Pages

13 July, 2026

[Review buku] The woman in cabin 10

Judul: The woman in cabin 10
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura books
Dimensi: 473 hal, cetakan pertama 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786023852840

Laura Blacklock (Lo) kira dirinya beruntung menggantikan Rowan untuk liputan di kapal pesiar mewah: Aurora. Sayangnya, kejadian pembobolan rumahnya sebelum keberangkatan menyebabkan ia sulit tidur dan panic attacknya kambuh. Interaksinya dengan wanita di kabin 10 untuk meminjam maskara dan kesaksiannya mendengar bunyi ceburan disertai noda darah di kabin itu, membuat ia diragukan. Sebab kabin itu kosong dan ia cukup mabuk saat menyatakan kesaksiannya. Namun, insting Lo begitu yakin, bahwa wanita itu dibunuh. Namun siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa tidak ada yang tahu identitasnya? Staff dan para tamu pun tidak ada yang mengenali, apakah memang ia berkhayal ataukah ada yang menutupi kejadian itu? Apa motifnya?

Ini buku ketiga karya penulis yang saya baca, dan saya suka sekali. Bagi kamu, penggemar Agatha Christie, pasti akan merasa deja vu dan terobati kangennya dengan gaya penulisan di buku ini. Bahkan nickname MissJaneMarple menjurus ke salah satu tokoh terkenal karya Agatha. Dengan lokasi kapal pesiar mewah di tengah lautan, lepas dari hukum dan kemudahan menghilangkan seseorang dengan menceburkannya di laut, Lo menemukan banyak rintangan. Tapi perjuangannya meski diragukan akan membuat kita jatuh hati. Belum lagi saat mengupas alibi dan melihat cela di tiap tokoh, membuat kita akan terombang-ambing menebak siapa pelaku dan apa alasannya.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM dan gaya klasik agatha christie.

Saya apresiasi 4,5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 July, 2026

[Review buku] Fallen petals

Judul: Fallen petals
Penulis: Pandu Firmansyah
Penerbit: Haru
Dimensi: 224 hal, cetakan pertama Desember 2025
ISBN: 9786235467412

Penemuan kepala lelaki yang dimakan anjing di Tyrol, Austria membawa penyelidikan polisi ke sebuah rumah berjarak 1,5 km. Keadaan penghuni rumah sungguh mengenaskan dan membuka cerita menyedihkan yang berawal dari pengkhianatan. Empat suara bercerita dari sudut pandang mereka: Camellia (istri), Jeorg (sahabat), Pillar (suami), dan Mattia (editor). Bagaimana sesungguhnya kronologi kejadian? Siapa yang bersalah? Adakah fakta yang disembunyikan?

Dari awal buku ini menarik perhatian dengan klimaks yang dicetak di halaman gelap. Makin ngeri ketika mendengar penuturan Camelia dalam jurnalnya, Jeorg dalam pengakuannya kepada Romo, Pillar dan Mattia dengan sudut pandangnya. Alur yang awalnya mundur, menjadi maju mundur sebab ada bias ingatan di penuturan beberapa tokoh, sehingga kejadian yang sebenarnya tertutupi, hingga mengubah siapa pelaku dan siapa korban. Clue terakhir tentang luka keloid Camelia sungguh mengubah arah dan ending. Tapi terprediksi. Hanya saja yang menjadi plot hole bagi saya justru kebenaran yang diketahui Thomas yang menginspirasinya. Seingat saya hanya jurnal dan catatan yang tersisa, pengakuan Jeorg, Pilar, dan Mattia tidak ada yang bisa mendengar sebab mereka semua sudah mati. Jika begitu, harusnya Thomas tidak tahu kronologi sesungguhnya yang menjadi alasan terbunuhnya Mattia. Bagaimana bisa ia terinspirasi?

