirinya dan membuat ia bersemangat menjalani hidup.

Gaya bahasa sederhana, namun 4 kasus menarik yang mengajak saya berefleksi sebagai pembaca. Terasa seperti ditanya "Benarkah kamu mencintai buku? Benarkah kamu suka membaca?" 

Ada tokoh pemenjara buku yang hanya membaca tanpa menjejakkan kaki ke dunia luar serta memajang ribuan buku untuk pamer. Ada tokoh pencincang buku yang meringkas buku dalam kalimat sederhana dan mudah dipahami hitungan menit, namun kehilangan esensi menikmati alur berpikir. Ada pula pemimpin penerbitan yang hanya menerbitkan karya tidak bermutu tapi laku dibanding berbobot tapi tidak terjual. Terakhir, konsep buku memiliki jiwa dan perlu diselamatkan.

Cocok dibaca untuk mereka yang menyukai fantasi, mengaku mencintai buku dan suka membaca buku.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #kucingpenyelamatbuku #sosukenatsukawa #fantasi #fiksi #metamorfillah

09 September, 2024

[Review buku] Kado terbaik


Judul: Kado terbaik
Penulis: J.S. Khairen
Penerbit: Grasindo
Dimensi: 248 hal, cetakan 2022 (edisi ruang buku kominfo/ipusnas)
ISBN: 9786020529325

Rizki tak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ayahnya mati ditembak. Ia dan kedua adik perempuannya ditinggalkan ibu mereka di sebuah panti asuhan ilegal. Hari pertama, Rizka yang berusia 8 tahun sudah dipukuli saat tidak mau menuruti perintah Pak Tono, pemilik panti. Khanza, adik bayinya menderita batuk sebab dijadikan properti mengemis di jalan. Sekuat tenaga, Rizki berusaha melindungi kedua adiknya. Namun dunia jauh lebih kejam pada mereka yang tak punya orangtua. Hingga ia memutuskan keluar dari panti saat usianya besar, di bulan Ramadan menjadi titik balik hidupnya dan adik-adiknya. Pertemuannya dengan Rani dan keluarga menjelang lebaran membuatnya memaknai kembali arti keluarga.

Dengan bahasa yang ringan, penulis menggambarkan kehidupan di panti asuhan dan aktivitas anak jalanan. Bertarung nyawa sudah menjadi keseharian. Perjuangan dan semangat hidup Rizki dalam menyelamatkan adiknya menjadi klimaks dalam #buku ini. 

Meski di beberapa bagian yang bagi saya bagus untuk klimaks, tapi kurang dipertajam sehingga jadi antiklimaks lagi. Ditambah endingnya, agak menyayangkan sikap Rizki yang tak memilih happy ending bersama, namun cukup realistis bila kita meresapi karakter tokoh Rizki sebagai kakak laki-laki tertua yang merasa gagal.

#Novel ini cocok dibaca untuk mereka yang menyukai tema keluarga, perjuangan, ikatan saudara, persahabatan dan tertarik mengenai kehidupan anak jalanan serta panti asuhan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #kadoterbaik #jskhairen #fiksi #metamorfillah 

07 September, 2024

[Review buku] Pasta kacang merah


Judul: Pasta kacang merah
Penulis: Durian Sukegawa
Penerbit: GPU
Dimensi: 240 hal, cetakan kedua November 2022(edisi ruang buku kominfo)
ISBN: 9786020665078

Sentaro menjalani hari dengan rasa sedih dan bagai pecundang di depan pemanggang dorayaki. Pasta kacang merah yang dibuatnya tidak menggambarkan ketulusan, bahkan ia sendiri tidak mau memakannya. Hingga ia bertemu dengan Tokue, nenek pembuat pasta kacang merah yang sangat enak. Hidupnya perlahan memiliki harapan dan semangat demi menjual kudapan manis. 

Novel ini tidak hanya berkisah tentang makanan, tetapi tentang kehidupan, persahabatan, dan harapan. Sosok Sentaro menggambarkan pemuda dengan masa lalu kelam yang mencoba menemukan arti hidupnya. Sementara Tokue, seorang nenek dengan rahasia masa lalu yang mendalam, mengajarkan kebijaksanaan dalam menjalani hidup.

Bahasa yang sederhana namun indah membuat buku ini begitu ringan untuk ditamatkan dalam sekali duduk. Tema dan kompleksitas karakter pun tergambarkan dengan baik, hingga terasa jatuh bangun yang dilalui para tokoh.

Buku ini cocok bagi kamu yang ingin bacaan ringan dan inspiratif tentang menemukan diri sendiri, menghargai persahabatan dan menjaga nyala harapan.

Tokue mengajarkan kita bahwa harapan adalah kekuatan yang luar biasa. Sekalipun hidup terasa sulit, selalu ada alasan untuk tetap bersemangat.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #pastakacangmerah #duriansukegawa #fiksi #metamorfillah

Text Widget