Judul: Sang Eksekutor
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama
ISBN: 9786347046062
Julia tidak percaya ada manusia sekuat, sesantai, dan setenang Anwar, temannya saat kuliah, yang kini menjadi podcaster nomor satu dengan jutaan follower. Keberanian dan ketajaman pertanyaannya membuat siapa pun tamu podcastnya, meski presiden sekalipun, tidak berkutik. Kini Anwar tengah berada di Indonesia dan Julia menemaninya di sela pekerjaannya meliput berita. Lima kematian pejabat dan semua terjadi saat Julia dan Anwar tidak jauh dari lokasi. Insting wartawan Julia menebak itu bukan serangan jantung biasa, tetapi pembunuhan terencana. Sayangnya, Julia belum mendapatkan benang merah atau bukti yang mendukung teorinya. Bahkan setelah ia memiliki dugaan, sebuah hipotesis mengerikan berkelebat di kepalanya. Apakah dugaannya benar? Atau semua ini hanya paranoianya saja?
Ternyata buku kesembilan ini ada hubungannya dengan buku "Teruslah bodoh jangan pintar" sebab bersetting di Indonesia dan melibatkan para pejabat yang disebut di buku itu. Terasa sekali kegeraman penulis yang diutarakan melalui suara pendemo berCAPSLOCK. Secara twist, bagi penggemar CTM dan yang mengikuti serial aksi penulis dari awal mungkin mudah sekali menebak dan tidak kaget dengan konklusinya. Namun hal menarik justru di ending. Sebab kaitannya langsung berkelindan dengan buku kedelapan "Bandit-bandit berkelas" dan membuat saya penasaran bagaimana bila Sang Eksekutor berhadapan dengan Si Mata Picak. Wah, seru kayaknya!
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema action dan mengikuti seri keluarga shadow economy serta membaca buku "Teruslah bodoh jangan pintar".
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku
No comments:
Post a Comment