Btw, ilustratornya iseng juga sih. Gambarnya ngagetin meski cuma 1 halaman haha. Untung gak baca malam-malam.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM, khususnya iyamisu dan dark pshycology.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

06 July, 2026

[Review buku] One by one

Judul: One by one
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura
Dimensi: 90 bab epub, cetakan pertama Februari 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786232423787

Di ketinggian Pegunungan Alpen yang bersalju, tim inti perusahaan Snooper yang bergerak di bidang musik mengadakan retret. Perjalanan untuk ber-ski perlahan berubah menjadi tragedi sebab pemicu rapat singkat yang diadakan Eva terkait buyout. Seseorang tampak tidak senang, hingga memilih menghabisi satu per satu yang mendesaknya. Dimulai dari kehilangan Eva, pembunuhan Eliot dan Ani, longsor salju membuat mereka terperangkap. Tersisa Topher, Rik, Carl, Miranda, Tiger, Inigo, dan Liz dari tim Snooper. Sementara penjaga Chalet hanya ada Danny dan Erin. Dalam kegelapan akibat listrik mati dan air membeku, mereka saling mencurigai. Siapa pembunuhnya? Apa motifnya? Yang paling mengerikan, siapa selanjutnya?

Buku kedua karya penulis yang kubaca, dan kali ini jauh lebih thriller. Meski hanya dari PoV Erin dan Liz yang bergantian, kesatuan cerita benar-benar seperti film menegangkan yang dikupas perlahan. Alur maju mundur dengan kilasan kejadian dan rahasia yang ditutupi beberapa tokoh, membuat prediksiku akan identitas pelaku pun goyah dan berganti-ganti. Meski pada akhirnya, clue terbesar ada di 2 PoV tersebut, seakan mewakili orang di dalam sistem Snoope dan orang di luar sistem. Situasi yang dibangun mencekam dan detail membuat ketagihan dan page turner. Juga deskripsi perusahaan rintisan yang mendekati Spotify, merupakan ide menarik dan seru. Sayangnya di ending, menurutku kurang klimaks. Atau memang sengaja antiklimaks? Serta sikap Liz terhadap keluarganya menyisakan pertanyaan. Ada indikasi kejahatan pertamanya terkait orangtua, tapi tidak dijelaskan. Itulah yang membuat saya tidak memberi 5 bintang.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM dan penyuka karya Ruth Ware.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

03 July, 2026

[Review buku] Perempuan bersampur merah

Judul: Perempuan bersampur merah
Penulis: Intan Andaru
Penerbit: GPU
Dimensi: 216 hal, cetakan pertama 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020621951

Sejak tragedi pembunuhan Bapaknya yang dituduh dukun santet tahun 1998, Sari menjalani hidup dengan menyimpan banyak tanya dan daftar nama. Ia meminta tolong pada sahabatnya, Ahmad dan Rama untuk mengumpulkan informasi orang-orang yang ada di daftar itu. Waktu berlalu, kesedihan akan kehilangan Bapak mengantarkan Sari menjadi penari gandrung. Ragam hal mistis terkait tradisi gandrung ia pelajari dari Mak Rebyak dan Mbak Nena. Seperti keistimewaan sampur merah yang dimilikinya dari Mbak Nena. Namun pertanyaan seumur hidupnya tentang Bapak baru terjawab saat ia ingin memulai hidup bersama Rama. Alasan tidak adil yang terjadi bersamaan di penjuru negeri, hanya sebab hasutan iri seseorang adalah penyebab Bapaknya yang baik dibunuh. Semua kembali pada tahun 1998 kelam itu. Siapakah penghasutnya? Apa alasan Bapaknya dibunuh? Mengapa tahun 1998 begitu kelam di Banyuwangi dan negeri ini?

Alur maju mundur dengan bahasa yang sederhana dan terasa akrab dengan jawa khas banyuwangi membuat buku ini tidak membosankan. Bahkan beberapa tradisi yang mulai terlupakan, dijelaskan melalui alur hidup tokoh utama. Seperti puasa hari weton (lahir), ganti nama sebab sakit-sakitan, dan hitung-hitungan ala Jawa. Dibalut isu sosial di pedesaan serta politik yang memanas di tahun 1998, menjelaskan pula dampaknya pada kesenian, utamanya tari gandrung. Kesedihan Sari dan ketegaran ibunya membuat cerita menjadi istimewa. Mereka yang bertahan meski tersakiti di tanah kelahiran, mencoba berdamai meski peluang keberhasilan saat pindah terbuka lebar, menjadi bentuk cinta dan benci pada hal yang melekat (rumah, tanah, sejarah). Saya suka cara penulis mendeskripsikan budaya/tradisi yang detail dengan bahasa sederhana sehingga tertarik membaca karya penulis lainnya.

Cocok untuk kamu yang suka romance dengan isu lokal dan sosial sejarah tentang negeri ini.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget