Pages

09 June, 2026

[Review buku] Sebelas

Judul: Sebelas
Penulis: Tere liye
Penerbit: Sabakgrip
Dimensi: 442 hal, cetakan 1 Mei 2025
ISBN: 9786347046024

The Legendary Paul, pemain sepak bola terhebat yang menghilang 20 tahun ternyata ada di Bali. Luntang-lantung sebab marah pada takdir dan membenci sepak bola. Namun misteri takdir mempertemukannya dengan masa lalu dan tantangan membentuk tim sepak bola U17 selama 6 bulan untuk bertanding di Madrid melawan liga dunia. Hal yang tampak mustahil, tapi jalannya begitu mudah. Didukung Pak Hartawan, Pak Made, Uda Hendra, Isabella, dan lainnya, pencarian sebelas pemain untuk dream team pun dimulai. Mulai dari Papua di Timur hingga ke Aceh di Barat, daerah konflik hingga restu orangtua, semua lika-liku itu menyatukan pemain hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Bisakah Paul dan timnya membuktikan bahwa sepak bola Indonesia bisa berjaya di dunia, bila tidak disusupi korupsi dan strategi manajemen yang rapi?

Sebagian besar isi buku ini ada di upaya pencarian dan pengumpulan pemain inti. Dengan nama-nama lokal yang mewakili daerah serta karakter, penulis piawai menunjukkan kekayaan Indonesia dan geografisnya. Namun di antara semua karya penulis yang sudah saya baca, jujur saja novel ini tidak terlalu menarik sebab sudah banyak gaya tulisan buku-buku sebelumnya yang mewarnai. Aksi-aksi yang terjadi mengingatkan pada beberapa judul aksi, romance, hingga petualangan karya penulis sebelumnya. Hanya satu ciri khasnya: semua ini kritik untuk sepak bola Indonesia. Bahkan hiperbola seperti "mudahnya" alur menuju Madrid dan beragam kesuksesan yang diliput koran di ending seakan mewakili harapan penggemar timnas namun jadinya miris sebab seperti jauh sekali menuju liga dunia. Novel ini, terasa gaya Indianya sekali, macam film bollywood yang hiperbol tapi lucu.

Cocok untuk remaja 15+, suka komedi satir (menyindir pemerintah/PSSI), dan dunia sepak bola.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

05 June, 2026

[Review buku] Giselle

Judul: Giselle
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 400 hal, cetakan kelima Desember 2024
ISBN: 9786235467245

Setelah 15 tahun dilarang, kini repertoar Giselle justru akan ditampilkan memperingati 20 tahun Tokyo Grand Ballet berdiri. Semua bersemangat, terutama Kanon, Junko, Yukiko, dan Ranmaru. Seiring latihan berjalan, ada rumor bahwa hantu Mayumi, pemeran Giselle 15 tahun lalu muncul. Peristiwa aneh lain pun sering terjadi hingga menyebabkan kecelakaan Chouno, kematian Reina dan Kurebayashi. Bahkan kematian mereka pun mirip dengan kisah tokoh Giselle dan Hillarion.  Benarkah ini semua kutukan Mayumi? Apa yang sebenarnya terjadi 15 tahun lalu hingga Giselle tidak boleh ditampilkan?

Sungguh piawai penulis menjelaskan hal yang tidak biasa tentang dunia balet bagi saya yang awam. Perspektif baru dan minat saya tumbuh tentang balet sejak membaca buku ini. Tidak sesederhana penampakannya. Meski dari segi thriller/misterinya bagi saya kurang, tapi ending yang dihasilkan justru lebih membekas. Sebab terngiang beratnya rasa bersalah, ketakutan, mimpi-mimpi yang berbenturan dengan realitas, dan tentunya menerima perasaan menjadi manusia. Sedih akan pengkhianatan tapi juga senang akan keadilan pembersihan nama baik.

Cocok untuk yang suka thriller, misteri, dan ingin tahu dunia balet.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#FestivalBukuBerjalan2026
#bukuberjalanberkelanjutan
#JalaninBukumu

03 June, 2026

[Review buku] Slammed

Judul: Slammed
Penulis: Collin Hoover
Penerbit: GPU
Dimensi: 336 hal, cetakan pertama April 2013
ISBN: 9789792295184

Kematian mendadak sang ayah akibat serangan jantung mengubah banyak hal dalam hidup Layken. Tahun terakhir SMAnya mengharuskan ia pindah ke Michigan sebab sang ibu tidak mampu membiayai hidup di Texas. Seminggu setelah ulang tahunnya kedelapan belas, mereka memulai hidup di Michigan. Namun perjumpaannya dengan Will dan Caulder, adiknya, membuat Layken mulai menyukai kota itu. Hingga mereka bertemu di sekolah hari pertama. Status Will sebagai guru dan Layken sebagai murid mengancam karir yang menjadi penopang utama hidup Will. Hubungan mereka kandas, namun cinta mereka kuat. Melalui klub Slammed yang membacakan puisi buatan masing-masing setiap kamis malam, mereka saling bertukar perasaan terjujur. Hingga alasan pindah sesungguhnya ibu Layken terkuak, Will tidak lagi sekadar cinta pertama, tapi juga penguat hidup. Apakah yang dirahasiakan sang ibu? Bagaimana Layken menjalani tahun terakhir tanpa memikirkan Will?

Sering mendengar nama penulisnya, tapi belum tertarik membaca romance lagi. Hingga kebosanan mengantarkanku mengambil buku fisik bersegel di lemari ponakanku ini. Seperti yang diduga, memang lagi gak mood baca romance, apalagi dengan tokoh utama remaja SMA dan guru muda yang lagi kuliah. Jadi gak seseru itu, hingga part alasan sesungguhnya sang ibu dan persiapan yang dilakukan mulai menyentuh hati. Saya juga baca perjalanan penulis tentang karyanya ini, merupakan karya pertama yang ia 'paksa' terbitkan hingga membuka jalan melahirkan banyak karya berikutnya sebab karya ini jadi best seller. Wah, kurang cocok di saya ternyata cocok di banyak orang dan di tahun terbitnya.

Cocok untuk yang suka novel romance.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku